https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Tata_Perayaan_Ekaristi
https://ventimiglia.id/wp-content/uploads/2021/09/SOSIALISASI-TATA-PERAYAAN-EKARISTI-2020-BUKU-UMAT.pdf
Tata Perayaan Ekaristi (disingkat TPE) adalah buku panduan liturgi Ritus Romawi yang menjabarkan secara terperinci tahap demi tahap misa atau perayaan Ekaristi Gereja Katolik berbahasa Indonesia. TPE tersebut sejatinya merupakan karya terjemahan berdasarkan buku Misale Romawi (bahasa Latin: Missale Romanum) yang menjadi buku panduan liturgi resmi bagi seluruh Gereja Katolik Roma Ritus Romawi saat ini. TPE ini dikeluarkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan menjadi buku panduan resmi atas seluruh misa Katolik berbahasa Indonesia di seluruh Indonesia.
Sebelum tahun 1960, seluruh tahapan perayaan misa di Indonesia menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa pengantar. Kemudian sejak tahun 1960, perayaan Ekaristi di Indonesia mulai dirayakan dalam bahasa Indonesia secara tidak resmi, meskipun bagian Doa Syukur Agung (prex eucharistica) masih didoakan oleh Imam dalam bahasa Latin. Pada tahun 1964, Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI; sekarang disebut Konferensi Waligereja Indonesia atau disingkat KWI) memohon secara resmi kepada Takhta Suci (yang saat itu dipimpin oleh Paus Paulus VI) agar Gereja Katolik Indonesia dapat merayakan Ekaristi dalam bahasa Indonesia, sehingga tahun tersebut menjadi tahun resmi penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar misa di Indonesia. Dua tahun setelahnya, MAWI kembali meminta izin kepada Takhta Suci, tetapi kali ini untuk membacakan Doa Syukur Agung dalam bahasa Indonesia.
Pada tahun 1971, Panitia Waligereja Indonesia bidang Liturgi MAWI (PWI-Liturgi MAWI; sekarang disebut Komisi Liturgi KWI) menerbitkan buku Aturan Upacara Misa yang berisi seluruh tata perayaan misa, prefasi-prefasi, dan Doa Syukur Agung. Buku tersebut merupakan terjemahan atas Misale Romawi editio typica (edisi khas) pertama (1970) yang sebelumnya mendapat promulgatio dari Paus Paulus VI dengan konstitusi apostolik "Missale Romanum" yang dikeluarkan pada tanggal 3 April 1969. Dalam perkembangan selanjutnya, terdapat beberapa tambahan atau perubahan doa-doa, aklamasi-aklamasi, dan prefasi-prefasi dalam bahasa Indonesia yang ditambahkan bersama Aturan Upacara Misa untuk perayaan misa di Indonesia.
Pada tahun 1977, naskah terjemahan Misale Romawi editio typica kedua (1975) mendapat persetujuan ad experimentum (sebagai percobaan) oleh MAWI dalam penggunaan pada perayaan misa. Pada tahun 1979, naskah tersebut diterbitkan oleh PWI-Liturgi dengan nama Tata Perayaan Ekaristi (TPE). Buku TPE ini menggantikan buku Aturan Upacara Misa sehingga buku tersebut tidak berlaku lagi. Belasan tahun kemudian, tepatnya mulai pada tahun 1993, TPE dengan beberapa pengubahan digabung dan dimasukkan ke dalam buku madah Puji Syukur, yaitu di antara kumpulan doa-doa dan kumpulan nyanyian-nyanyian misa.
Pada awal-awal tahun 2000-an, beberapa ensiklik dan dokumen resmi Gereja mengenai liturgi dan Ekaristi dikeluarkan oleh Takhta Suci. Salah satu di antaranya adalah dokumen Misale Romawi editio typica ketiga yang dikeluarkan pada tahun 2002. Pada tahun 2003–2004, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) berusaha menerjemahkan Misale Romawi terbaru dan mengimplementasikannya dalam bentuk revisi TPE. TPE edisi 2005 mendapatkan approbatio oleh para uskup dalam Sidang KWI November 2003, recognitio dari Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen dari Kuria Roma, serta promulgasi dari Presidium KWI [ada tanggal 29 Mei 2005. TPE edisi 2005 diterbitkan dalam buku yang terpisah dari Puji Syukur dan dicetak dalam dua versi, yaitu Buku Umat (yang memuat garis besar Perayaan Ekaristi) dan Buku Imam (yang memuat seluruh tata cara Perayaan Ekaristi sesuai Misale Romawi).
Pada tahun 2008, Takhta Suci kembali mengeluarkan Misale Romawi editio typica ketiga versi revisi reimpressio emendata ("penekanan yang diperbaiki"). Pada tahun 2021, KWI mengeluarkan TPE edisi 2020 yang merupakan terjemahan dari versi Misale Romawi 2008 sekaligus revisi dari TPE edisi 2005, yang telah mendapatkan imprimatur dari Presidium KWI pda tanggal 18 Oktober 2020. Sama seperti sebelumnya, TPE edisi 2020 juga dicetak dalam dua versi, yaitu "Buku Umat" dan "Buku Imam".
Berikut adalah Tata Perayaan Ekaristi edisi 2020.
Ritus Pembuka dimulai dari perarakan masuk imam dan pelayan, hingga doa kolekta selesai didaraskan oleh imam. Ritus Pembuka bertujuan mempersatukan dan mempersiapkan umat yang berhimpun agar dapat mendengarkan sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak.
Selama Ritus Pembuka, semua umat berdiri.
Langkah-langkah prosesi perarakan masuk adalah sebagai berikut.
Semua imam dan pelayan misa berarak menuju altar.
Setiba di altar, semua imam dan pelayan membungkuk khidmat atau berlutut, kecuali diakon/lektor pembawa Evangeliarium yang langsung naik dan meletakkan Evangeliarium di altar.
Para pelayan meletakkan semua lilin dan salib, lalu duduk. Sementara itu, imam naik, mencium altar, dan (bila perlu) mendupai salib dan altar, lalu ke kursi dan duduk, kecuali selebran yang tetap berdiri.
Perarakan masuk dapat diiringi nyanyian.
Setelah perarakan selesai dan nyanyian berakhir, selebran membuat Tanda Salib.
Imam mengucapkan salam pembuka dan umat menjawab salam.
I : Tuhan bersamamu.
atau
Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus bersamamu.
atau
Rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus, bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.
Khusus untuk uskup:
Usk. : Damai bagimu.
U : Dan bersama rohmu.