Ya, hari selasa kemarin (28 September 2021) Tulus baru aja menghelat pertunjukan ke-3 dari rangkaian konser virtual bertajuk “Terlalu Rindu”. “Terlalu rindu” ceritanya merayakan rindu karena jarak, dan sedang jarang temu diantara tulus dan fans nya, juga merayakan dasawarsa tulus bergelut di dunia music Indonesia.
Pertunjukan ke-3 ini Tulus mendendangkan lagu-lagunya dari album Monokrom, setelah di pertunjukan pertama dan kedua membawakan lagu-lagu dari album pertama dan kedua; Tulus dan Gajah.
Dari 3 rangkaian konser itu gue memutuskan buat beli tiket Monokrom. Alasannya? Karna kalau beli tiket terusan gue lagi bokek. Dan alasan kedua, dari beberapa lagu favorit gue yang dinyanyiin tulus, kebanyakan datangnya dari album monokrom. Salah satunya Cahaya. Nanti bakal gue jabarin lagi kenapa cahaya punya tempat buat gue.
Dari awal tulus hadir udah cukup menarik perhatian. Bukan karna perawakannya, tapi kata-kata liriknya yang cantik.
Contohnya di Lagu Labirin, yang bunyinya:
“tersesatku di adiwarnamu pesonamu”
Adiwarna di KBBI artinya “indah sekali”. Dari pertama denger lirik bagian itu gue langsung searching apa arti adiwarna. Diksinya, rimanya, majas-majasnya, dan susunan katanya apik ditambah suara Tulus yang gausah ditanya lagi. Selain itu, di lagu Tulus sering memainkan metafora-metafora juga personifikasi dari suatu kata, kayak sepatu, gajah, dan cahaya. Disini gue bakal ambil contoh di lagu Cahaya.
Lagu cahaya ini manis baik dari nada maupun liriknya. Di dalam bait pertama lagu Cahaya berbunyi “ratusan alasan kamu cahaya”.
Cahaya menarik buat dikulik karena dari sisi definisi dan filosofi aja udah banyak maknanya. Ada cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya mercusuar, cahaya lilin, dan masih banyak personifikasi dari kata “cahaya”. dan di lagu ini Tulus mempersonifikasi cahaya sebagai wanita pujaan hati yang jadi subjek di lagu ini.
dari banyaknya makna cahaya, gue membagi makna cahaya menjadi 3 aja;
Cahaya matahari. Setiap saat sang cahaya ini menerangi semua yang terlihat olehnya. Ia menerangi banyak hal dan jakauannya yang luas. Sang cahaya matahari hanya sendiri, tapi begitu arif bagi kehidupan. Personifikasi cahaya ini sering dijadikan symbol kehangatan.
Cahaya mercusuar. Jangkauan cahaya ini jauh juga terang. Ia begitu berarti bagi kapal-kapal yang ingin berlabuh. Kapal kapal dengan segala resah sang tualang mengarungi gejolak laut. Walaupun kadang lupa menerangi dirinya sendiri. Ia tidak menerangi apa yang ada di sekitarnya.
Cahaya lilin. Ia jarang hadir untuk orang lain. Ia hadir dalam momen terdesak atau pada momen-momen spesial. Meski begitu, keberaniannya membersamai pengorbanan dirinya menerangi benda-benda di sekitarnya. Cahayanya tulus menerangi sekitarnya. Pada momen special kerap kali hadir dibersamai sorak ramai manusia-manusia terdekat. Cahayanya bisa jadi begitu indah dan membuat suasana sangat romantis. Ia adalah simbol pengorbanan.
Secara umum cahaya berarti sinar yang memungkinkan mata menangkap bayangan benda-benda di sekitarnya. Cahaya adalah kejernihan yang terpancar dari muka-muka.
Dari uraian amatir metafora cahaya yang gue tulis diatas, kayaknya bisa disimpulkan sendiri apa maksud tersirat dari lirik “ratusan alasan kamu cahaya”. Tulus mempersonifikasi cahaya sebagai seorang Wanita yang berarti buat dia.
TAPI.. cahaya bukan bagian dari suatu hal yang dikendalikan manusia. Ia hadir karena suatu proses dan perantara. Maka dari itu disini Tulus menyisipkan kata “Jika” pada lirik “jika aku pegang kendali penuh pada cahaya”. Tulus ingin terang dan damai cahaya selalu membersamai langkah sang wanita, karna sang wanitapun memiliki tempat khusus buat tulus, se-spesial makna kata cahaya itu sendiri. (dalam konteks lirik cahaya loh ya, bukan kehidupan Tulus sebenernya).
Masih banyak kata-kata cantik dari lirik lagu tulus. Dan nggak hanya tulus aja, penyanyi lain pun banyak. Berhubung lagi hype konser terlalu rindu aja jadi ngulik ini hehehe