Diagram menunjukkan jumlah ternak di Kabupaten TTU yang didominasi oleh ayam, sapi, dan babi. Ayam memiliki proporsi terbesar (13,2%), diikuti sapi (11,7% dan 10,9%), serta babi (8,5% dan 8,1%). Sementara itu, komoditas ternak seperti kuda memiliki jumlah paling kecil (0,2%). Hal ini menunjukkan bahwa peternakan di Kabupaten TTU didominasi oleh unggas dan ternak besar sebagai komoditas utama.
Diagram lingkaran menunjukkan jumlah ternak di Kabupaten Kupang berdasarkan jenis ternak. Jumlah ternak terbesar adalah ayam buras sebanyak 77.065 ekor (17,0%), diikuti ayam broiler sebanyak 42.075 ekor (9,3%) dan ayam pedaging sebanyak 18.200 ekor (4,0%). Selain itu, terdapat ternak lain seperti kambing dengan proporsi sekitar 4,5–5,3%, babi sekitar 3,1–5,5%, dan sapi sekitar 2,7–4,4%. Data ini menunjukkan bahwa peternakan di Kabupaten Kupang didominasi oleh unggas, terutama ayam buras, dibandingkan dengan ternak ruminansia dan babi.
Diagram lingkaran menunjukkan jumlah ternak di Kabupaten Rote Ndao berdasarkan jenis ternak. Jumlah ternak terbesar adalah ayam kampung sebanyak 20.327 ekor (7,4%), diikuti ayam kampung sebanyak 15.342 ekor (5,6%) dan kelompok ternak lainnya sebanyak 9.560 ekor (3,5%). Selain itu, terdapat ternak lain seperti kambing dengan proporsi sekitar 3,5–4,7%, sapi sekitar 2,4–4,7%, babi sekitar 1,7–5,6%, dan domba sebesar 2,8%. Secara umum, komposisi peternakan di Kabupaten Rote Ndao didominasi oleh unggas, khususnya ayam kampung, sementara ternak ruminansia dan babi memiliki proporsi yang relatif lebih kecil.
Diagram lingkaran menunjukkan jumlah ternak di Kabupaten Sabu Raijua berdasarkan jenis ternak. Jumlah ternak terbesar adalah ayam buras sebanyak 106.726 ekor (38,3%), diikuti ayam buras sebanyak 54.710 ekor (19,6%), ayam buras sebanyak 40.900 ekor (14,7%), dan kelompok ternak lainnya sebanyak 13.303 ekor (4,8%). Selain itu, terdapat ternak lain seperti kambing dengan proporsi sekitar 3,7–5,1%, domba sekitar 1,9–3,4%, ayam broiler sebesar 1,6%, dan itik dengan proporsi 0,0%. Secara umum, komposisi peternakan di Kabupaten Sabu Raijua sangat didominasi oleh ayam buras, sedangkan ternak ruminansia dan jenis ternak lainnya memiliki proporsi yang jauh lebih kecil.
Diagram lingkaran menunjukkan distribusi jumlah ternak di Kecamatan Sumba Timur. Populasi ternak terbesar adalah ayam kampung sebanyak 27.027 ekor (31,4%), diikuti ayam kampung sebanyak 16.546 ekor (19,2%) dan ayam kampung sebanyak 9.044 ekor (10,5%). Sementara itu, jenis ternak lain memiliki proporsi yang lebih kecil, yaitu babi sebesar 6,2%, kerbau sebesar 4,0% dan 3,9%, kambing sebesar 3,3% dan 3,6%, sapi sebesar 2,5%, serta bebek sebesar 1,6%. Data ini menunjukkan bahwa ayam kampung merupakan komoditas ternak yang paling dominan di Kecamatan Sumba Timur.
Sumber : BPS 2025