Jumlah pelaku usaha pertanian perorangan di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 4.778 pelaku usaha (33,8%) di Kecamatan Kota Kefamenanu. Selanjutnya terdapat 2.252 pelaku usaha (15,9%) di Kecamatan Bikomi Selatan, 1.796 pelaku usaha (12,7%) di Kecamatan Bikomi Tengah, 1.525 pelaku usaha (10,8%) di Kecamatan Bikomi Utara , 1.513 pelaku usaha (10,7%) di Kec. Mutis, 1.198 pelaku usaha (8,5%) di Kec. Naibenu , dan 1.095 pelaku usaha (7,7%) di Kec. Bikomi Nilulat. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha pertanian terkonsentrasi pada kategori yang memiliki 4.778 pelaku usaha di Kec. Kota Kefamenanu, sementara kategori lainnya memiliki proporsi yang relatif lebih kecil.
Jumlah pelaku usaha tanaman pangan di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 2.667 pelaku usaha (20,7%) di Kec. Kota Kefamenanu. Selanjutnya terdapat 1.929 pelaku usaha (14,9%) di Kec.Bikomi Selatan, 1.820 pelaku usaha (14,1%) di Kec. Insana Utara, 1.634 pelaku usaha (12,7%) di Kec. Bikomi Tengah, 1.402 pelaku usaha (10,9%) di Kec. Bikomi Utara, 1.369 pelaku usaha (10,6%) di Kec. Mutis, dan kategori lainnya masing-masing sekitar 8,1% dan 8,0%. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha tanaman pangan terkonsentrasi pada kategori dengan 2.667 pelaku usaha di Kec. Kota Kefamenanu.
Jumlah petani hortikultura di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 1.550 petani (28,8%) di Kec. Bikomi Selatan, diikuti 1.251 petani (23,2%) di Kec. Kota Kefamenanu dan 693 petani (12,9%) di Kec. Naibenu. Kategori lainnya terdiri dari 429 petani (8,0%) di Kec. Insana Utara, 391 petani (7,3%) di Kec. Bikomi Utara, 381 petani (7,1%) di Kec. Mutis, 348 petani (6,5%) di Kec. Bikomi Tengah, dan 346 petani (6,4%) di Kec. Bikomi Nilulat. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar petani hortikultura terkonsentrasi pada dua kategori utama dengan total lebih dari separuh jumlah petani hortikultura di Kabupaten TTU.
Jumlah pekebun di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 1.255 pekebun (19,4%) di Kec. Bikomi Utara. Selanjutnya terdapat 1.061 pekebun (16,4%) di Kec. Bikomi Tengah, 1.010 pekebun (15,6%) di Kec. Bikomi Selatan, 987 pekebun (15,3%) di Kec. Kota Kefamenanu , 892 pekebun (13,8%) di Kec. Naibenu, 843 pekebun (13,0%) di Kec. Bikomi Nilulat, dan 421 pekebun (6,5%) di Kec. Mutis. Data ini menunjukkan bahwa distribusi pekebun di Kabupaten TTU relatif merata, meskipun kategori dengan 1.255 pekebun di Kec. Bikomi Utara memiliki proporsi terbesar.
Jumlah peternak di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 3.899 peternak (32,1%) di Kec. Kota Kefamenanu. Selanjutnya terdapat 2.013 peternak (16,6%) di Kec. Bikomi Selatan, 1.411 peternak (11,6%) di Kec. Bikomi Tengah, 1.401 peternak (11,5%) di Kec. Bikomi Utara, 1.205 peternak (9,9%) di Kec. Mutis, 1.103 peternak (9,1%) di Kec. Naibenu, dan 944 peternak (7,8%) di Kec. Bikomi Nilulat, sementara kategori terkecil hanya 1,4%. Data ini menunjukkan bahwa hampir sepertiga peternak di Kabupaten TTU terkonsentrasi pada kategori dengan 3.899 peternak di Kec. Kota Kefamenanu, sedangkan kategori lainnya memiliki proporsi yang lebih kecil dan relatif merata.
