Berdasarkan hasil pendataan terbaru, populasi trembesi tercatat sebanyak 6 pohon.
Status konservasi : Least Concern (2019)
Trembesi merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Fabaceae (suku polong-polongan). Berasal dari bioma beriklim tropis kering mulai dari Amerika Tengah, Venezuela, dan Ekuador.
Di Indonesia, trembesi memiliki beberapa nama, antara lain ada yang menyebutnya saman, kayu udan (Jawa), atau ki hujan (Sunda).
Nama ilmiah Samanea saman pertama kali dipublikasikan oleh botanis Nikolaus Joseph von Jacquin pada tahun 1916.
Sinonim ilmiah :
Acacia propinqua A.Rich.
Albizia flavovirens Hoyle
Albizia saman (Jacq.) F.Muell.
Calliandra saman (Jacq.) Griseb.
Enterolobium saman (Jacq.) Prain
Feuilleea saman (Jacq.) Kuntze
Inga cinerea Humb. & Bonpl. ex Willd.
Inga salutaris Kunth
Inga saman (Jacq.) Willd.
Mimosa pubifera Poir.
Mimosa saman Jacq.
Pithecellobium cinereum Benth.
Pithecellobium salutare (Kunth) Benth.
Pithecellobium saman (Jacq.) Benth.
Pithecellobium saman var. acutifolium Benth.
Zygia saman (Jacq.) A.Lyons
Trembesi (Samanea saman) merupakan pohon peneduh berukuran sangat besar, dengan tinggi mencapai 20–30 m dan diameter tajuk dapat melampaui 30 m. Batang utama besar, kokoh, dan bercabang rendah, dengan kulit batang berwarna cokelat keabu-abuan hingga gelap dan bertekstur kasar. Daun bertipe majemuk menyirip ganda (bipinnate), tersusun berseling, berwarna hijau tua, dan memiliki sifat nyktinasti (menutup pada malam hari atau saat hujan). Bunga tersusun dalam bongkol, berwarna merah muda hingga keputihan dengan benang sari panjang yang mencolok. Buah berupa polong memanjang, berwarna cokelat kehitaman saat masak, berisi biji keras yang terbungkus daging buah manis (Orwa et al., 2009).
Trembesi memiliki nilai manfaat yang sangat tinggi, terutama sebagai pohon peneduh karena tajuknya yang lebar dan rindang, sehingga banyak ditanam di taman kota, tepi jalan besar, kawasan perkantoran, dan ruang terbuka hijau.
Dari aspek lingkungan, trembesi berperan dalam penurunan suhu mikro, peningkatan kelembapan udara, serta penyerapan karbon dalam jumlah besar. Daunnya berkontribusi terhadap kesuburan tanah karena bersifat mudah terurai dan meningkatkan kandungan bahan organik. Kayu trembesi dimanfaatkan untuk mebel, ukiran, papan, dan kerajinan, meskipun tidak tergolong kayu kelas utama. Polongnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan tanaman ini juga memiliki nilai ekologis sebagai habitat satwa dan penunjang keanekaragaman hayati (Orwa et al., 2009).
Samanea saman berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, namun telah tersebar luas dan dibudidayakan di berbagai wilayah tropis, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dataran rendah hingga menengah, dengan intensitas cahaya matahari penuh dan curah hujan sedang hingga tinggi. Trembesi toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah liat, lempung, dan berpasir, selama memiliki drainase yang cukup baik. Spesies ini juga relatif tahan terhadap kondisi lingkungan perkotaan, namun memerlukan ruang tumbuh luas karena sistem perakaran dan tajuknya yang besar (Orwa et al., 2009).