Jumlah Misdinar : 4
Pembagian Tugas :
Persiapan Persembahan : 2 Misdinar di Kiri
Lonceng : 2 Misdinar di tengah
Gong : Misdinar di Kanan
Beres-beres Altar : 2 Misdinar di KananÂ
Harap 30 Menit sebelum misa dimulai, Misdinar sudah berada di gereja
Tata Cara memakai tata cara Misa Harian,ditambah Doa Umat (dan mungkin Pererakan persembahan). Sebelum misa dimulai, Misdinar harap mengecek apakah ada bahan persembahan di balik pintu utama gereja.
Sebelum dan sesudah Misa, semua petugas liturgi berdoa bersama di Sakristi.
Barisan diatur menurut tinggi badan, yang lebih tinggi berada di barisan kedua
Misdinar yang sudah bisa mendampingi harap dibagi dua, satu di kiri satu di kanan.
Misdinar perempuan rambut harap dikucir dan poni diberi Pita.
Saat memberi hormat kepada Romo hanya kepala yang bergerak, bahu sebisa mungkin tidak ikut bergerak.
Harap duduk yang tenang tangan di atas paha dan pandangan fokus pada prosesi Misa.
Misdinar berjalan bersama Prodiakon dan Romo dari Sakristi menuju Altar, sesampainya di depan Altar, Misdinar sedikit bergeser ke arah luar sehingga ada tempat untuk Romo di tengah dan kemudian jengkeng bersama-sama.
Setelah jengkeng bersama-sama, Romo akan naik ke Altar, Prodiakon ke posisinya, dan Misdinar bergeser ke posisinya (di belakang bantal).
Perarakan dimulai dari Sakristi, dengan urutan dimulai dari Misdinar, Prodiakon, dan Romo. Harap jangan jalan terlalu lambat.
Misdinar berdiri
Romo :
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
Umat :
Amin
Romo :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Romo menyampaikan pengantar Misa
Romo :
Saya mengaku ...
Umat :
Kepada Allah yang Maha Kuasa...
Romo :
Tuhan Kasihanilah Kami
Umat :
Tuhan Kasihanilah Kami
Romo :
Kemuliaan bagi Allah di Surga
Umat :
Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya
Romo :
Marilah berdoa
....
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Umat :
Amin.
Pada saat Umat menjawab Amin, Misdinar mundur ke kursi, tunggu Romo duduk dulu baru Misdinar duduk.
Misdinar duduk
Lektor menyanyikan Alleluya/Terpujilah
Misdinar berdiri.
Romo membacakan Injil
***
Romo :
Demikianlah Sabda Tuhan
Umat :
Terpujilah Kristus
Setelah Romo selesai membacakan Injil, Misdinar langsung duduk seperti umat lainnya.
Misdinar duduk
Misdinar berdiri
Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu Persiapan Persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni.
Misdinar Kiri ke Kreden, Misdinar kanan duduk (kalau tidak ada perarakan persembahan)
Berikut adalah alat-alat yang akan diantarkan kepada Romo dalam persiapan persembahan:
Piala (dan mungkin Sibori)
Ampul berisi Air dan Anggur
Cawan Pembasuhan Tangan dan Kain Lavabo
Jika ada perarakan Persembahan, maka Misdinar bagian Kanan bertugas menjemput persembahan.
Saat Persiapan Persembahan, yang bertugas ke Kreden adalah dua misdinar yang duduk di bagian kiri.
Misdinar kiri berdiri, maju, jengkeng, lalu menuju kreden
Dan jika ada perarakan persembahan, Misdinar kanan juga maju, jengkeng, dan bergerak ke Pintu utama untuk menjemput Persembahan.
Hantaran pertama
Setelah sampai di Kreden, satu Misdinar langsung mengambil Piala (tangan kiri memegang bagian tengah, dan tangan kanan memegang bagian atas) dan Misdinar lainnya mengambil Sibori. Setelah kedua Misdinar siap, maka langsung menuju Altar tanpa harus menunggu Romo memberi kode.
Sebisa mungkin berjalan beriringan, dan memberi hormat sesampainya di Altar, lalu memberikannya kepada Romo.
Sebelum kembali ke Kreden, Misdinar memberi hormat kepada Romo, memutar ke arah dalam, lalu berjalan ke Kreden.
Jika tidak ada Sibori di Kreden, berarti di dalam Tabernakel sudah ada 3 Sibori, jadi Misdinar tidak perlu mengambil ke Sakristi dalam, hantaran pertama cukup Piala saja.
