Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Rote Ndao didominasi oleh cabai rawit dengan proporsi 22,9%, diikuti pisang (11,8%), bawang merah (7,4%), dan kelapa sebagai salah satu komoditas utama. Sementara itu, komoditas lain seperti mangga, nangka, pepaya, kangkung, dan lontar memiliki proporsi yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa sektor hortikultura dan perkebunan menjadi potensi utama pertanian di Kabupaten Rote Ndao yang mendukung perekonomian masyarakat kawasan perbatasan.
Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Sabu Raijua didominasi oleh jagung dengan proporsi 28,5% dan 22,2%, diikuti kacang hijau (10,2%) serta padi (7,4%). Komoditas lain seperti kangkung, sorgum, kacang tanah, dan bawang merah memiliki proporsi yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman pangan, khususnya jagung, merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sabu Raijua yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat kawasan perbatasan.
Diagram menunjukkan bahwa komoditas pertanian di Kabupaten Sumba Timur didominasi oleh jambu mete dengan proporsi 35,3% dan 32,7%, diikuti kopi (10,9%). Sementara itu, komoditas lain seperti kelapa, pinang, dan cabai rawit memiliki proporsi yang relatif kecil. Hal ini menunjukkan bahwa komoditas perkebunan, khususnya jambu mete, menjadi potensi unggulan Kabupaten Sumba Timur yang berperan penting dalam mendukung perekonomian masyarakat dan pengembangan kawasan perbatasan.
Diagram lingkaran menunjukkan komoditas pertanian di Kabupaten SBD yang didominasi oleh tomat dan cabai rawit. Tomat merupakan komoditas dengan kontribusi terbesar, yaitu sebesar 41,9% (92.900), diikuti cabai rawit sebesar 38,3% (85.000). Komoditas lainnya seperti terung (12,3%), petsai (4,2%), kangkung (1,7%), dan pepaya (0,6%) memiliki proporsi yang lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa produksi pertanian di Kabupaten SBD lebih terkonsentrasi pada komoditas hortikultura, khususnya tomat dan cabai rawit.
Diagram lingkaran menunjukkan komoditas pertanian di Kabupaten SB dengan proporsi hasil produksi masing-masing komoditas. Tomat merupakan komoditas dengan persentase terbesar (17,8%), diikuti pisang (11,4%), terung (8,7%), cabai rawit (7,0%), kacang panjang (6,6%), dan mangga (6,3%). Sementara itu, komoditas seperti nangka (1,4%), semangka (1,5%), dan cabai rawit lainnya (2,1%) memiliki kontribusi yang relatif lebih kecil. Hal ini menunjukkan bahwa produksi pertanian di Kabupaten SB didominasi oleh komoditas hortikultura, khususnya sayuran dan buah-buahan.
Sumber : BPS 2025