Bali
Embracing the beauty of paradise island.
Embracing the beauty of paradise island.
#published @JakartaJavaKini Magazine
The Samaya Seminyak is a resort with around 30 beachfront villas where each comes with its own lap pool, and another 20 or so villas are across the road in a village setting that is designed as a combination of scenting international’s recently developed unique fragrance.
The Samaya Seminyak aims to enhance the guests experience creating an environment of relaxation, sensual nourishment and contentment. [read more]
Well, it can be said that The Samaya is a delightful piece of Paradise! The villas are excellent, the spa provides all to pamper you and the restaurant by the beach serves great food whilst the chairs by the beach provide the best viewing to watch the weather change on the skyline. You will be able to watch the spectacular sunsets! No wonder, since this place has made it to top 100 resorts in the world.
The Ritual of Royalty Treatment, for foot wash, massage, body wrap and hot stone massage. Hearing the crashing waves was so soothing.
Many spas pipe in sounds of crashing waves, but this was the real thing! It is figured that the leg and foot massage is not only relieves fatigue, leaves leg muscles and the body in tone.
It is also a unique relaxing procedure that gives a positive effect on the whole body since it can soothe and hydrate rough skin and increase circulation.
Breeze beachside restaurant overlooking Seminyak Beach is offering the exotic international and local dishes for breakfast, lunch, and romantic sunset dinners you may choose to enjoy.
The beach front setting, great sunset views and the sound of the waves make this one of Bali's most romantic places to dine. The menu offers you the choice of foods including Asian, Indonesian, Italian, Japanese, Indian and Mexican.
You can also enjoy a couple of cocktails on the lounges on the beach probably before you are moving on to another location.
As soon as you arrive, you will be made to feel very welcome. You may enjoy special dinner on evening in pool villa. then in the following day, you may take an advantage of fantastic weather during your stay by having breakfast every morning at outside section of The Breeze Restaurant.
#posted @JakartaJavaKini Magazine
_
The Samaya Seminyak, salah satu vila tepi pantai Bali yang menjadi akomodasi pilihan dengan fasiltas terbaik untuk kenyamanan bagi para wisatawan. Pilihan nama ini terinspirasi oleh kata yang berasal dari Bahasa Sansekerta, “Samaya” yang artinya "bersama-sama" atau "saya bersamamu."
The Leading Beach Resort of Asia
Fasilitas komodasi The Samaya Seminyak yang memang keren ini, pernah mendapatkan penghargaan sebagai 'Leading Beach Resort of Asia' dan 'Leading Resort of Indonesia' dari World Travel Awards. Selain itu juga award lainnya, sebagai 'The Leading Beach Resort of Asia' dari The World Luxury Hotel Awards.
Di penginapan luxurious yang terletak di tepi pantai ini terdapat akses langsung ke Pantai Seminyak. Lokasi yang strategis di tengah area paling sibuk yang di sekelilingnya terdapat barisan kafe modern selain pusat hiburan malam.
The Samaya Seminyak menawarkan sarana dan fasilitas mewah yang terdiri dari 52 vila pribadi. Desain masing-masing unit tampak apik dan berkelas. Akomodasi ini cocok untuk tamu yang datang bersama pasangan, atau yang sedang menikmati berbulan madu, keluarga, dan juga grup.
Di setiap villa terdapat kolam renang pribadi, gazebo untuk bersantai, area terbuka yang luas, dan kamar mandi yang mewah.
Secara menyeluruh, fasilitas The Samaya Seminyak menyuguhkan kenyamanan untuk setiap tamu. Suasana penginapan ini diselimuti keteduhan dan kenyamanan sekaligus keramahtamahan khas masyarakat Bali, termasuk privasi yang terjaga di kawasan mewah dengan berbagai fasilitas modern.
Di kompleks ini terdapat The Breeze, sebuah restoran yang terletak di tepi pantai dan menghadap langsung ke Pantai Seminyak. Kustomer yang datang bisa memanjakan selera di tengah semilir angin laut, debur ombak, dan pemandangan pantai yang indah.
Menikmati kuliner di resto ini menjadi pengalaman yang sungguh berkesan. Panoraman matahari terbenam menambah kenikmatan bersantap atau suguhan kopi sore saat bersantai.
Resto The Breeze menyuguhkan menu masakan lokal dan hidangan internasional untuk sarapan, makan siang dan makan malam dengan nuansa romantis. The Breeze meyakini bahwa makanan merupakan sesuatu yang penting.
