Jumlah Misdinar : 6
Tata cara misa sama dengan Misa hari Minggu, hanya ada prosesi Pemberkatan Jenazah setelah Liturgi Ekaristi
Perarakan menggunakan Salib.
Air suci ditempatkan di meja di samping peti jenazah.
Misdinar duduk di sisi kanan, di depan Mimbar.
Tidak ada perarakan persembahan, jika ada hanya kotak kolekte yang diantar setelah kantong kolekte selesai diedarkan.
Perarakan dimulai dari Sakristi, dengan urutan: Misdinar pembawa salib, misdinar yang tidak membawa lainnya, Romo, dan Uskup.
Misdinar berjalan bersama Uskup dan Romo dari Sakristi menuju Altar, sesampainya di depan Altar, Misdinar sedikit bergeser ke arah luar sehingga ada tempat untuk Uskup dan Romo di tengah dan kemudian jengkeng bersama-sama.
Setelah jengkeng bersama-sama, Uskup dan Romo akan naik ke Altar, MIsdinar pembawa salib menaruh salib pada tempatnya, dan Misdinar bergeser ke posisinya (di sisi kanan di depan Mimbar).
Uskup :
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
Umat :
Amin
Misdinar berdiri
Uskup :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Misdinar berdiri
Uskup menyampaikan pengantar Misa
Misdinar berdiri
Uskup :
Saya mengaku ...
Umat :
Kepada Allah yang Maha Kuasa...
Misdinar berdiri
Uskup :
Tuhan Kasihanilah Kami
Umat :
Tuhan Kasihanilah Kami
Dst...
Misdinar berdiri
Uskup :
Marilah berdoa
....
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Umat :
Amin.
Misdinar berdiri.
Pada saat Umat menjawab Amin, Misdinar mundur ke kursi, tunggu Romo duduk dulu baru Misdinar duduk.
Misdinar duduk
Misdinar duduk
Petugas Mazmur menyanyikan Bait Pengantar Injil
Misdinar berdiri
Romo membacakan Injil
***
Romo :
Demikianlah Sabda Tuhan
Umat :
Terpujilah Kristus
Misdinar berdiri.
Setelah Romo selesai membacakan Injil, Misdinar duduk seperti umat lainnya.
Uskup menyampaikan Homili
Misdinar duduk
Lektor membacakan Doa Umat
Misdinar berdiri maju ke arah bantal
Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu Persiapan Persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni.
Berikut adalah urutan aktivitas Uskup/Romo dalam prosesi persiapan persembahan:
Romo menerima Piala dan Sibori dari Misdinar dari Kreden (dan mungkin beberapa sibori dari dalam Sakristi).
Romo menerima Anggur dan Air dari Misdinar dari Kreden.
Uskup membasuh tangan sebelum Doa Atas Persembahan
Setelah Doa Umat selesai, tiga Misdinar jengkeng, lalu secara bergerak ke arah Kreden.
Romo menerima Piala dan Sibori
Setelah sampai di Kreden, satu Misdinar langsung mengambil Piala, satu Misdinar mengambil Sibori, dan satu misdinar masuk ke Sakristi untuk mengambil siboridari dalam.
Setelah kedua Misdinar siap, bisa langsung menuju Altar tanpa harus menunggu Romo memberi kode. Misdinar lainnya menunggu misdinar kembali baru maju ke arah Romo.
Jika Romo sibuk meletakkan alat-alat di Altar, Misdinar bisa menaruh sendiri alat ke Altar.
Sebelum kembali ke Kreden, Misdinar memberi hormat kepada Romo, memutar ke arah dalam, lalu berjalan ke Kreden.
Romo menerima Air dan Anggur
Setelah selesai mengantarkan Piala dan Sibori, hantaran kedua adalah Ampul yang berisi Air dan Anggur.
Saat hantaran pertama sudah selesai, Misdinar bisa maju membawa Ampul saat Romo sedang menaruh alat-alat di Altar
Uskup Membasuh Tangan
Setelah Romo selesai meletakkan alat-alat, Uskup akan berdiri menuju Altar, bersamaan dengan itu Misdinar maju membawa Cawan Air dan Kain Lavabo untuk prosesi pembasuhan tangan.
