Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Superdivisi : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Strelitziaceae
Genus : Ravenala
Spesies : Ravenala madagascariensis Sonn.
Berdasarkan hasil pendataan terbaru, populasi pisang kipas tercatat sebanyak 1 pohon.
Status konservasi : Least Concern (2021)
Ravenala madagascariensis adalah salah satu spesies tumbuhan berbentuk pohon dari famili Strelitziaceae. Tumbuhan ini berasal dari bioma beriklim tropis kering di wilayah Madagaskar timur dan tenggara.
Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini dikenal dengan sebutan traveler's tree.
Nama ilmiah Ravenala madagascariensis pertama kali dipublikasikan oleh botanis Pierre Sonnerat pada tahun 1782.
Tanaman ini berupa pohon herba berkayu semu dengan tinggi mencapai 15–30 meter dan diameter tajuk sekitar 15–18 meter. Batang bersifat tunggal atau membentuk anakan, tegak, dan tidak bercabang. Daunnya besar, berbentuk lonjong memanjang, dengan panjang helaian dapat melebihi 3 meter. Bunga berwarna putih hingga krem, tersusun dalam seludang berbentuk perahu, dan menghasilkan nektar dalam jumlah besar. Buah berukuran kecil dengan biji berwarna gelap yang dilapisi arilus biru mencolok (Gilman & Watson, 1994; Kress et al., 1994).
Ravenala madagascariensis memiliki berbagai manfaat, baik ekologis maupun praktis. Daunnya secara tradisional digunakan sebagai bahan atap, dinding sementara, dan alas lantai. Tanaman ini juga banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias lanskap karena bentuk tajuknya yang unik dan mencolok. Dalam ekosistem alaminya, bunga Ravenala berperan penting sebagai sumber pakan nektar bagi satwa penyerbuk, khususnya lemur, sehingga memiliki nilai ekologis yang tinggi (Kress et al., 1994).
Habitat alami Ravenala madagascariensis adalah hutan hujan tropis dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut, terutama di Madagaskar bagian timur. Tanaman ini tumbuh baik pada tanah subur dengan drainase baik dan kelembapan tinggi. Selain di habitat alami, Ravenala juga mampu tumbuh di area terbuka, lahan terganggu, serta banyak dibudidayakan di kawasan tropis dan subtropis sebagai tanaman ornamental (Gilman & Watson, 1994).