Planning membahas tentang HR strategy, budget & planning, KPI Setting
HR strategy harus selaras dengan bisnis strategi
Untuk membahas HR strategy maka kita harus paham terlebih dahulu visi dan misi organisasi
Visi = Tugas yang akan dicapai dapat menjadi acuan karena dapat diukur apa dan kapan yang akan dilakukan. Visi diambil dari kata vision yang berarti penglihatan atau visibility (kemampuan jarak pandang).
Misi = Langkah–langkah dan tugas yang dilakukan untuk meraih visi
Tips untuk menyusun pernyataan visi & misi
Terukur : terbaik 2023, Terbaik di Asia 2025
Aspiratif : Terdepan, pertama, jaringan terluas
Ruang Lingkup : Memproduksi busana muslim, penyedia layanan komunikasi
Skala : Indonesia, Asia, Dunia
Bila visi merupakan suatu tujuan besar dalam waktu 5-10 tahun, misi setiap 2 tahun, maka strategi akan mengikuti perubahan misi.
Untuk mengidentifikasi visi, misi dan strategi saat ini masih relevan salah satu tools yang digunakan yaitu analisis SWOT.
SWOT analysis terdiri dari external analisis dan internal analisis
External analisis yaitu menganalisis opportunity dan threat.
Opportunity = apa saja yang dapat dilakukan dengan mudah oleh organisasi
Threat = apa saja ancaman/ hal besar dan sulit dilakukan olehiorganisasi
Internal analisis yaitu menganalisis strength dan weakness yang harus dibandingkan dengan kompetitor. Yaitu menganalisis kekuatan dan kelemahan internal vs kekuatan dan kelemahan eksternal.
Value Culture
Value yang menjadi nilai dasar perilaku organisasi sehingga dapat menjalankan misi sesuai strategi yang telah ditetapkan.
Value juga menjadi dasar core competency yang wajib dipenuhi semua orang di organisasi
Competency terdiri dari :
Core competency : kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap orang di organisasi
Soft competency : kompetensi penunjang yang dibutuhkan untuk pekerjaan.
Function competency : kompetensi terkait pekerjaan yang dilakukan dimana kompetensi ini harus diisi pemegang jabatan agar dapat dengan baik menyelesaikan tugasnya.
Maka value ini menjadi dasar competency. Core inilah yang akan menjadi budaya organisasi sehingga dapat berjalan ke arah dan tujuan yang sama sesuai visi, misi dan strategi organisasi
Man Power Planning
Man power planning = Perencanaan menempatkan karyawan sesuai kebutuhan baik secara jumlah, kebutuhan, sesuai posisi dan waktu yang tepat untuk membantu mencapai tujuan perusahaan.
Perancangan ini harus dirancang sesuai dengan kebutuhan dan standard job requirement
Manfaat Man Power Planning
Meningkatkan efektivitas pengelolaan HR
Dengan melakukan MPP maka secara tidak langsung merancang secara detil dalam proses rekrutmen karyawan, perencanaan tersebut akan terbentuk mulai dari rencana sourcing, proses rekrutmen hingga penempatan karyawan. Dengan proses ini maka eksekusi lebih terarah termasuk juga dengan penggunaan budgeting
Mampu memenuhi kebutuhan man power yang kompeten
Karena dengan proses MPP yang baik maka kebutuhan man power akan tepat sesuai dengan spesifikasi apa yang dibutuhkan dan kapan akan bergabung selain MPP yang baik maka proses rekrutmen dalam penempatan karyawan yang kompeten dan tepat pada posisi akan jauh lebih optimal.
Dapat membangun sistem informasi HR yang akurat
Dengan membuat MPP yang terstruktur maka secara otomatis akan membentuk sistem informasi atau HRIS yang akurat hal ini tentu memudahkan dalam mengontrol kerja dan meningkatkan kinerja tim HR
HR Budgeting
Budgeting atau penyusunan anggaran adalah perkiraan (forecast) atau estimasi pengeluaran biaya yang dibuat berdasarkan hasil analisis bisnis yang telah dilakukan.
Tujuan utama dari dilakukannya budgeting, ada 3 hal :
Alat ukur bagi manajemen dalam melakukan perencanaan keuangan dimasa yang akan datang
Membuat perencanaan mengenai seberapa besar anggaran biaya yang ditetapkan dan untuk dijadikan sebagai acuan otoritasi keuangan
Alat untuk mengukur seberapa besar tingkat pencapaian dari target perusahaan dan efisiensi biaya yang dikeluarkan
Ada 2 hal dalam HR Budgeting :
Opex / Operating Expense
Pengeluaran yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional, biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjaga kelangsungan aktivitas perusahaan yang telah direncanakan agar dapat berjalan dengan baik.
Contohnya biaya operasional ini dapat kita bagi menjadi dua kategori yaitu fixed cost & variabel cost.
Fixed cost = biaya yang tidak akan berubah, meski ada kenaikan produktivitas seperti biaya gaji karyawan, seragam karyawan.
Variabel cost = biaya yang berubah mengikuti kenaikan atau turunnya aktivitas
Capex / Capital Expense
Pengeluaran tidak selalu ada dalam anggaran perusahaan karena sifatnya yang tidak rutin hanya sesuai dengan kebutuhan
Contoh opex dan copex
Telpon (copex), biaya tagihan telpon per bulan (opex)
Printer (copex), tinta kertas (opex)
Disinilah pentingnya prosesi strategi HR dalam memastikan bahwa budgeting sudah sesuai dengan rencana/ HR Planning sehingga penting untuk mengoptimisasi pengeluaran sebaik mungkin.