Jangan lupa untuk hormat dan memutar badan ke arah dalam. Setelah meletakkan Cawan dan melipat kembali kain Lavabo, Misdinar kembali ke posisinya (tetap berdiri).
Setelah lagu persembahan selesai Uskup akan mengucapkan seruan beserta tanggapan dari umat sebagai berikut.
Uskup :
Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Umat :
Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang Kudus.
***
Uskup kemudian mengucapkan doa untuk persiapan persembahan tersebut (disebut "Doa Atas Persembahan"), yang ditutup dengan pengucapan "Amin" oleh umat.
Semua Misdinar berdiri di depan bantal
Uskup :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Uskup :
Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
Umat :
Sudah kami arahkan.
Uskup :
Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
Umat :
Sudah layak dan sepantasnya.
Uskup :
Sungguh layak dan sepantasnya ...
Misdinar Berdiri
Lagu Kudus dinyanyikan
Misdinar petugas Gong memberi hormat lalu bergerak ke arah Gong.
Selesai lagu Kudus, semua Misdinar berlutut.
Petugas lonceng juga harus mulai bersiap-siap.
Ini adalah saat paling sakral dalam Perayaan Ekaristi, maka Misdinar harus konsentrasi penuh. pada bagian ini tugas Misdinar akan diterangkan dalam tiga bagian.
Lonceng pertama
Uskup :
Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh- Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Lonceng dibunyikan pada saat Romo membuat Tanda Salib di atas persembahan, perhatikan [†] pada kalimat agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Saat membunyikan lonceng, tangan kiri ditaruh di dada.
Gong dan Lonceng
Uskup :
Ketika Dia diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela, Dia mengambil roti, dan sambil mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA: INILAH TUBUH-KU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Roti, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Uskup :
Demikian pula, sesudah perjamuan, Dia mengambil piala, sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Piala, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Lonceng Terakhir
Uskup :
Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.
Romo:
Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami, Fransiskus, dan Uskup kami, Vincensius, serta semua rohaniwan.
Romo:
Ingatlah juga akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.
Uskup & Romo:
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah (Biasanya saat Santa Perawan Maria disebut, misdinar harus mulai siap-siap), Santo Yosef, mempelainya, para Rasul dan semua Orang Kudus, sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu.
Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.
***
Uskup dan Romo kemudian mengangkat Roti dan Anggur dan melanjutkan doa
Uskup & Romo :
Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.
Umat:
Amin
Misdinar membunyikan lonceng sepanjang doa yang terakhir (Saat Romo mengangkat Roti dan Anggur atau doa yang dicetak tebal di atas) sampai umat menjawab Amin
Uskup :
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Umat :
Bapa Kami yang ada di Surga ...
Semua Misdinar berdiri.
Misdinar petugas Gong kembali ke posisinya lalu memberi hormat.
Uskup :
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu. Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
Umat :
Amin.
Uskup :
Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
***
Kemudian umat saling memberikan Salam Damai
Setelah saling memberikan Salam Damai, Misdinar berlutut
Uskup mengambil hosti dari patena, memecahkannya, dan memasukkan pecahan kecil ke dalam piala berisi anggur.
Sembari Romo memecahkan hosti, umat mengiringi dengan seruan atau nyanyian Anak Domba Allah.
Misdinar berlutut
Uskup akan mengangkat tinggi hosti yang telah dipecah dan piala berisi anggur dan berkata:
Romo :
Lihatlah, Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
Umat :
Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Misdinar berlutut (berdoa sebelum komuni)
Beberapa Romo akan membagikan Komuni kepada umat, sedangkan Romo-romo lainnya akan mengambil sendiri Roti dan Anggur di Altar.
Setelah semua misdinar selesai berdoa, secara bersama-sama bangkit berdiri, dan mundur untuk bersiap menerima Komuni. Misdinar menerima Komuni di sisi kanan.
Setelah pembagian komuni selesai, Romo akan melakukan pembersihan bejana, yaitu membersihkan patena, piala, dan perlengkapan-perlengkapan Ekaristi.
Ini adalah urutan kegiatan Romo pada prosesi ini:
Manaruh sisa Hosti Kudus ke dalam Sibori, Sibori akan dimasukkan ke dalam Tabernakel.
Menumpulkan remah-remah Hosti Kudus dari Sibori dan Patena (Piring tempat Hosti) dan memasukkannya ke dalam Piala (masih ada Darah Kristus di dalam Piala)
Sibori yang sudah dibersihkan akan diletakkan di tepi Altar.