Namun saat bersantap akan lebih nikmat dengan berbagai selingan pemandangan yang menyenangkan. Berbagai menu modern dan eklektik menjadi kombinasi unik yang menjadi sajian spesial yang diolah menggunakan bahan-bahan organik dan cita rasa lokal, termasuk hidangan laut yang pas dengan suasana pantai Pulau Bali.
#posted @suaranusantara.co The Samaya Seminyak Pulau Dewata Bali
Perempuan cantik dan serba bisa berdarah Indo-Belanda, yang biasa dipanggil Laura ini, menggeluti bidang properti tiny house. Ia memulainya setelah berkontemplasi, menjalani hidup dan berbisnis di Bali sejak hampir 12 tahun yang lalu. Laura mulai menekuni meditasi dan memiliki visi untuk hidup lebih dekat dengan alam, tinggal dan hidup dengan damai di rumah mungil yang menghadap ke danau, dengan kedua putranya.
Tiny House, rumah mungil dengan konsep eco-friendly, dengan ukuran kurang dari 100 m2 dan luas bangunan 20-60 m2. Meski sederhana, kualitas bangunan tidak dapat disamakan dengan rumah subsidi, karena rumah mungil di desain dengan budget tertentu agar lebih menarik dan nyaman bagi penghuni.
Tiny house memiliki nilai serupa rumah mewah dalam konteks ketenangan dan kedamaian yang di harapkan. Karena penghuni rumah mungil dapat menikmati hidup lebih efisien. Konsep unik rumah mungil ini dapat di sesuaikan dengan karakter pemilik rumah.
Ukuran rumah mengurangi beban pekerjaan ketika harus dibersihkan, sehingga penghuni rumah bisa meluangkan lebih banyak waktu dengan keluarga (quality time). Gaya hidup rumah mungil menghemat banyak budget karena minimalis sehingga dapat menghemat dan menabung sehingga menambah rasa bahagia.
Hunian dengan konsep rumah mungil bahkan bisa ditarik kemana-mana dengan mobil. Sehingga pemiliknya bisa bebas bepergian sambil berwisata. Yang perlu di perhatikan, rumah mungil ini tidak boleh di parkir sembarangan. Jadi pemilik rumah harus pintar mencari tanah lapang kosong.
#posted @suaranusantara.co Tiny House Unik dan Eco-friendly
Container 'eco-friendly' Tiny House.
Saya mengenal Laura Lucas sudah lama sekali sebelum kepindahannya ke Bali. Hingga saat ini ia telah menetap di Pulau Dewata selama hampir 12 tahun bersama 2 putranya.
Komunikasi kami berlanjut lewat Facebook dan chat WA. Laura suka berkreasi dan punya jiwa enterpreneurship sehingga banyak hal yang kami bahas termasuk tentang tiny house yang bukan hanya sekedar konsep tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup di beberapa negara maju.
Material properti tiny house ini menggunakan kontainer atau peti kemas yang sudah tidak digunakan lagi. Bahan bangunan ini digunakan karena tahan lama. Penggunaan kontainer untuk rumah ini sama artinya seperti 'mendaur ulang' sehingga dapat mengurangi limbah sehingga ramah lingkungan.
Selain untuk rumah, bahan kontainer juga dapat dibuat untuk bangunan kafe dan akomodasi penginapan sehingga menjadi konsep yang unik.
Namun dari sisi legalitas, merealisasikan container tiny house di Indonesia nampaknya masih terkendala, karena peraturan IMB yang berlaku saat ini hanya untuk rumah tapak (landed house) bukan rumah yang compatible sehingga perlu dipertimbangkan solusi kreatifnya sebagai suatu konsep yang integrated.
Container house adalah konsep rumah mungil yang ramah lingkungan yang menggunakan material kontainer.
Membeli satu kontainer bekas lebih murah daripada bahan bangunan seperti batu bata, baja, dan kayu. Kontainer pun lebih bisa bertahan lama. Rumah mungil berbahan kontainer membantu menghemat biaya untuk bagian tertentu pada rumah.
Dengan kondisi lingkungan yang lebih hijau suasana lebih segar dan hidup. Penerapan rumah mungil container house ini berawal dari kalangan masyarakat Eropa dan AS, Hal itu terjadi karena faktor cicilan bulanan, biaya hidup, anggaran, waktu, dll.
