Jumlah Misdinar : 6
Pembagian Tugas :
2 Misdinar di kiri: Salib, Persiapan Persembahan
2 Misdinar di Tengah: Pelayan Lilin
2 Misdinar di kanan: Gong, Beres-beres Altar
Lonceng : Bebas
Harap jam 05.10 sudah berada di gereja
Setelah memakai pakaian Misdinar, Misdinar mulai bersikap tenang/hening
Sebelum dan sesudah Misa, semua petugas liturgi berdoa bersama di Sakristi.
Barisan diatur sebagai berikut: Pembawa Salib yang diapit dua lilin, petugas lainnya
Misdinar perempuan rambut harap dikucir dan poni diberi Pita.
Sebelum dan sesudah sampai di Altar, Misdinar wajib memberi hormat ke Romo/Altar
Harap duduk yang tenang tangan di atas paha dan pandangan fokus pada prosesi Misa.
Perarakan dimulai dari Sakristi, dengan urutan dimulai dari Misdinar Pembawa Salib yang diapit dua misdinar pembawa lilin, Misdinar lainnya, Lektor, Asisten Imam, dan Romo. Perarakan dimulai dari Sakristi saat Orgen mulai dibunyikan, harap jangan jalan terlalu lambat.
Misdinar berjalan bersama Lektor, Asisten Imam, dan Romo dari Sakristi menuju Altar, sesampainya di depan Altar, Misdinar Pembawa salib bergerak ke sisi kiri, sedangkan misdinar-misdinar dibelakngnya menyebar ke kiri dan ke kanan sambil memberikan ruang yang cukup untuk Romo di tengah dan kemudian jengkeng bersama-sama.
Setelah jengkeng bersama-sama, Romo, Lektor, dan Asisten Imam akan bergerak ke posisi masing-masing, Misdinar pembawa Salib menaruh salib, Misdinar pembawa lilin maju dan menaruh lilin di samping Altar, lalu kembali dan jengkeng.
Misdinar berdiri
Romo :
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
Umat :
Amin
Romo :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Romo menyampaikan pengantar Misa
Romo :
Saya mengaku ...
Umat :
Kepada Allah yang Maha Kuasa...
Romo :
Tuhan Kasihanilah Kami
Umat :
Tuhan Kasihanilah Kami
Hanya dibawakan pada saat Misa Hari Raya, Pesta, atau Peringatan-peringatan Khusus
Romo :
Kemuliaan bagi Allah di Surga
Umat :
Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya
Romo :
Marilah berdoa
....
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Umat :
Amin.
Pada saat Umat menjawab Amin, Misdinar mundur ke kursi, tunggu Romo duduk dulu baru Misdinar duduk.
Misdinar duduk
Mazmur akan didaraskan namun ada waktu-waktu tertentu (Misa Jumat Pertama) Mazmur akan dinyanyikan
Dua misdinar maju untukmengambil lilin, dua misdinar lainnya berdiri di tempat.
Lektor menyanyikan Alleluya/Terpujilah
Misdinar yang di tengah maju ke depan Altar, jengkeng di depan Altar (di atas) lalu mengambil lilin dan kembali berdiri di depan Altar, menunggu Bait Pengantar Injil selesai atau menunggu Romo berjalan ke arah mimbar. Saat Romo berjalan ke Mimbar, misdinar mengikuti
Romo membacakan Injil
***
Romo :
Demikianlah Sabda Tuhan
Umat :
Terpujilah Kristus
Setelah Romo selesai membacakan Injil, Misdinar pembawa lilin menaruh kembali lilin ke tempatnya, lalu sedikit mundur dan jengkeng, kemudian turun menuju kursi masing-masing.
Misdinar duduk
Setelah Romo selesai membawakan Homili, Misdinar bagian kiri langsung menuju Kreden untuk persiapan persembahan.
Jika saat berjalan ke kreden Romo tiba-tiba melanjutkan dengan Doa Umat, Misdinar tetap bersiap-siap di kreden sambil tangan sudah memegang Piala dan Sibori.
Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu Persiapan Persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni.
Berikut adalah alat-alat yang akan diantarkan kepada Romo dalam persiapan persembahan:
Piala dan Sibori yang berisi Roti (Sibori kosong tidak dihantar saat persiapan persembahan, tetapi saat Salam Damai)
Ampul berisi Air dan Anggur
Cawan Pembasuhan Tangan dan Kain Lavabo
Altar harus steril, hanya ada buku misa dan bahan persmbahan saja, jadi tutup-tutup sibori yang sebelumnya ikut terhantar harus diambil lagi saat hantaran kedua. Begitu juga dengan Sibori kosong jangan diantar dahulu, sibori kosong diantar setelah Doa Syukur Agung selesai, tepatnya saat Salam Damai.
Saat Persiapan Persembahan, yang bertugas adalah dua misdinar yang duduk di bagian kiri.
Misdinar kiri berdiri, maju, jengkeng, lalu menuju kreden
Misdinar yang lain duduk
Hantaran pertama
Setelah sampai di Kreden, satu Misdinar langsung mengambil Piala (tangan kiri memegang bagian tengah, dan tangan kanan memegang bagian atas) dan Misdinar lainnya mengambil Sibori yang berisi Roti.
Jika yang ada adalah Sibori kosong yang tak bertutup, sibori itu tidak perlu dihantar sekarang, tetapi saat Bapa Kami selesai tepatnya saat Salam Damai.
Kedua Misdinar langsung menuju Altar tanpa harus menunggu Romo memberi kode.
Sebisa mungkin berjalan beriringan, dan memberi hormat sesampainya di Altar, lalu memberikannya kepada Romo.
Sebelum kembali ke Kreden, Misdinar memberi hormat kepada Romo, memutar ke arah dalam, lalu berjalan ke Kreden.
Jika tidak ada Sibori di Kreden, berarti di dalam Tabernakel sudah ada 3 Sibori, jadi Misdinar tidak perlu mengambil ke Sakristi dalam, hantaran pertama cukup Piala saja.
Hantaran Kedua
Pada hantara kedua ini, tugas utama misdinar adalah mengantarkan ampul berisi Air dan Angur, dan juga mengambil tutup-tutup sibori jika pada hantara pertama tadi ada sibori yang diantar.
Setelah menerima hantaran pertama, di altar, Romo akan memegang patena yang berisi hosti besar, lalu mengangkatnya sambil mengucapkan doa berikut.
Romo :
Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil bumi dan usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.
Umat :
Terpujilah Allah selama-lamanya.
Saat umat menjawab: Â Terpujilah Allah Selama-lamanya, Misdinar maju ke kreden, misdinar pembawa ampul berposisi di sisi dalam, misdinar yang bertugas mengambil tutup berposisi di bagian luar supaya bisa langsung mengambil tutup.
Sebelum diantar, tutup Ampul disingkirkan dulu, lalu pergangan ampul diarahkan ke depan supaya Romo bisa langsung memegangnya.
Romo akan mengambil dari dua Ampul yang ada, jadi jangan langsung pergi jika romo baru mengambil dari satu Ampul.
Sedangkan misdinar satunya setelah memberi hormat langsung mengambil tutup-tutup sibori yang ada di altar.
Hantaran Ketiga
Setelah selesai menerima hantaran kedua, Romo kemudian mengangkat piala sambil mengucapkan doa berikut:
Romo :
Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil pokok anggur dan usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.
Umat :
Terpujilah Allah selama-lamanya.
Saat umat menjawab:Â Terpujilah Allah Selama-lamanya, Misdinar maju membawa hantaran ketiga.
Hantaran ketiga berupa Air pembasuhan tangan dan Kain Lavabo.
Harap diperhatikan sekali lagi, Misdinar maju setelah Romo mendoakan Anggur (Piala), Artinya umat sudah dua kali menjawab Terpujilah Allah Selama-lamanya, pertama saat mendoakan Hosti, kedua saat mendoakan Anggur.