Jika remah-remah Hosti Kudus sudah berada di dalam Piala, maka Romo akan meminumnya
Romo membersihkan sisa-sisa Darah Kristus di Piala dengan Air yang diantar oleh Misdinar.
Piala kemudian diberiskan oleh Romo, dan disusun dengan alat-alat lainnya
Saat para Romo (yang duduk di kursi umat) selesai mengambil Roti dan Anggur di Altar, empat Misdinar bergerak menuju tengah, jengkeng lalu dua bergerak ke kreden dan dua masuk ke sakristi untuk bersiap mengambil wiruk dan Dupa.
Mengantar Ampul
Romo mengumpulkan remah-remah hosti kudus dari Sibori dan Patena, dan dimasukkan ke dalam Piala.
Perhatikan berapa sibori yang sudah dibersihkan oleh Romo (sudah ditaruh di pinggir) dan belum dibersihkan (ada di depan Romo).
Misdinar bisa maju membawa ampul ke Romo saat Romo membersihkan Sibori terakhir, Artinya yang ada di Altar di depan Romo hanya tinggal Piala saja.
Jangan sampai Misdinar maju disaat Romo minum anggur, itu terlalu lambat. Lebih baik Misdinarnya yang lebih cepat dari pada terlambat.
Membersihkan Altar
Kemudian Romo akan membersihkan Piala menggunakan Kain Piala (Purificatorium), menyusun piala dengan alat-alat lainnya, dan terakhir Romo akan melipat kain Korporal lalu menumpuknya di atas Piala.
Saat Romo melipat Korporal, dua Misdinar yang di Kreden maju ke depan untuk mengambil alat-alat dari Romo.
Harap saat memegang Piala, tangan kiri di bawah/tengah dan tangan kanan harus di atas (menghindari alat-alat di atas piala jatuh).
Jika alat tidak mampu dibawa dalam sekali jalan, Misdinar kembali lagi ke Altar untuk mengambil alat-alat yang ada.
Jika sudah selesai, Misdinar kembali ke posisinya di depan Mimbar.
Uskup :
Marilah Berdoa...
***
Selesai berdoa, Uskup dan Romo akan bergerak menuju peti Jenazah.
Saat Uskup membuka Doa, Misdinar pembawa wiruk dan dupa keluar lewat pintu kanan, dan berhenti di tengah.
Saat Uskup selesai berdoa, Uskup dan Romo pendamping bergerak mendekati Jenazah, bersamaan dengan itu, Misdinar yang bertugas mengambil air suci, tanah, dan bunga tabur bergerak mengambil air suci, tanah, dan bunga tabur (biasanya diletakkan di sisi kanan Altar).
Posisi Misdinar saat Uskup dan Romo sudah berada di samping jenasah:
Misdinar pembawa Hisop, Wiruk, dan Ratus berada di sisi kiri berdekatan dengan Romo.
Misdinar pembawa tanah dan bunga berada di sisi kanan (lurus kursi).
Uskup :
Saudara-saudari yang terkasih, kini sudah tibalah saatnya kita berpisah dari saudara kita ....
Dengan hati yang tabah kita memberikanpenghormatan terakhir kepadanya, karena kita berharap, bahwa ia akan bangkit untuk kehidupan kekal bersama Kristus yang telah diimaninya.
........
Maka air suci akan dipercikkan di atas dia sebagai pengenangan akan janji baptis yang pernah diucapkan dan dihidupi dan jenazahnya akan didupai supaya keharuman amalnya berkenan kepada Tuhan.
***
Uskup memerciki Jenazah dengan Air Suci, lalu didupai.
Uskup:
Siramilah, Ya Allah, dengan air kehidupan, hamba-Mu yang masuk ke alam kekal.
Umat:
Terimalah dia, ya Tuhan.
Uskup:
Supaya ia hidup bahagia selamanya bersama para kudus di surga.
Umat:
Terimalah dia, ya Tuhan.
Dst...
Romo pendamping biasanya yang akan mengambil air suci dan mengisi dupa pada wiruk dan mengambil wiruknya untuk diberikan kepada Uskup.
Posisi Misdinar tidak boleh menutup jalan yang akan dilewati Uskup untuk mendupai jenazah.