Perarakan Persembahan (Optional)
Jika ada perarakan persembahan, maka Misdinar yang berada di kreden harus tanggap, apakah perlu membantu menerima persembahan atau tidak.
Hantaran Kedua
Setelah menerima hantaran pertama, di altar, Romo akan memegang patena yang berisi hosti besar, lalu mengangkatnya sambil mengucapkan doa berikut.
Romo :
Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil bumi dan usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.
Umat :
Terpujilah Allah selama-lamanya.
Saat umat menjawab:Â Terpujilah Allah Selama-lamanya, Misdinar maju membawa hantaran kedua.
Hantaran kedua berupa dua Ampul berisi Anggur dan Air. Pegangan Ampul harus diarahkan ke depan supaya Romo bisa langsung memegangnya.
Romo akan mengambil dari dua Ampul yang ada, jadi jangan langsung pergi jika romo baru mengambil dari satu Ampul.
Ada kalanya Romo sudah meminta Misdinar membawa Ampul sebelum Romo mendoakan Roti, Misdinar harus selalu fokus pada Romo.
Pada saat satu misdinar membawa ampul, misdinar lainnya yang berada di kreden menyiapkan hantaran ketiga: membuka lipatan kain Lavabo dan memegang Cawan Pembasuhan Tangan.
Hantaran Ketiga
Setelah selesai menerima hantaran kedua, Romo kemudian mengangkat piala sambil mengucapkan doa berikut:
Romo :
Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil pokok anggur dan usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.
Umat :
Terpujilah Allah selama-lamanya.
Saat umat menjawab:Â Terpujilah Allah Selama-lamanya, Misdinar maju membawa hantaran ketiga.
Hantaran ketiga berupa Air pembasuhan tangan dan Kain Lavabo.
Harap diperhatikan sekali lagi, Misdinar maju setelah Romo mendoakan Anggur (Piala), Artinya umat sudah dua kali menjawab Terpujilah Allah Selama-lamanya, pertama saat mendoakan Hosti, kedua saat mendoakan Anggur.
Saat sudah kembali ke Kreden, lipat lagi kain Lavabo yang tadi digunakan, dan singkirkan Ampul kosong dari nampan (sisakan yang masih ada isinya saja).
Setelah selesai, Misdinar kembali ke posisinya (dimulai dari Misdinar yang duduk di tengah terlebih dahulu) dan berdiri di sana.
Misdinar yang di kursi berdiri, maju ke arah bantal
Setelah pembasuhan, Romo menuju ke tengah-tengah altar dan umat berdiri. Lalu, Romo mengucapkan seruan beserta tanggapan dari umat sebagai berikut.
Romo :
Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Umat :
Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang Kudus.
***
Romo kemudian mengucapkan doa untuk persiapan persembahan tersebut (disebut "Doa Atas Persembahan"), yang ditutup dengan pengucapan "Amin" oleh umat.
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
Umat :
Sudah kami arahkan.
Romo :
Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
Umat :
Sudah layak dan sepantasnya.
Romo :
Sungguh layak dan sepantasnya ...
Lagu Kudus dinyanyikan
Misdinar petugas Gong memberi hormat lalu bergerak ke arah Gong.
Selesai lagu Kudus, semua Misdinar berlutut.
Misdinar berlutut.
Ini adalah saat paling sakral dalam Perayaan Ekaristi, maka Misdinar harus konsentrasi penuh. pada bagian ini tugas Misdinar akan diterangkan dalam tiga bagian.
Lonceng pertama
Romo :
Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh- Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Lonceng dibunyikan pada saat Romo membuat Tanda Salib di atas persembahan, perhatikan [†] pada kalimat agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Saat membunyikan lonceng, tangan kiri ditaruh di dada.
Gong dan Lonceng
Romo :
Ketika Dia diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela, Dia mengambil roti, dan sambil mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA: INILAH TUBUH-KU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.Â
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Roti, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Romo :
Demikian pula, sesudah perjamuan, Dia mengambil piala, sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Piala, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng. Setelah ini lonceng tidak lagi dibunyikan.
Romo :
Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.Â
Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami, Fransiskus, dan Uskup kami, Vincensius, serta semua rohaniwan.Â
Ingatlah juga akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.Â
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Santo Yosef, mempelainya, para Rasul dan semua Orang Kudus, sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu.Â
Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.Â
***
Romo kemudian mengangkat Roti dan Anggur dan berdoa
Romo :
Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.Â
Umat:
Amin
Misdinar berdiri.