Saat sudah kembali ke Kreden, lipat lagi kain Lavabo yang tadi digunakan, dan singkirkan Ampul kosong dari nampan (sisakan yang masih ada isinya saja).
Setelah selesai, Misdinar kembali ke posisinya, jengkeng, dan berdiri di sana.
Misdinar yang di kursi berdiri, maju ke arah bantal
Setelah pembasuhan, Romo menuju ke tengah-tengah altar dan umat berdiri. Lalu, Romo mengucapkan seruan beserta tanggapan dari umat sebagai berikut.
Romo :
Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Umat :
Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang Kudus.
***
Romo kemudian mengucapkan doa untuk persiapan persembahan tersebut (disebut "Doa Atas Persembahan"), yang ditutup dengan pengucapan "Amin" oleh umat.
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
Umat :
Sudah kami arahkan.
Romo :
Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
Umat :
Sudah layak dan sepantasnya.
Romo :
Sungguh layak dan sepantasnya ...
Lagu Kudus dinyanyikan
Misdinar petugas Gong memberi hormat lalu bergerak ke arah Gong. Jika yang bertugas gong duduk di posisi kiri, maka saat melewati depan Altar harus memberi hormat ke altar terlebih dahulu baru kemudian berjalan lagi ke arah gong, begitu juga saat kembali nanti.
Selesai lagu Kudus, semua Misdinar berlutut.
Selesai lagu Kudus, semua Misdinar berlutut.
Ini adalah saat paling sakral dalam Perayaan Ekaristi, maka Misdinar harus konsentrasi penuh. pada bagian ini tugas Misdinar akan diterangkan dalam tiga bagian.
Lonceng pertama
Romo :
Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh- Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Lonceng dibunyikan pada saat Romo membuat Tanda Salib di atas persembahan, perhatikan [†] pada kalimat agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Saat membunyikan lonceng, tangan kiri ditaruh di dada.
Gong dan Lonceng
Romo :
Ketika Dia diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela, Dia mengambil roti, dan sambil mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA: INILAH TUBUH-KU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.Â
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Roti, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Romo :
Demikian pula, sesudah perjamuan, Dia mengambil piala, sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Piala, Misdinar membunyikan Gong sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Setelah itu lonceng tidak lagi dibunyikan.
Romo :
Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.Â
Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami, Fransiskus, dan Uskup kami, Vincensius, serta semua rohaniwan.Â
Ingatlah juga akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.Â
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah , Santo Yosef, mempelainya, para Rasul dan semua Orang Kudus, sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu.Â
Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.Â
***
Romo kemudian mengangkat Roti dan Anggur dan berdoa
Romo :
Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.Â
Umat:
Amin
Selesai Doa Syukur Agung, misdinar petugas Gong kembali ke posisinya lalu memberi hormat.
Semua Misdinar berdiri.
Romo :
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Umat :
Bapa kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Romo :
Ya Bapa jadilah selalu kehendakmu ....
Umat :
Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya
Pada Saat Umat menjawab "Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya" Misdinar kiri menuju kreden untuk bersiap-siap menghantarkan sibori kosong dan kain Purifikatorium, dihantar saat Doa damai selesai atau tepatnya saat Salam Damai
Romo :
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu. Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
Umat :
Amin.
Romo :
Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
***
Kemudian umat saling memberikan Salam Damai, Misdinar menghantarkan Sibori kosong dan kain purifikatorium
Setelah saling memberikan Salam Damai, Misdinar berlutut
Misdinar berlutut
Romo akan mengambil Hosti yang ada di Tabernakel, setelah itu Romo akan mengambil hosti dari patena, memecahkannya, dan memasukkan pecahan kecil ke dalam piala berisi anggur.
Sembari Romo memecahkan hosti, umat mengiringi dengan seruan atau nyanyian Anak Domba Allah.
Saat Romo mengambil Sibori dari Tabernakel, Misdinar bagian kiri harap memperhatikan berapa jumlah total Sibori yang ada di Altar setelah itu. Jumlah Sibori wajib ada 3 (1 untuk Romo, 2 untuk Asisten Imam).