Romo memberkati Jenazah
Uskup :
Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau sumber kehidupan kami. Engkaulah yang menganugerahkan keselamatan serta kebangkitan orang mati melalui Putra-Mu, Yesus Kristus.
......
Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Umat :
Amin.
Saat Uskup memberkati jenazah, Misdinar pembawa Air suci, tanah dan bunga bergerak mendekat ke Uskup atau Romo pendamping, posisikan pembawa air suci di sebelah kanan.
Pemberkatan Tanah:
Romo mendoakan Tanah, kemudian diperciki Air Suci
Pemberkatan Bunga:
Romo mendoakan Bunga, kemudian diperciki Air Suci
Tanah dan bunga biasanya diambil oleh Romo pendamping sebelum diperciki air suci, Misdinar hanya berdiri di tangga bagian bawah.
Namun Misdinar pembawa Air Suci harus siap maju jika Uskup ingin memerciki tanah dan bunga.
Jika Tanah dan Bunga yang dibawa Misdinar sudah diperciki, Misdinar mengembalikan keduanya di tempat semula, kemudian turun lagi ke tengah.
Uskup mengakhiri pemberkatan Jenazah dengan berdoa.
Uskup :
Allah Bapa kami yang maharahim, kepada-Mu kami serahkan saudara kami ini yang telah meninggal dalam Kristus.
...
Sebab Dialah pengantara kami sepanjang segala masa
Umat :
Amin...
Saat Romo sudah kembali ke Altar untuk berdoa, lima Misdinar yang berada di tengah bergerak masuk ke Sakristi lewat pintu kanan, diikuti satu misdinar lainnya.
Di dalam Misdinar bersiap-siap membawa wiruk, Ratus, Air Suci, dan Lilin.
Misdinar berada di Sakristi, dan keluar menjelang berkat
Uskup merentangkan tangan dan mengucapkan salam
Uskup :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Uskup :
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Umat :
Amin.
Misdinar keluar dari Sakristi sesuai urutan dan bergerak ke tengah.
Misdinar langsung mengambil Salib dan Air suci (jika ada di luar)
Uskup :
Saudara-Saudari, pergilah, misa sudah selesai.
Umat :
Syukur kepada Allah.
Saat pengutusan selesai, Misdinar menyisakan ruang untuk Uskup dan Romo Pendamping.
Setelah jengkeng, Misdinar tetap di tempat.
Setekah Uskup dan Romo keluar, Misdinar berbaris di tengah sesuai urutan untuk menunggu perarakan ke makam.
Pada bagian ini para petugas penutup peti jenazah, umat pembawa bunga, tanah, salib makam sedamh melakukan tugasnya. Misdinar menunggu semuanya siap
Misdinar Berdiri
Pemimpin:
Saudara-saudari yang terkasih, marilah kita berangkat ke pemakaman untuk menghantar saudara kita Romo .... yang terkasih ini ke tempat istirahat yang terakhir. Semoga damai Tuhan menyertai kita
Umat:
Sekarang dan selama-lamanya
Misdinar berjalan ke Makam
Setiba di kuburan, perarakan langsung menuju ke makam. Pemimpin upacara dengan pembantu-pembantunya berdiri di dekat makam, dan sebaiknya ia menunggu sampai para hadiri berkumpul di sekitar makam.
sesudah semuanya sip, pemimpin upacara mengucapkan kata pengantar
Misdinar berdiri di dekat Romo
Pemimpin :
Marilah kita berdoa
Misdinar berdiri di dekat Romo
Misdinar berdiri di dekat Romo
Pemimpin :
Marilah berdoa
Tuhan Yesus Kristus, Engkau sendiri berbaring dalam makam selama tiga hari. Kami mohon [†] sucikanlah makam ini, agar hamba-Mu yang kami istirahatkan di sini akhirnya bangkit bersama Engkau dan hidup mulia sepanjang segala masa.
Umat :
Amin
Misdinar pembawa air suci bersiap-siap
Peti diturunkan
Pemimpin memerciki peti jenazah dengan air suci
Pemimpin mendupai peti jenazah
Pemimpin menaburkan bunga
pemimpin menaburkan tanah
Air suci dan dupa akan dipakai dalam prosesi ini
Misdinar berdir di dekat Romo
Misdinar berdir di dekat Romo