Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) didominasi oleh pepaya dengan proporsi 33,6%, diikuti pisang (15,3%), kelapa (10,1%), dan nanas (7,6%). Sementara itu, komoditas lainnya seperti sawi, tomat, cabai rawit, kopi, dan labu siam memiliki proporsi yang lebih kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa produksi pertanian TTU cukup beragam, dengan komoditas hortikultura dan buah-buahan sebagai potensi utama yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian kawasan perbatasan.
Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Alor didominasi oleh sawi (14,6%) dan kangkung (13,7%), diikuti cabai rawit (11,0%), cabai rawit (5,9%), terung (5,3%), kacang panjang (5,2%), dan tomat (5,1%). Sementara itu, berbagai komoditas lainnya memiliki proporsi yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa sektor hortikultura menjadi potensi utama pertanian di Kabupaten Alor yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat kawasan perbatasan.
Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Belu didominasi oleh terong dengan proporsi 35,4%, diikuti labu siam (8,5%), cabai rawit (7,7%), dan tomat (5,9%). Sementara itu, komoditas lain seperti kubis, mangga, pisang, pepaya, dan cabai keriting memiliki proporsi yang lebih kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor hortikultura menjadi potensi utama pertanian di Kabupaten Belu dan berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat kawasan perbatasan.
Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Malaka didominasi oleh cabai rawit dengan proporsi 40,9%, diikuti kunyit (26,5%), cabai keriting (13,4%), dan cabai besar (12,7%). Sementara itu, komoditas lain seperti laos, jahe, serai, kencur, dan tomat memiliki proporsi yang relatif kecil. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas rempah dan hortikultura, khususnya berbagai jenis cabai, menjadi potensi utama pertanian di Kabupaten Malaka yang berperan dalam mendukung perekonomian masyarakat kawasan perbatasan.
Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) didominasi oleh cabai rawit dengan proporsi 24,8%, diikuti cabai rawit lainnya (17,6%), tomat (11,6%), dan bawang merah (10,6%). Komoditas lain seperti kunyit, jeruk nipis, laos, jahe, dan serai memiliki proporsi yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas hortikultura, khususnya cabai dan sayuran, menjadi potensi utama pertanian di Kabupaten TTS yang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat kawasan perbatasan.
Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Kupang didominasi oleh kelapa dengan proporsi 44,7%, diikuti komoditas kelapa lainnya (8,3%), pepaya dan pisang (masing-masing 4,4%), serta mangga (2,7%). Komoditas lain seperti cabai rawit, jeruk nipis, jambu mete, dan kapuk memiliki proporsi yang relatif kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kelapa merupakan komoditas unggulan Kabupaten Kupang yang berpotensi besar mendukung perekonomian masyarakat dan pengembangan kawasan perbatasan.
Sumber : BPS 2025