Jika jumlah Sibori kurang dari itu, Misdinar bisa mengambil sibori dari Sakristi (di dalam lemari).
Kemudian Romo mengangkat tinggi hosti yang telah dipecah dan piala berisi anggur.
Romo :
Lihatlah, Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
Umat :
Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Misdinar berlutut (berdoa sebelum komuni)
Romo Membagikan Komuni
Setelah semua misdinar selesai berdoa, secara bersama-sama bangkit berdiri, mundur, dan kemudian bergerak ke barisan tengah untuk menyambut komuni, diawali dari Misdinar yang paling luar.
Bagi yang belum menerima komuni, silangkan tangan di dada saat berbaris.
Setelah pembagian komuni selesai, Romo akan melakukan pembersihan bejana, yaitu membersihkan patena, piala, dan perlengkapan-perlengkapan Ekaristi.
Ini adalah urutan kegiatan Romo pada prosesi ini:
Manaruh sisa Hosti Kudus ke dalam Sibori.
Menumpulkan remah-remah Hosti Kudus dari Sibori dan Patena (Piring tempat Hosti) dan memasukkannya ke dalam Piala (masih ada Darah Kristus di dalam Piala)
Sibori yang sudah dibersihkan akan diletakkan di tepi Altar.
Jika remah-remah Hosti Kudus sudah berada di dalam Piala, maka Romo akan meminumnya
Romo membersihkan sisa-sisa Darah Kristus di Piala dengan Air yang diantar oleh Misdinar.
Piala kemudian diberiskan oleh Romo, dan disusun dengan alat-alat lainnya
Saat Romo kembali ke Altar, Misdinar bagian kanan maju, jengkeng dan berjalan ke arah Kreden. dan langsung menghatarkan tutup-tutup sibori ke Altar.
Mengantar Ampul
Romo mengumpulkan remah-remah hosti kudus dari Sibori dan Patena, dan dimasukkan ke dalam Piala.
Saat Romo sudah selesai membersihkan 1 sibori (sudah ditaruh ke pinggir), kedua misdinar maju ke arah Altar. Satu misdinar membawa Ampul, Satu misdinar tidak membawa apa-apa.
Sembari menunggu Romo meminta Air dari Ampul, Misdinar yang tidak membawa apa-apa mengambil sendiri Sibori-sibori yang sudah dibersihkan lalu menaruhnya di kreden.
Membersihkan Altar
Kemudian Romo akan membersihkan Piala menggunakan Kain Piala (Purificatorium), menyusun piala dengan alat-alat lainnya, dan terakhir Romo akan melipat kain Korporal lalu menumpuknya di atas Piala.
Saat Romo menutup Piala dengan Palla, satu Misdinar maju ke depan untuk mengambil Piala dan susunannya dari Romo.
Harap saat memegang Piala, tangan kiri di bawah/tengah dan tangan kanan harus di atas (menghindari alat-alat di atas piala jatuh).
Kemudian Misdinar kembali ke posisinya dengan Misdinar yang duduk di luar terlebih dahulu, lalu jengkeng dan berdiri di depan bantal.
Misdinar Berdiri di depan bantal
Romo :
Marilah Berdoa...
Misdinar Menunduk
Romo merentangkan tangan dan mengucapkan salam
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Umat :
Amin.
Romo :
Saudara-Saudari, pergilah, misa sudah selesai.
Umat :
Syukur kepada Allah.
Saat pengutusan selesai, Misdinar mengambil lilin perarakan dan Salib, lalu kembali ke barisan untuk jengkeng bersama-sama. Misdinar pembawa salib tidak ikut jengkeng
Romo mencium altar, lalu setelah berbaris, sesuai dengan posisi ketika perarakan masuk, Romo bersama para petugas liturgi berlutut. Setelah itu, berarak keluar gereja.
Setelah Romo datang dan jengkeng bersama-sama, Misdinar pembawa salib berjalan lebih dahulu, jangan jalan terlalu cepat, namun juga jangan terlalu lambat.