Jumlah Misdinar : 2
Tata cara misa sama dengan Misa hari Minggu, hanya ada prosesi Pemberkatan Jenazah setelah Liturgi Ekaristi
Salah satu Misdinar harus sudah menguasai tata cara menggunakan Wiruk.
Air suci ditempatkan di meja di samping peti jenazah.
Misdinar duduk di sisi kanan, di depan Mimbar.
Tidak ada perarakan persembahan, jika ada hanya kotak kolekte yang diantar setelah kantong kolekte selesai diedarkan.
Misdinar berjalan bersama Romo dari Sakristi menuju Altar, sesampainya di depan Altar, Misdinar sedikit bergeser ke arah luar sehingga ada tempat untuk Romo di tengah dan kemudian jengkeng bersama-sama.
Setelah jengkeng bersama-sama, Romo akan naik ke Altar, dan Misdinar bergeser ke posisinya (di sisi kanan di depan Mimbar).
Perarakan dimulai dari Sakristi, dengan urutan dimulai dari Misdinar dan Romo. Harap jangan jalan terlalu lambat.
Romo :
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
Umat :
Amin
Misdinar berdiri
Romo :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Misdinar berdiri
Romo menyampaikan pengantar Misa
Misdinar berdiri
Romo :
Saya mengaku ...
Umat :
Kepada Allah yang Maha Kuasa...
Misdinar berdiri
Romo :
Tuhan Kasihanilah Kami
Umat :
Tuhan Kasihanilah Kami
Dst...
Misdinar berdiri
Romo :
Marilah berdoa
....
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Umat :
Amin.
Misdinar berdiri.
Pada saat Umat menjawab Amin, Misdinar mundur ke kursi, tunggu Romo duduk dulu baru Misdinar duduk.
Misdinar duduk
Misdinar duduk
Petugas Mazmur menyanyikan Bait Pengantar Injil
Misdinar berdiri
Romo membacakan Injil
***
Romo :
Demikianlah Sabda Tuhan
Umat :
Terpujilah Kristus
Misdinar berdiri.
Setelah Romo selesai membacakan Injil, Misdinar duduk seperti umat lainnya.
Romo menyampaikan Homili
Misdinar duduk
Lektor membacakan Doa Umat
Misdinar berdiri maju ke arah bantal
Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu Persiapan Persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni.
Berikut adalah urutan aktivitas Romo dalam prosesi persiapan persembahan:
Menerima Piala (dan mungkin Sibori) dari Misdinar dari Kreden.
Menerima Anggur dan Air dari Misdinar dari Kreden.
Membasuh tangan sebelum Doa Atas Persembahan
Setelah Doa Umat selesai, Misdinar jengkeng, lalu secara bergerak ke arah Kreden.
Romo menerima Piala dan Sibori
Setelah sampai di Kreden, satu Misdinar langsung mengambil Piala (tangan kiri memegang bagian tengah, dan tangan kanan memegang bagian atas) dan jika ada, Misdinar lainnya mengambil Sibori. Setelah kedua Misdinar siap, bisa langsung menuju Altar tanpa harus menunggu Romo memberi kode.
Sebisa mungkin berjalan beriringan, dan memberi hormat sesampainya di Altar, lalu memberikannya kepada Romo.
Sebelum kembali ke Kreden, Misdinar memberi hormat kepada Romo, memutar ke arah dalam, lalu berjalan ke Kreden.
Romo menerima Air dan Anggur
Setelah selesai mengantarkan Piala dan Sibori, hantaran kedua adalah Ampul yang berisi Air dan Anggur.
Bisa saja Romo mendoakan Roti terlebih dahulu baru minta AMpul dihantarkan, bisa juga Romo langsung meminta Ampul sebelum mendoakan Roti.
Romo Membasuh Tangan
Setelah Romo mendoakan Anggur, Misdinar maju membawa Cawan Air dan Kain Lavabo untuk prosesi pembasuhan tangan.
Jangan lupa untuk hormat dan memutar badan ke arah dalam. Setelah meletakkan Cawan dan melipat kembali kain Lavabo, Misdinar kembali ke posisinya.
Setelah pembasuhan, Romo menuju ke tengah-tengah altar dan umat berdiri. Lalu, Romo mengucapkan seruan beserta tanggapan dari umat sebagai berikut.
Romo :
Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Umat :
Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang Kudus.
***
Romo kemudian mengucapkan doa untuk persiapan persembahan tersebut (disebut "Doa Atas Persembahan"), yang ditutup dengan pengucapan "Amin" oleh umat.
