Jumlah Misdinar : 8
Pembagian Tugas :
Pembawa Wiruk - (Misdinar Wirug): Bertugas di pendupaan
Pembawa Ratus - (Misdinar Ratus): Bertugas di pendupaan
Pembawa Lilin (1) - (Misdinar Lilin1): Semua tugas yang menggunakan lilin, menerima persembahan, Beres-beres Altar.
Pembawa Lilin (2) - (Misdinar Lilin2): Semua tugas yang menggunakan lilin, Menerima persembahan, Jemput berkat anak.
Pembawa Lilin (3) - (Misdinar Lilin3): Semua tugas yang menggunakan lilin, Menjemput Persembahan.
Pembawa Lilin (3) - (Misdinar Lilin4): Semua tugas yang menggunakan lilin, Menjemput Persembahan.
Pembawa Salib - (Misdinar Salib) : Di Kreden saat persiapan persembahan, Gong dan Lonceng, Jemput berkat anak.
Misdinar lainnya - (Misdinar Kreden) : Di Kreden saat persiapan persembahan, Lonceng, dan Beres-beres Altar .
Posisi duduk kursi kiri dan kanan (setelah keluar dari sakristi dalam dari kiri ke kanan):Â
Misdinar Wirug, Misdinar Ratus, Misdinar Lilin1, Misdinar Kreden,Â
Misdinar Salib, Misdinar Lilin2, Misdinar Lilin3, Misdinar Lilin4.
Harap sudah berada di gereja 30 menit sebelum Misa dimulai
Sebelum dan sesudah Misa, semua petugas liturgi berdoa bersama di Sakristi.
Misdinar perempuan rambut harap dikucir dan poni diberi Pita.
Saat memberi hormat kepada Uskup/Romo hanya kepala yang bergerak, bahu sebisa mungkin tidak ikut bergerak.
Harap duduk yang tenang tangan di atas paha dan pandangan fokus pada prosesi Misa.
Misdinar berjalan bersama Uskup, Romo dan petugas liturgi dari Sakristi menuju Altar dengan formasiÂ
baris 1: Misdinar Wirug dan Ratus
Baris 2: Misdinar Salib
Baris 3: Misdinar Lilin1 dan Lilin2
 Baris 4: Misdinar Lilin3 dan Lilin4
 Baris 5: Misdinar Kreden.
Petugas liturgi lainnya
Sesampainya di depan Altar, Misdinar sedikit bergeser ke arah luar sehingga ada tempat untuk Uskup dan Romo di tengah dan kemudian jengkeng bersama-sama.
Di bagian kiri, Misdinar Lilin1 memberi satu ruang di sebelah Misdinar Wiruk untuk diisi Misdinar Kreden.Â
Setelah jengkeng bersama-sama, Uskup dan Romo akan naik ke Altar, Prodiakon ke posisinya, Misdinar Salib menaruh salib di tempatnya, Misdinar Wirug dan Ratus maju ke arah Uskup untuk proses pendupaan pertama.
Saat Uskup mulai mendupai, Misdinar Wirug dan Misdinar Ratus mundur di tempat yang tidak menghalangi Uskup berjalan.
Setelah Uskup selesai mendupai Altar, Misdinar Wirug maju untuk mengambil wiruk dari Uskup, Misdinar Ratus diam di tempat. Kemudian secara bersama-sama kembali ke barisan.
Setelah semua Misdinar kembali, semua Misdinar memberi hormat lalu masuk ke dalam Sakristi untuk menaruh wiruk dan lilin.
Urutan posisi saat keluar: Misdinar Wirug, Misdinar Ratus, Misdinar Lilin1, Misdinar Kreden, Misdinar Salib, Misdinar Lilin2, Misdinar Lilin3, Misdinar Lilin4.
Uskup :
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
Umat :
Amin
Misdinar berdiri
Uskup :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Misdinar berdiri
Uskup menyampaikan pengantar Misa
Misdinar berdiri
Uskup :
Saya mengaku ...
Umat :
Kepada Allah yang maha kuasa
Misdinar berdiri
Uskup :
Tuhan Kasihanilah Kami
Umat :
Tuhan Kasihanilah Kami
Misdinar berdiri
Uskup :
Kemuliaan bagi Allah di Surga
Umat :
Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya
Misdinar berdiri
Uskup :
Marilah berdoa
....
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Umat :
Amin.