Jumlah pembudidaya ikan di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 77 pembudidaya (71,3%) di Kec. Kota Kefamenanu. Selanjutnya terdapat 16 pembudidaya (14,8%) di Kec. Bikomi Selatan, 6 pembudidaya (5,6%) di Kec. Bikomi Nilulat, 4 pembudidaya (3,7%) di Kec. Mutis, dan 3 pembudidaya (2,8%) di Kec. Bikomi Tengah, sementara kategori terkecil hanya 0,9%. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya ikan di Kabupaten TTU terkonsentrasi pada satu kategori utama dengan proporsi lebih dari dua pertiga dari total pembudidaya.
Jumlah nelayan tangkap di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori bukan nelayan tangkap sebanyak 87,5%, sedangkan nelayan tangkap berjumlah 150 orang (12,5%) Kec. Insana Utara. Data ini menunjukkan bahwa proporsi nelayan tangkap di Kabupaten TTU masih relatif kecil dibandingkan dengan penduduk atau pelaku usaha pada kategori lainnya.
Jumlah petani hutan di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 1.330 petani (18,9%) di Kec. Bikomi Utara, diikuti 1.196 petani (17,0%) di Kec.Kota Kefamenanu dan 1.098 petani (15,6%) di Kec. Bikomi Selatan. Kategori lainnya terdiri dari 862 petani (12,3%) di Kec. Naibenu, 753 petani (10,7%) di Kec. Mutis, 719 petani (10,2%) di Kec. Bikomi Tengah, 709 petani (10,1%) di Kec. Bikomi Nilulat, dan 353 petani (5,0%) di Kec. Insana Utara. Data ini menunjukkan bahwa distribusi petani hutan di Kabupaten TTU relatif merata, dengan kategori 1.330 petani di Kec. Bikomi Utara sebagai kelompok terbesar.
Pelaku usaha jasa pertanian di Kabupaten TTU didominasi oleh kategori dengan 295 pelaku usaha (76,2%) di Kec. Bikomi Selatan. Selanjutnya terdapat 70 pelaku usaha (18,1%) di Kec. Kota Kefamenau, 7 pelaku usaha (1,8%) di Kec. Mutis, dan kategori lainnya masing-masing sekitar 1,6%. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha jasa pertanian terkonsentrasi pada satu kategori utama yang mencapai lebih dari tiga perempat total pelaku usaha.
Jumlah petani tanaman pangan di Kabupaten Alor didominasi oleh kelompok dengan 3.141 orang (20,6%) di Kec. Alor Barat Daya. Selanjutnya terdapat kelompok dengan 2.108 orang (13,8%) di Kec. Teluk Mutiara, 2.062 orang (13,5%) di Kec. Pantar Timur, 1.995 orang (13,1%) di Kec. Pantar Tengah, 1.986 orang (13,0%) di Kec. Alor Selatan, dan 1.969 orang (12,9%) di Kec. Alor Timur. Kelompok dengan jumlah lebih sedikit adalah 1.230 orang (8,1%) di Kec. Mataru sedangkan yang paling sedikit berjumlah 742 orang (4,9%) di Kec. Pureman.
Berdasarkan diagram Jumlah Petani Hortikultura Kabupaten Alor, jumlah petani hortikultura terbanyak berada pada kategori dengan 2.261 orang (29,9%) di Kec. Alor Barat Daya, diikuti oleh kategori dengan 1.740 orang (23,0%) di Kec. Teluk Mutiara. Selanjutnya terdapat 857 orang (11,3%) di Kec. Alor Timur, 660 orang (8,7%) di Kec. Pantar Timur, 586 orang (7,7%) di Kec. Mataru, 576 orang (7,6%) di Kec. Alor Selatan, dan 533 orang (7,0%) di Kec. Pantar Tengah. Sementara itu, jumlah petani hortikultura paling sedikit terdapat pada kategori dengan 358 orang (4,7%) di Kec. Pureman. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar petani hortikultura terkonsentrasi pada dua kategori utama yang mencapai lebih dari separuh total petani hortikultura di Kabupaten Alor.