Misdinar berdiri di depan bantal
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
Umat :
Sudah kami arahkan.
Romo :
Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
Umat :
Sudah layak dan sepantasnya.
Romo :
Sungguh layak dan sepantasnya ...
Misdinar Berdiri
Lagu Kudus dinyanyikan
Misdinar petugas Gong memberi hormat lalu bergerak ke arah Gong.
Selesai lagu Kudus, semua Misdinar berlutut.
Petugas lonceng juga harus mulai bersiap-siap.
Ini adalah saat paling sakral dalam Perayaan Ekaristi, maka Misdinar harus konsentrasi penuh. pada bagian ini tugas Misdinar akan diterangkan dalam tiga bagian.
Lonceng pertama
Romo :
Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh- Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Lonceng dibunyikan pada saat Romo membuat Tanda Salib di atas persembahan, perhatikan [†] pada kalimat agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Saat membunyikan lonceng, tangan kiri ditaruh di dada.
Gong dan Lonceng
Romo :
Ketika Dia diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela, Dia mengambil roti, dan sambil mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA: INILAH TUBUH-KU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Roti, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Romo :
Demikian pula, sesudah perjamuan, Dia mengambil piala, sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Piala, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Lonceng Terakhir
Romo :
Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.
Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami, Fransiskus, dan Uskup kami, Vincensius, serta semua rohaniwan.
Ingatlah juga akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah (Biasanya saat Santa Perawan Maria disebut, misdinar harus mulai siap-siap), Santo Yosef, mempelainya, para Rasul dan semua Orang Kudus, sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu.
Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.
***
Romo kemudian mengangkat Roti dan Anggur dan melanjutkan doa
Romo :
Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
Umat:
Amin
Misdinar membunyikan lonceng sepanjang doa yang terakhir (Saat Romo mengangkat Roti dan Anggur atau doa yang dicetak tebal di atas) sampai umat menjawab Amin
Romo :
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Umat :
Bapa Kami yang ada di Surga ...
Semua Misdinar berdiri.
Misdinar petugas Gong kembali ke posisinya lalu memberi hormat.
Romo :
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu. Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
Umat :
Amin.
Romo :
Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
***
Kemudian umat saling memberikan Salam Damai
Setelah saling memberikan Salam Damai, Misdinar berlutut
Romo mengambil hosti dari patena, memecahkannya, dan memasukkan pecahan kecil ke dalam piala berisi anggur.
Sembari Romo memecahkan hosti, umat mengiringi dengan seruan atau nyanyian Anak Domba Allah.
Misdinar berlutut
Romo akan mengangkat tinggi hosti yang telah dipecah dan piala berisi anggur dan berkata:
Romo :
Lihatlah, Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
Umat :
Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Misdinar berlutut (berdoa sebelum komuni)
Romo Membagikan Komuni
Setelah semua misdinar selesai berdoa, secara bersama-sama bangkit berdiri, dan kemudian bergerak ke barisan tengah untuk menyambut komuni.
Bagi yang belum menerima komuni, silangkan tangan di dada saat berbaris.
Setelah pembagian komuni selesai, Romo akan melakukan pembersihan bejana, yaitu membersihkan patena, piala, dan perlengkapan-perlengkapan Ekaristi.
Ini adalah urutan kegiatan Romo pada prosesi ini:
Manaruh sisa Hosti Kudus ke dalam Sibori, Sibori akan dimasukkan ke dalam Tabernakel.
Menumpulkan remah-remah Hosti Kudus dari Sibori dan Patena (Piring tempat Hosti) dan memasukkannya ke dalam Piala (masih ada Darah Kristus di dalam Piala)
Sibori yang sudah dibersihkan akan diletakkan di tepi Altar.
Jika remah-remah Hosti Kudus sudah berada di dalam Piala, maka Romo akan meminumnya
Romo membersihkan sisa-sisa Darah Kristus di Piala dengan Air yang diantar oleh Misdinar.
Piala kemudian diberiskan oleh Romo, dan disusun dengan alat-alat lainnya
Saat Romo selesai membagikan Komuni dan kembali ke Altar, Misdinar berdiri, maju, berlutut dua kaki, bangkit lagi, hormat, dan berjalan ke arah Kreden.
Mengantar Ampul
Romo mengumpulkan remah-remah hosti kudus dari Sibori dan Patena, dan dimasukkan ke dalam Piala.
Perhatikan berapa sibori yang sudah dibersihkan oleh Romo (sudah ditaruh di pinggir) dan belum dibersihkan (ada di depan Romo).
Misdinar bisa maju membawa ampul ke Romo saat Romo membersihkan Sibori terakhir, Artinya yang ada di Altar di depan Romo hanya tinggal Piala saja.
