LOKASI PLBN MOTAAIN
LOKASI PLBN MOTAAIN
Berdasarkan data SIDARA ESB, jumlah keberangkatan Warga Negara Indonesia (WNI) melalui PLBN Motaain selama periode Januari–September 2026 mencapai 67.384 orang. Jumlah keberangkatan tertinggi tercatat pada bulan Juli sebanyak 9.036 orang, sedangkan jumlah terendah terjadi pada bulan Februari sebanyak 5.679 orang. Secara umum, tren keberangkatan WNI menunjukkan peningkatan dari bulan ke bulan, yang mencerminkan tingginya aktivitas mobilitas masyarakat lintas batas melalui PLBN Motaain sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data SIDARA ESB, jumlah keberangkatan Warga Negara Asing (WNA) melalui PLBN Motaain selama periode Januari–September 2026 tercatat sebanyak 116.709 orang. Jumlah keberangkatan tertinggi terjadi pada bulan Juni sebanyak 19.509 orang, sedangkan jumlah terendah tercatat pada bulan Februari sebanyak 10.086 orang. Selain itu, terdapat 5 orang yang tercatat dalam kategori deportasi pada periode tersebut. Secara umum, jumlah keberangkatan WNA melalui PLBN Motaain menunjukkan tren yang fluktuatif dengan kecenderungan meningkat hingga pertengahan tahun, mencerminkan tingginya aktivitas perlintasan lintas batas di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Berdasarkan data kedatangan WNI melalui PLBN Motaain Tahun 2026, jumlah kedatangan pada periode Januari–September tercatat sebanyak 65.889 orang. Jumlah kedatangan tertinggi terjadi pada Juli sebanyak 9.033 orang, sedangkan jumlah terendah terjadi pada Februari sebanyak 5.898 orang. Selain itu, pada periode tersebut tercatat 43 orang dalam kategori repatriasi. Secara umum, arus kedatangan WNI melalui PLBN Motaain menunjukkan fluktuasi setiap bulan, dengan peningkatan pada pertengahan tahun. Data ini mencerminkan dinamika mobilitas masyarakat serta aktivitas perlintasan batas antara Indonesia dan Timor-Leste.
Berdasarkan data kedatangan WNA melalui PLBN Motaain Tahun 2026, jumlah kedatangan pada periode Januari–September tercatat sebanyak 132.380 orang. Jumlah kedatangan tertinggi terjadi pada Juni sebanyak 19.509 orang, sedangkan jumlah terendah terjadi pada Februari sebanyak 10.519 orang. Pada periode tersebut, tidak terdapat data repatriasi maupun deportasi WNA yang tercatat. Secara umum, arus kedatangan WNA melalui PLBN Motaain menunjukkan peningkatan pada awal hingga pertengahan tahun, kemudian mengalami fluktuasi pada bulan-bulan berikutnya. Kondisi ini menggambarkan dinamika mobilitas warga negara asing serta aktivitas perlintasan di kawasan perbatasan Indonesia–Timor-Leste.
Berdasarkan data keberangkatan lintasan kendaraan melalui PLBN Motaain Tahun 2026, jumlah kendaraan yang melintas pada periode Januari–September tercatat sebanyak 10.652 kendaraan, yang terdiri dari 5.236 kendaraan pribadi dan 5.416 kendaraan muatan. Jumlah lintasan kendaraan tertinggi terjadi pada Juli sebanyak 1.462 kendaraan, sedangkan yang terendah terjadi pada Februari sebanyak 976 kendaraan. Secara umum, pergerakan kendaraan yang melintasi PLBN Motaain menunjukkan tren peningkatan dari awal hingga pertengahan tahun, yang mencerminkan meningkatnya aktivitas transportasi, perdagangan, dan mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Berdasarkan data kedatangan lintasan kendaraan melalui PLBN Motaain Tahun 2026, jumlah kendaraan yang melintas pada periode Januari–September tercatat sebanyak 11.931 kendaraan, yang terdiri dari 11.931 kendaraan pribadi dan 2.662 kendaraan muatan. Jumlah kedatangan kendaraan tertinggi terjadi pada Juni sebanyak 2.089 kendaraan, sedangkan yang terendah terjadi pada Mei sebanyak 1.372 kendaraan. Secara umum, arus kedatangan kendaraan melalui PLBN Motaain menunjukkan tren yang fluktuatif namun relatif stabil, dengan dominasi kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan muatan. Tingginya mobilitas kendaraan ini mencerminkan aktivitas sosial, ekonomi, dan perdagangan yang cukup aktif di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste melalui PLBN Motaain
Berdasarkan data kunjungan wisata di PLBN Motaain Tahun 2026, jumlah kunjungan wisata pada periode Januari–Agustus tercatat sebanyak 58.565 orang. Jumlah kunjungan wisata tertinggi terjadi pada Juli sebanyak 10.707 orang, sedangkan yang terendah terjadi pada April sebanyak 7.232 orang. Secara umum, kunjungan wisata ke PLBN Motaain menunjukkan tren yang fluktuatif namun cenderung meningkat, terutama pada pertengahan tahun. Hal ini menunjukkan bahwa PLBN Motaain tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang perlintasan batas negara, tetapi juga menjadi salah satu destinasi yang menarik minat masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Berdasarkan data nilai ekspor melalui PLBN Motaain Tahun 2026, total nilai ekspor pada periode Januari–Agustus tercatat sebesar Rp416.738.638.992. Nilai ekspor tertinggi terjadi pada Agustus sebesar Rp66.558.478.883, sedangkan yang terendah terjadi pada Februari sebesar Rp4.003.214.304. Secara umum, nilai ekspor melalui PLBN Motaain menunjukkan tren yang cenderung meningkat dari awal hingga pertengahan tahun, yang mencerminkan semakin aktifnya kegiatan perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste. Peningkatan nilai ekspor ini menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan serta kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelaku usaha di wilayah perbatasan.
Berdasarkan data nilai impor melalui PLBN Motaain Tahun 2026, total nilai impor pada periode Januari–Agustus tercatat sebesar 7.047.244 kg Nilai impor tertinggi terjadi pada Juli sebesar 2.179.759 kg, sedangkan yang terendah terjadi pada Juni sebesar 846.400 kg. Aktivitas impor hanya tercatat pada beberapa bulan tertentu, yaitu Februari, Maret, April, Juni, dan Juli, sementara pada bulan lainnya belum terdapat transaksi impor yang tercatat. Secara umum, nilai impor melalui PLBN Motaain masih relatif rendah dibandingkan nilai ekspor, yang menunjukkan bahwa arus perdagangan lintas batas di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste lebih didominasi oleh kegiatan ekspor. Kondisi ini mencerminkan potensi produk lokal yang cukup kompetitif dalam memenuhi kebutuhan pasar di negara tetangga serta memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian kawasan perbatasan.
Sumber : PLBN