Misdinar berdiri.
Pada saat Umat menjawab Amin, Misdinar mundur ke kursi, tunggu Romo duduk dulu baru Misdinar duduk.
Misdinar duduk
Misdinar duduk
Misdinar Wirug, Dupa, dan Lilin masuk ke dalam Sakristi untuk mengambil alat-alat.
Petugas Mazmur menyanyikan Alleluya
Misdinar yang berada di dalam Sakristi keluar (dengan urutan: Lilin1, Lilin2, Ratus, Wirug, Lilin3, Lilin4) dan menuju depan Altar, lalu memberi hormat. Setelah itu Misdinar Wiruk dan Ratus bergerak ke arah Uskup untuk pengisian dupa.
Setelah Dupa selesai diisi, Misdinar Wiruk dan Ratus kembali ke barisan di depan Altar lagi.
Saat Bait pengantar Injil selesai, Misdinar bergerak ke arah Mimbar. Wirug dan Ratus ke belakang Mimbar, Lilin ke depan Mimbar.
***
Misdinar Kreden dan Misdinar Salib berdiri di tempat.
Romo :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Romo :
Inilah injil Yesus Kristus menurut ...
Umat :
Dimuliakanlah Tuhan
***
Romo mengambil Wirug dari Misdinar untuk mendupai Injil
***
Romo :
Demikianlah Sabda Tuhan
Umat :
Terpujilah Kristus
Setelah Romo selesai membacakan Injil, Misdinar yang di kursi duduk seperti umat lainnya, sedangkan Misdinar yang berada di sekitar Mimbar bergerak ke depan Altar, memberi hormat, lalu masuk ke dalam Sakristi untuk mengembalikan alat-alat.
Kemudian Misdinar keluar lagi lewat pintu kanan.
Misdinar duduk
Misdinar berdiri maju ke arah bantal
Misdinar berdiri
Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu Persiapan Persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni.
Berikut adalah urutan aktivitas Uskup dan Romo dalam prosesi persiapan persembahan:
Romo menerima Piala (dan mungkin Sibori) dari Misdinar dari Kreden.
Romo menerima Anggur dan Air dari Misdinar dari Kreden.
Uskup Menerima persembahan dari Umat
Uskup Mendupai Persembahan.
Uskup didupai oleh Romo
Membasuh tangan sebelum Doa Atas Persembahan
Misdinar mendupai umat.
No 6 dan 7 biasanya berlangsung bersamaan
Setelah Doa Umat selesai, semua Misdinar jengkeng, lalu secara bersama-sama melakukan gerakan berikut:
Dua misdinar paling kiri (Misdinar Wiruk dan Misdinar Ratus) masuk ke Sakristi untuk mengambil Wiruk dan dupa, dan langsung keluar lewat pintu kanan.
Dua Misdinar paling tengah (Misdinar Kreden dan Misdinar Salib) bergerak ke arah Kreden.
Dua Misdinar paling kanan (Misdinar Lilin3 dan Lilin4) bergerak menjemput persembahan.
Misdinar Lilin1 dan Lilin2 berdiri di tempat, dan naik ke tangga saat Uskup mulai bergerak untuk menyambut persembahan,Â
Romo menerima Piala dan Sibori kosong
Petugas: Misdinar Kreden dan Misdinar Salib
Setelah sampai di Kreden, satu Misdinar langsung mengambil Piala (tangan kiri memegang bagian tengah, dan tangan kanan memegang bagian atas) dan jika ada, Misdinar lainnya mengambil Sibori. Setelah kedua Misdinar siap, bisa langsung menuju Altar tanpa harus menunggu Romo memberi kode.
Sebisa mungkin berjalan beriringan, dan memberi hormat sesampainya di Altar, lalu memberikannya kepada Romo.
Sebelum kembali ke Kreden, Misdinar memberi hormat kepada Romo, memutar ke arah dalam, lalu berjalan ke Kreden.
Romo menerima Air dan Anggur
Petugas: Misdinar Kreden dan Misdinar Salib
Setelah semua piala dan sibori dihantar ke altar, dan romo mulai meletakkan alat-alat, maka Misdinar membawa Ampul maju ke arah Romo untuk mengantarkan Ampul berisi Air dan Anggur.
Romo Menerima Persembahan Umat
Petugas: Misdinar Lilin
Saat Uskup bergerak untuk menerima persembahan, Misdinar Lilin1 dan Lilin2 maju ke arah tangga untuk menerima persembahan.