Memang konsep ini belum banyak di kenal di Indonesia. Karena kebanyakan orang di sini masih menggunakan konsep rumah yang umumnya dibuat dengan pondasi batu kali, dinding batako, plester, beton, dll.
Kontainer untuk dibuat rumah ataupun kafe bisa dimodifikasi dengan mudah, di potong atau di tambah untuk membuatnya menjadi rumah layak huni. Rumah biasa umumnya butuh waktu beberapa bulan hingg selesai di bangun.
Sementara kontainer dapat di bangun kurang dari sebulan. Rumah mungil dengan material kontainer adalah pilihan terbaik untuk solusi rumah tinggal yang tahan lama dan harga terjangkau.
Laura Tiny House @Bali
#posted @suaranusantara.co Container House Unik! Rumah Mungil Ramah Lingkungan
Kusamba Bali Sea Salt adalah garam laut organik (pure sea salt) yang mengandung lebih dari 80 mineral alami, super higienis, mudah terserap tubuh dan berkhasiat untuk kesehatan seperti terhindar dari resiko kerusakan pembuluh darah, lemah jantung, osteoporosis, dll.
Garam Yang Unik
Laura Lucas, seorang enterpreneur yang saya kenal dan yang telah lebih dari 10 tahun tinggal di Bali, mengatakan bahwa produk Kusamba Bali Sea Salt dihasilkan oleh petani tradsional di desa Kusamba, Klungkung, Bali Timur, yang masih bertahan hidup menjadi petani garam, yang kini hanya tinggal sekitar 5-10 kepala keluarga.
“Jadi, untuk membantu para petani tradisional inilah, garam saya kemas dengan brand saya sendiri, dalam kemasan botol plastik cantik ukuran 350 gram. Produk ini bisa di kirim ke berbagai kota, bahkan di ekspor. Garam organik ini baik untuk pengganti garam dapur. Bahkan bisa untuk scrub tubuh saat kita mandi. Banyak layanan spa hotel, chef resto atau rumahan yang menggunakan garam Kusamba ini.” jelasnya.
Butuh Kesabaran Tinggi
“Saat ini banyak orang asing di Bali yang sudah lebih dulu aware akan pentingnya garam organik. Sementara standar organik untuk garam yang saya inginkan, saya dapatkan dari desa ini, karena garam laut organik Kusamba di produksi di sebuah desa yang jauh dari peradaban modern, jauh dari polusi dan radiasi. Jadi tidak heran kalau produk garam Kusamba begitu berkualitas,” lanjut Laura.
Proses kristalisasi garam yang di kenal dengan nama Kusamba Bali Sea Salt ini sangat rumit dan mengandalkan effort yang luar biasa. Garam di saring berulang-ulang dan tidak boleh basah.
Butuh kesabaran tinggi sebelum garam organik ini dapat di konsumsi, karena perlu waktu berhari-hari hingga garam ini jadi atau terhidang di dapur. Proses di mulai dari pengambilan air, lalu penjemuran, dan seterusnya. Kusamba merupakan salah satu tempat penghasil garam kualitas terbaik di dunia.
Kearifan Lokal
Salah satu bagian di tepi pantai Kusamba ini di kenal sebagai tempat petani garam tradisional penghasil garam organik bercita rasa tinggi, kualitas baik dan bercita rasa gurih. Proses pengolahan yang di lakukan masih bersifat tradisional. Karena para petani menggunakan alat-alat konvensional dan mengandalkan cuaca. Selain itu juga pemasaran garam ini terbilang sulit, karena beberapa faktor yang membuat petani garam di Kusamba tidak bisa bertahan lama.
Pengolahan garam Kusamba semakin hari semakin sulit di temukan keberadaannya. Karena kelangkaannya, kawasan petani garam tradisional ini menjadi tempat yang unik dan menarik. Sehingga membuat lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata di Klungkung, Bali.
“Kini tinggal segelintir petani dan keluarga mereka yang tersisa yang masih gigih mempertahankan usaha mereka. Mereka melakukannya demi memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga. Mereka adalah para petani tradisional sejati yang melestarikan kearifan lokal dan sumber daya alam di kawasan Kusamba,” pungkas Laura.
#posted @suaranusantara.co Kearifan Lokal | Kusamba Bali Sea Salt, Bukan Garam Biasa