Flores
Ende - Maumere dan sekitarnya
Ende - Maumere dan sekitarnya
"Selama empat tahun Bung Karno menikmati keindahan dan keunikan matahari terbenam di Pantai Ria Ende. Siapapun yang membaca kisahnya di Ende berkesimpulan bahwa Soekarno bersama keluarganya sangat menikmati keindahan alam Kota Ende. Bahkan, di bawah pohon sukun, Bung Karno merenungkan dasar negara atau lima mutiara untuk Indonesia kelak. Dasar negara itulah yang kemudian dikenal dengan Pancasila. Mata tak akan tega melewatkan syahdu senja di Pantai Ria. Saat itu juga nelayan Ende bersiap-siap ke laut untuk mencari ikan. Matahari kembali ke peraduannya di balik bukit dan gunung yang berada di sekitar Pantai Ria sejauh mata memandang. Jejeran bukit dan gunung di sekitar Pantai Ria di bagian Timurnya sangat indah dipandang mata. Masing-masing pantai di Flores saat matahari terbenam memiliki keunikan tersendiri."
Lewat Nangapanda, keliatan bagian kanan jalan pas dari arah Barat dengan pantai batu biru. Batu biru selalu dipakai untuk bahan-bahan bangunan dan diekspor ke luar negeri. Tapi batu biru itu nggak pernah habis. Batu ini selalu ada setiap saat walaupun diambil warga setiap hari untuk dijual. Ini merupakan satu keheranan juga keunikan di kawasan Pulau Flores.
di bawah pohon sukun, tempat Soekarno merumuskan butir pancasila di rumah pengasingan Ende
Taman Renungan Soekarno
lipatan siklin dan antiklin hehe anak geografi banged nich ceritanya
popmie spesial
Maumere itu kota dengan penduduk muslim terbesar di Flores. Disana juga berdiri patung bunda maria terbesar di Flores
Bandara H. Hasan Aroeboesman
wologai menjelang sore
kopi luwak fresh
inget pelajaran sejarah kelas 8 dan kelas 10 tentang peninggalan Batu Tunggal dari zaman megalitikum yang namanya 'Menhir'? batu yang berdiri tegak difoto ini Menhir