***
Misdinar yang berada di Kreden juga harus memperhatikan berapa jumlah persembahan yang dihantar. Jika persembahan lebih dari empat, maka misdinar yang di kreden bersiap membantu menyambut sesuai jumlah hantaran.Â
***
Persembahan berupa Sibori ditaruh di Altar. Persembahan lainnya bisa ditaruh di lantai di depan Altar atau di samping Meja Kreden.
Setelah menaruh persembahan, Misdinar Lilin3 dan Lilin4 langsung masuk ke dalam Sakristi.Â
Misdinar Lilin1 dan Lilin2 tetap menunggu di kreden untuk menunggu (dan menerima hantaran) persembahan berupa Peti Kolekte.
Jika hantaran datang, Misdinar Lilin1 dan Lilin2 bergerak ke depan untuk menerima peti kolekte dan membawanya di bawa Altar atau di samping meja kreden.
Jika hantaran peti kolekte tidak datang, Misdinar Lilin1 dan Lilin2 bisa masuk ke dalam Sakristi bersamaan dengan Misdinar Wirug dan Ratus.
Misdinar keluar saat lagu Kudus
Romo Mendupai Persembahan
Misdinar Wirug dan Ratus bergerak mendekati Romo untuk pengisian Dupa, Romo kemudian akan memberikan wirug kepada Uskup yang akan mendupai persembahan dan Altar.
Saat Uskup mendupai persembahan, Misdinar Wirug dan Ratus mundur ke tempat yang tidak dilalui oleh Uskup saat mendupai persembahan. Selesai mendupai, Uskup akan didupai oleh Romo.
Selesai mendupai Uskup, Romo akan menyerahkan Wirug kepada Misdinar Wirug (Misdinar Ratus tidak ikut maju) dan kedua Misdinar kemudian bergerak ke depan Altar, memberi hormat, dan berbalik ke arah umat untuk mendupai umat dengan ayunan 3x3.
Setelah selesai, Misdinar kemudian kembali ke depan Altar, memberi hormat dan masuk ke dalam Sakristi (keluar lagi saat lagu kudus)
Romo Membasuh Tangan
Saat Uskup sedang didupai oleh Romo, Misdinar Kreden dan Misdinar Salib maju membawa Cawan Air dan Kain Lavabo untuk prosesi pembasuhan tangan Uskup.
Jangan lupa untuk hormat dan memutar badan ke arah dalam. Setelah meletakkan Cawan dan melipat kembali kain Lavabo, Misdinar kembali ke posisinya dan tetap berdiri.
***
Jika hantaran peti kolekte terlambat dibawa ke depan, sedangkan Misdinar Lilin sudah masuk ke Sakristi, maka Misdinar Kreden dan Misdinar Salib bertugas menerima dan membawa peti kolekte ke samping meja Kreden.
Setelah pembasuhan, Romo menuju ke tengah-tengah altar dan umat berdiri. Lalu, Romo mengucapkan seruan beserta tanggapan dari umat sebagai berikut.
Uskup :
Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Umat :
Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang Kudus.
***
Romo kemudian mengucapkan doa untuk persiapan persembahan tersebut (disebut "Doa Atas Persembahan"), yang ditutup dengan pengucapan "Amin" oleh umat.
Misdinar berdiri di depan bantal
Uskup :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Uskup :
Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
Umat :
Sudah kami arahkan.
Uskup :
Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
Umat :
Sudah layak dan sepantasnya.
Uskup :
Sungguh layak dan sepantasnya ...
Misdinar Berdiri
Lagu Kudus dinyanyikan
Misdinar Salib memberi hormat lalu bergerak ke arah Gong.
Misdinar Lilin1, Lilin2, Wirug, Ratus, Lilin3 dan Lilin4 keluar dari pintu kanan, hormat di depan Altar, lalu bergerak ke posisi masing-masing (Wirug dan Ratus di tangga panti imam, Lilin di kanan dan kiri Altar.
Selesai lagu Kudus, semua Misdinar berlutut (kecuali pembawa lilin)
Misdinar Wiruk dan Ratus bersiap mengisi dupa sambil berlutut.
Petugas lonceng (Misdinar Kreden dan Misdinar Salib) juga harus mulai bersiap-siap.