Romo :
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Umat :
Bapa Kami yang ada di Surga
Semua Misdinar berdiri.
Misdinar petugas Gong kembali ke posisinya lalu memberi hormat.
Romo :
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu. Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
Umat :
Amin.
Romo :
Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
***
Kemudian umat saling memberikan Salam Damai
Setelah saling memberikan Salam Damai, Misdinar berlutut
Misdinar berlutut
Romo mengambil hosti dari patena, memecahkannya, dan memasukkan pecahan kecil ke dalam piala berisi anggur.
Sembari Romo memecahkan hosti, umat mengiringi dengan seruan atau nyanyian Anak Domba Allah.
Kemudian Romo mengangkat tinggi hosti yang telah dipecah dan piala berisi anggur.
Romo :
Lihatlah, Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
Umat :
Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Misdinar berlutut (berdoa sebelum komuni)
Romo Membagikan Komuni
Setelah semua misdinar selesai berdoa, secara bersama-sama bangkit berdiri, mundur, dan kemudian bergerak ke barisan tengah untuk menyambut komuni, diawali dari Misdinar yang paling luar.
Bagi yang belum menerima komuni, silangkan tangan di dada saat berbaris.
Setelah pembagian komuni selesai, Romo akan melakukan pembersihan bejana, yaitu membersihkan patena, piala, dan perlengkapan-perlengkapan Ekaristi.
Ini adalah urutan kegiatan Romo pada prosesi ini:
Manaruh sisa Hosti Kudus ke dalam Sibori, Sibori akan dimasukkan ke Tabernakel oleh Prodiakon.
Menumpulkan remah-remah Hosti Kudus dari Sibori dan Patena (Piring tempat Hosti) dan memasukkannya ke dalam Piala (masih ada Darah Kristus di dalam Piala)
Sibori yang sudah dibersihkan akan diletakkan di tepi Altar.
Jika remah-remah Hosti Kudus sudah berada di dalam Piala, maka Romo akan meminumnya
Romo membersihkan sisa-sisa Darah Kristus di Piala dengan Air yang diantar oleh Misdinar.
Piala kemudian diberiskan oleh Romo, dan disusun dengan alat-alat lainnya
Saat Prodiakon terakhir kembali ke Altar, Misdinar bagian kanan maju, jengkeng dan berjalan ke arah Kreden.
Mengantar Ampul
Romo mengumpulkan remah-remah hosti kudus dari Sibori dan Patena, dan dimasukkan ke dalam Piala.
Perhatikan berapa sibori yang sudah dibersihkan oleh Romo (sudah ditaruh di pinggir) dan belum dibersihkan (ada di depan Romo).
Misdinar bisa maju membawa ampul ke Romo saat Romo membersihkan Sibori terakhir, Artinya yang ada di Altar hanya tinggal Piala saja.
Jangan sampai Misdinar maju disaat Romo minum anggur, itu terlalu lambat. Lebih baik Misdinarnya yang lebih cepat dari pada terlambat.
Membersihkan Altar
Kemudian Romo akan membersihkan Piala menggunakan Kain Piala (Purificatorium), menyusun piala dengan alat-alat lainnya, dan terakhir Romo akan melipat kain Korporal lalu menumpuknya di atas Piala.
Saat Romo melipat Korporal, dua Misdinar maju ke depan untuk mengambil alat-alat dari Romo.
Harap saat memegang Piala, tangan kiri di bawah/tengah dan tangan kanan harus di atas (menghindari alat-alat di atas piala jatuh).
Kemudian Misdinar kembali ke posisinya dengan Misdinar yang duduk di luar terlebih dahulu, lalu jengkeng dan berdiri.
Misdinar Berdiri
Romo :
Marilah Berdoa...
Romo merentangkan tangan dan mengucapkan salam
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Umat :
Amin.
Romo :
Saudara-Saudari, pergilah, misa sudah selesai.
Umat :
Syukur kepada Allah.
Saat pengutusan selesai, Misdinar sedikit bergeser ke tengah, menyisakan ruang untuk Romo
Romo mencium altar, lalu setelah berbaris, sesuai dengan posisi ketika perarakan masuk, Romo bersama para petugas liturgi berlutut. Setelah itu, berarak keluar gereja.
Setelah Romo datang dan jengkeng bersama-sama, Misdinar yang bagian tengah berjalan lebih dahulu, jangan jalan terlalu cepat, namun juga jangan terlalu lambat.