Kingdom : Plantae
Divisi : Streptophyta
Kelas : Equisetopsida
Order : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Cananga
Spesies : Cananga odorata (Lmk)Hook.f. & Thoms.
Berdasarkan hasil pendataan terbaru, populasi kenanga tercatat sebanyak 2 pohon.
Status konservasi : Least Concern (2019)
Kenanga (Cananga odorata) merupakan tumbuhan berbentuk pohon dari famili Annonaceae yang berasal dari bioma beriklim tropis basah. Tanaman ini asli Indonesia dan juga tersebar luas di kawasan Indo-Cina hingga Queensland, serta wilayah Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia. Kenanga dikenal sebagai flora identitas Provinsi Aceh dan Sumatra Utara. Bunganya yang harum banyak dimanfaatkan dalam ritual budaya, sebagai bahan obat tradisional, pemberi aroma masakan, pewangi rambut, serta bahan baku minyak atsiri. Selain itu, kayunya digunakan sebagai bahan bakar dan pembuatan korek api.
Nama ilmiah Cananga odorata pertama kali dipublikasikan oleh botanis Jean-Baptiste Lamarck pada tahun 1855
Nama lain dari kenanga adalah Bungong selanga (Aceh), Kenango (Jawa), Anga (Bima), Kananga wangi (Ambon), Bunga kaeik (Roti), Sapalin, Sipaniune, Kupaleuo (Seram).
Pohon ini umumnya tumbuh setinggi 10–20 m, dan di habitat alaminya dapat mencapai hingga 40 m, dengan batang tunggal tegak serta percabangan menyebar tidak beraturan dan ranting yang menggantung sehingga membentuk tajuk melebar dengan cabang terkulai. Kulit batang halus saat muda dan menjadi kasar serta beralur seiring bertambahnya umur. Daunnya tunggal dan tersusun berseling dalam satu bidang, berbentuk lonjong hingga elips lebar, dengan permukaan atas hijau mengilap dan bagian bawah lebih pucat serta sedikit berbulu, bertulang menyirip jelas dan tepi bergelombang. Bunganya besar, hijau kekuningan hingga kuning, tersusun menggantung dalam kelompok, memiliki enam mahkota berbentuk pita yang terpilin dan sangat harum, dengan aroma paling kuat saat berwarna kuning tua. Buah berupa buah majemuk terdiri atas beberapa beri lonjong yang menghitam saat masak, berisi biji pipih keras, dan dimanfaatkan burung serta mamalia kecil sebagai agen penyebaran biji (Parrotta, 2009).
Kandungan Kimia
Bunga: asam benzoat, farnesol, geraniol, linalool, bensin asetat, eugenol, safrol, kadinen, pinen. Kulit batang: alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid, dan tanin.
Industri dan Ekonomi
Sumber minyak atsiri ylang-ylang untuk parfum, sabun, kosmetik, dan aromaterapi
Bahan penyedap dan pewangi makanan serta minuman tertentu
Komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi, terutama dari Madagaskar dan Kepulauan Comoro
Kesehatan dan Obat Tradisional
Digunakan untuk mengatasi asma, sakit kepala, demam, gangguan pencernaan, dan penyakit kulit
Minyak atsiri digunakan sebagai relaksan, penurun stres, dan penenang
Bunga kenanga berkhasian sebagai obat nyeri haid, disamping itu bunganya untuk bahan kosmetika. Salep minyak atsiri bunga kenanga basis hidrokarbon efektif sebagai repelan terhadap nyamuk Anopheles aconitus betina.
Lanskap dan Budaya
Tanaman hias pekarangan dan pohon taman
Bunga digunakan dalam rangkaian bunga, upacara adat, dan wewangian tradisional (Parrotta, 2009)
Kenanga tumbuh optimal pada:
Daerah tropis lembap hingga agak kering
Ketinggian 0–800 m dpl (hingga 1.200 m di daerah ekuatorial)
Curah hujan tahunan 700–5.000 mm
Suhu rata-rata 18–28 °C
Tanah dalam, subur, dan berdrainase baik
Tanaman ini memerlukan cahaya matahari penuh, namun masih toleran terhadap naungan ringan dan dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah selama tidak salin (Parrotta, 2009).