Ini adalah saat paling sakral dalam Perayaan Ekaristi, maka Misdinar harus konsentrasi penuh. pada bagian ini tugas Misdinar akan diterangkan dalam tiga bagian.
Lonceng pertama
Uskup :
Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh- Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Lonceng dibunyikan pada saat Uskup membuat Tanda Salib di atas persembahan, perhatikan [†] pada kalimat agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Saat membunyikan lonceng, tangan kiri ditaruh di dada.
Setelah lonceng dibunyikan, petugas lilin berlutut.
Gong dan Lonceng
Uskup :
Ketika Dia diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela, Dia mengambil roti, dan sambil mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA: INILAH TUBUH-KU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.Â
***
Uskup kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Uskup dan Romo akan berlutut.
Saat Uskup mengangkat Roti, Misdinar mengayunkan Wirug sebanyak tiga ayunan lalu diikuti Gong. Prosesi ini dilakukan sebanyak tiga kali.
Kemudian Uskup dan Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Uskup :
Demikian pula, sesudah perjamuan, Dia mengambil piala, sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
***
Uskup kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Uskup dan Romo akan berlutut.
Saat Uskup mengangkat Piala, Misdinar mengayunkan Wirug sebanyak tiga ayunan lalu diikuti Gong. Prosesi ini dilakukan sebanyak tiga kali.
Kemudian Uskup dan Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Lonceng Terakhir
Uskup :
Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.Â
Romo :
Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami, Fransiskus, dan Uskup kami, Vincensius, serta semua rohaniwan.Â
Ingatlah juga akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.Â
Uskup :
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah (Biasanya saat Santa Perawan Maria disebut, misdinar harus mulai siap-siap), Santo Yosef, mempelainya, para Rasul dan semua Orang Kudus, sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu.Â
Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.Â
***
Romo kemudian mengangkat Roti dan Anggur dan berdoa
Uskup dan Romo :
Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.Â
Umat:
Amin, Amin...., Amin.....
Lonceng dibunyikan dan wirug diayunkan sepanjang doa yang terakhir (Saat Romo mengangkat Roti dan Anggur atau doa yang dicetak tebal di atas) sampai umat menjawab Amin
Uskup :
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Umat :
Bapa Kami yang ada di Surga ...
Semua Misdinar berdiri.
Misdinar Salib kembali ke posisinya lalu memberi hormat.
Misdinar Wirug, Rupa, dan Lilin bergerak ke depan Altar, memberi hormat, lalu masuk ke dalam Sakristi untuk mengembalikan alat-alat, lalu keluar saat Anak Domba Allah lewat pintu kanan.
Uskup :
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu. Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
Umat :
Amin.
Uskup :
Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
***
Kemudian umat saling memberikan Salam Damai
Setelah saling memberikan Salam Damai, Misdinar berlutut
Uskup mengambil hosti dari patena, memecahkannya, dan memasukkan pecahan kecil ke dalam piala berisi anggur.
Sembari Uskup memecahkan hosti, umat mengiringi dengan seruan atau nyanyian Anak Domba Allah.
Misdinar berlutut
Kemudian Uskup mengangkat tinggi hosti yang telah dipecah dan piala berisi anggur.
Uskup :
Lihatlah, Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
Umat :
Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Misdinar berlutut (berdoa sebelum komuni)
Uskup dan Romo Membagikan Komuni
Setelah semua misdinar selesai berdoa, secara bersama-sama bangkit berdiri, mundur, dan kemudian bergerak ke barisan tengah untuk menyambut komuni, diawali dari Misdinar yang paling luar.
Bagi yang belum menerima komuni, silangkan tangan di dada saat berbaris.
***
Selesai menerima Komuni, Petugas beres-beres Altar (Misdinar Kreden dan Lilin1) dan Petugas penjemput berkat anak (Misdinar Salib dan Lilin2) mulai bersiap-siap.
Jika Uskup sudah selesai membagikan Komuni, Petugas beres-beres Altar dan petugas penjemput berkat anak maju berlutut dua kaki, lalu bergerak ke arah tugas masing-masing.
***
Jika jumlah sibori yang harus dibereskan ada banyak, maka salah satu dari Misdinar Wirug atau Ratus bisa membantu ke kreden.
Setelah pembagian komuni selesai, Romo akan melakukan pembersihan bejana, yaitu membersihkan patena, piala, dan perlengkapan-perlengkapan Ekaristi.