Berdasarkan diagram Jumlah Pekebun Kabupaten Alor, jumlah pekebun terbesar berada pada kategori dengan 2.860 orang (21,1%) di Kec. Alor Barat Daya. Selanjutnya terdapat 1.913 orang (14,1%) di Kec. Alor Selatan, 1.803 orang (13,3%) di Kec. Pantar Tengah, dan 1.741 orang (12,8%) di Kec. Teluk Mutiara. Dua kategori lainnya masing-masing memiliki 1.648 orang (12,1%) di Kec. Pantar Timur, sementara kategori dengan 1.242 orang (9,2%) di Kec. Mataru dan 711 orang (5,2%) di Kec. Pureman merupakan yang paling sedikit. Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa jumlah pekebun di Kabupaten Alor cukup tersebar, meskipun kategori dengan 2.860 orang di Kec. Alor Barat Daya mendominasi dengan proporsi lebih dari seperlima total pekebun.
Berdasarkan diagram Jumlah Usaha Peternak Kabupaten Alor, jumlah usaha peternak terbesar berada pada kategori dengan 2.838 usaha (24,4%) di Kec. Alor Barat Daya, diikuti oleh kategori dengan 2.613 usaha (22,5%) di Kec. Teluk Mutiara. Selanjutnya terdapat 1.636 usaha (14,1%) di Kec. Pantar Timur, 1.257 usaha (10,8%) di Kec. Pantar Tengah, dan 1.154 usaha (9,9%) di Kec. Alor Timur. Kategori lainnya masing-masing berjumlah 733 usaha (6,3%) di Kec. Mataru, dan 654 usaha (5,6%) di Kec. Pureman. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar usaha peternak di Kabupaten Alor terkonsentrasi pada dua kategori utama yang secara bersama-sama mencapai hampir setengah dari total usaha peternak.
Berdasarkan diagram Jumlah Pembudidaya Ikan Kabupaten Alor, jumlah pembudidaya ikan terbesar berada pada kategori dengan 327 orang (21,8%) di Kec. Pantar Timur, diikuti oleh kategori dengan 294 orang (19,6%) di Kec. Teluk Mutiara dan 275 orang (18,3%) di Kec. Alor Barat Daya. Selanjutnya terdapat 254 orang (16,9%) di Kec. Pantar Tengah dan 186 orang (12,4%) di Kec. Alor Timur. Sementara itu, kategori dengan jumlah yang lebih sedikit masing-masing sebanyak 80 orang (5,3%) di Kec. Pureman, 44 orang (2,9%) di Kec. Mataru, dan 43 orang (2,9%) di Kec. Alor Selatan. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pembudidaya ikan di Kabupaten Alor terkonsentrasi pada tiga kategori utama yang secara keseluruhan mencapai hampir 60 persen dari total pembudidaya ikan.
Berdasarkan diagram Jumlah Petani Hutan Kabupaten Alor, jumlah petani hutan terbesar berada pada kategori dengan 1.549 orang (33,0%) di Kec. Alor Barat Daya. Selanjutnya terdapat 1.103 orang (23,5%) di Kec. Pantar Tengah, 584 orang (12,4%) di Kec. Alor Timur, dan 483 orang (10,3%) di Kec. Teluk Mutiara. Kategori lainnya masing-masing berjumlah 442 orang (9,4%) di Kec. Mataru, 278 orang (5,9%) di Kec. Pantar Timur, 135 orang (2,9%) di Kec. Pureman, dan 122 orang (2,6%) di Kec. Alor Selatan. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah petani hutan di Kabupaten Alor didominasi oleh kategori dengan 1.549 orang di Kec. Alor Barat Daya, yang mencakup sekitar sepertiga dari total petani hutan, sementara kategori dengan 122 orang di Kec. Alor Selatan merupakan yang paling sedikit.
Berdasarkan diagram Jumlah Pelaku Jasa Usaha Pertanian Kabupaten Alor, jumlah pelaku usaha terbesar berada pada kategori dengan 154 orang (61,4%) di Kec. Pantar Tengah. Selanjutnya terdapat 63 orang (25,1%) di Kec. Alor Barat Daya dan 17 orang (6,8%) di Kec. Teluk Mutiara. Kategori lainnya memiliki jumlah yang relatif kecil, yaitu 9 orang (3,6%) di Kec. Alor Timur.
Sumber : BPS 2025