Jangan sampai Misdinar maju disaat Romo minum anggur, itu terlalu lambat. Lebih baik Misdinarnya yang lebih cepat dari pada terlambat.
Membersihkan Altar
Kemudian Romo akan membersihkan Piala menggunakan Kain Piala (Purificatorium), menyusun piala dengan alat-alat lainnya, dan terakhir Romo akan melipat kain Korporal lalu menumpuknya di atas Piala.
Saat Romo melipat Korporal, dua Misdinar yang di Kreden maju ke depan untuk mengambil alat-alat dari Romo.
Harap saat memegang Piala, tangan kiri di bawah/tengah dan tangan kanan harus di atas (menghindari alat-alat di atas piala jatuh).
Jika alat tidak mampu dibawa dalam sekali jalan, Misdinar kembali lagi ke Altar untuk mengambil alat-alat yang ada.
Kemudian Misdinar masuk Sakristi untuk mengambil Wiruk dan Ratus.
Misdinar keluar lewat pintu kanan, tetapi berhenti di belakang Mimbar.
Romo :
Marilah Berdoa...
Misdinar Berdiri di belakang Mimbar (membawa wiruk dan Ratus)
Romo :
Saudara-saudari yang terkasih, kini sudah tibalah saatnya kita berpisah dari saudara kita ....
Dengan hati yang tabah kita memberikanpenghormatan terakhir kepadanya, karena kita berharap, bahwa ia akan bangkit untuk kehidupan kekal bersama Kristus yang telah diimaninya.
........
Maka air suci akan dipercikkan di atas dia sebagai pengenangan akan janji baptis yang pernah diucapkan dan dihidupi dan jenazahnya akan didupai supaya keharuman amalnya berkenan kepada Tuhan.
***
Romo memerciki Jenazah dengan Air Suci, lalu didupai.
Romo:
Siramilah, Ya Allah, dengan air kehidupan, hamba-Mu yang masuk ke alam kekal.
Umat:
Terimalah dia, ya Tuhan.
Romo:
Supaya ia hidup bahagia selamanya bersama para kudus di surga.
Umat:
Terimalah dia, ya Tuhan.
Dst...
Misdinar berdiri di dekat meja di samping jenazah, Misdinar pemegang Dupa menaruh Dupa di Meja, lalu mengambil Air Suci.
Misdinar pembawa air suci kemudian berdiri di dekat Romo mengiringi pemercikan Jenazah.
Setelah Jenazah didupai, Misdinar kembali ke dekat meja untuk menaruh Air Suci dan kembali mengambil Dupa untuk diisikan ke dalam Wiruk oleh Romo.
Setelah Dupa diisikan ke dalam Wiruk oleh Romo, Misdinar pemegang Dupa kembali menaruh dupa dan mengambil Air Suci, sedangkan Wiruk kemudian akan diambil oleh Romo.
Romo memberkati Jenazah
Misdinar berdiri di samping meja di dekat Jenazah.
Pemberkatan Tanah:
Romo mendoakan Tanah, kemudian diperciki Air Suci
Pemberkatan Bunga:
Romo mendoakan Bunga, kemudian diperciki Air Suci
Misdinar pembawa Air Suci berdiri di sisi Romo.
Setelah semua diperciki Air suci, Misdinar kembali menaruh Air Suci dan mengambil Ratus.
Romo mengakhiri pemberkatan Jenazah dengan berdoa.
Setelah Doa ini selesai, Misidnar masuk ke Sakristi untuk mengembalikan Wiruk dan Ratus.
Kalu berdirinya di sisi kanan, masuk ke Sakristi juga lewat sisi kanan.
Biasanya wakil keluarga menyampaikan ucapan terima kasih.
Misdinar keluar dari Sakristi dan kembali ke posisinya.
Romo merentangkan tangan dan mengucapkan salam
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Umat :
Amin.
Misdinar berdiri dan bergerak ke tengah.
Romo :
Saudara-Saudari, pergilah, misa sudah selesai.
Umat :
Syukur kepada Allah.
Saat pengutusan selesai, Misdinar sedikit bergeser ke tengah, menyisakan ruang untuk Romo
Romo mencium altar, lalu setelah berbaris, sesuai dengan posisi ketika perarakan masuk, Romo bersama para petugas liturgi berlutut. Setelah itu, berarak keluar gereja.
Setelah Romo datang dan jengkeng bersama-sama, Misdinar berjalan lebih dahulu, jangan jalan terlalu cepat, namun juga jangan terlalu lambat.