Ini adalah urutan kegiatan Uskup dan Romo pada prosesi ini:
Romo menaruh sisa Hosti Kudus ke dalam Sibori, Sibori akan dimasukkan ke Tabernakel oleh Romo.
Mengumpulkan remah-remah Hosti Kudus dari Sibori dan Patena (Piring tempat Hosti) dan memasukkannya ke dalam Piala (masih ada Darah Kristus di dalam Piala)
Sibori yang sudah dibersihkan akan diletakkan di tepi Altar.
Jika remah-remah Hosti Kudus sudah berada di dalam Piala, maka Romo akan meminumnya
Romo membersihkan sisa-sisa Darah Kristus di Piala dengan Air yang diantar oleh Misdinar.
Piala kemudian diberiskan oleh Romo, dan disusun dengan alat-alat lainnya
Di saat Romo membersihkan remah-remah Hosti Kudus, Uskup akan memberikan berkat anak.
Saat Uskup selesai membagikan Komuni, Misdinar Petugas beres-beres Altar dan Penjemput Anak-anak langsung maju, berlutut dua kaki, bangkit lagi, hormat, dan berjalan ke arah tugas masing-masing.
Mengantar Ampul & Membersihkan Altar
Romo mengumpulkan remah-remah hosti kudus dari Sibori dan Patena, dan dimasukkan ke dalam Piala.
Kemudian Romo akan membersihkan Piala menggunakan Kain Piala (Purificatorium), menyusun piala dengan alat-alat lainnya, dan terakhir Romo akan melipat kain Korporal lalu menumpuknya di atas Piala.
Petugas: Misdinar Kreden dan Misdinar Lilin1
Perhatikan berapa sibori yang sudah dibersihkan oleh Romo (sudah ditaruh di pinggir) dan belum dibersihkan (ada di depan Romo).
Jika Romo sudah membersihkan dua Sibori (ada di pinggir Altar), Kedua Misdinar bisa maju mendekati Romo, satu Misdinar membawa Ampul, satu Misdinar membawa Nampan untuk membawa sibori-sibori kosong.
Jika Romo belum menaruh alat-alat ke atas nampan, maka Misdinar yang membawa nampan tetap menunggu di samping altar, jangan ikut misdinar pembawa ampul yang mengembalikan Ampul ke Kreden.
(jika alat yang harus dikembalikan ke Kreden ada banyak) maka Misdinar pembawa Ampul juga harus kembali ke Altar dengan membawa Nampan untuk membawa alat-alat yang masih ada di Altar.
***
Jika Misdinar mengambil alat tanpa nampan, Harap saat memegang Piala, tangan kiri di bawah/tengah dan tangan kanan harus di atas (menghindari alat-alat di atas piala jatuh).
Jika alat tidak mampu dibawa dalam sekali jalan, Misdinar kembali lagi ke Altar untuk mengambil alat-alat yang ada.
Kemudian Misdinar kembali ke posisinya, lalu jengkeng dan duduk di kursi.
Setelah alat-alat Ekaristi sudah dibersihkan dan dikembalikan ke Kreden, Uskup akan memberikan berkat anak.
Saat proses penerimaan Komuni selesai (Para Romo dan Prodiakon sudah kembali ke Altar), Misdinar Penjemput anak-anak langsung berjalan ke depan membawa perarakan anak-anak.
Misdinar Berlutut
Uskup :
Marilah Berdoa...
Misdinar Berdiri
Misdinar duduk
Uskup merentangkan tangan dan mengucapkan salam
Uskup :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Uskup :
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Umat :
Amin.
Misdinar berdiri
Uskup :
Saudara-Saudari, pergilah, misa sudah selesai.
Umat :
Syukur kepada Allah.
Saat pengutusan selesai, Misdinar Salib maju ke depan untuk mengambil salib dan misdinar yang lain memperkirakan ruang yang cukup untuk Uskup dan para Romo di tengah.
Uskup mencium altar, lalu setelah berbaris, sesuai dengan posisi ketika perarakan masuk, Uskup bersama para petugas liturgi berlutut. Setelah itu, berarak keluar gereja diawalai dari Misdinar Salib.
Setelah Uskup datang dan jengkeng bersama-sama, Misdinar Salib memulai perarakan diikuti yang lainnya, jangan jalan terlalu cepat, namun juga jangan terlalu lambat.