Jumlah Misdinar : 6
Pembagian Tugas :
Pembawa Wiruk dan Dupa : Bertugas di Pendupaan
Pembawa Lilin : Menjemput Persembahan, semua tugas yang menggunakan lilin, yang duduk di kiri membantu beres-beres Altar.
Pembawa Salib : Di Kreden saat persiapan persembahan, Gong dan Lonceng, Berkat anak
Misdinar lainnya : Di Kreden saat persiapan persembahan, Lonceng, dan beres-beres AltarÂ
Posisi duduk dari kiri ke kanan (setelah keluar dari sakristi dalam): Pembawa Wirug, Pembawa Dupa, Misdinar lainnya, pembawa salib, pembawa lilin, pembawa lilin.
Harap sudah berada di gereja 20 menit sebelum Misa dimulai
Sebelum dan sesudah Misa, semua petugas liturgi berdoa bersama di Sakristi.
Misdinar perempuan rambut harap dikucir dan poni diberi Pita.
Saat memberi hormat kepada Romo hanya kepala yang bergerak, bahu sebisa mungkin tidak ikut bergerak.
Harap duduk yang tenang tangan di atas paha dan pandangan fokus pada prosesi Misa.
Misdinar berjalan bersama Prodiakon dan Romo dari Sakristi menuju Altar dengan formasi Misdinar pembawa wirug dan dupa, Misdinar pembawa Salib, Misdinar pembawa lilin, Misdinar lainnya.
Sesampainya di depan Altar, Misdinar sedikit bergeser ke arah luar sehingga ada tempat untuk Romo di tengah dan kemudian jengkeng bersama-sama.
Di bagian kiri, Misdinar pembawa lilin memberi satu ruang di sebelah misdinar pembawa wiruk untuk diisi misdinar yang tidak membawa apa-apa.Â
Setelah jengkeng bersama-sama, Romo akan naik ke Altar, Prodiakon ke posisinya, Misdinar pembawa Salib menaruh salib di tempatnya, dan Misdinar pembawa wirug dan dupa maju ke arah Romo untuk proses pendupaan pertama.
Setelah Romo selesai mendupai Altar, Misdinar pembawa Wirug maju untuk mengambil wiruk dari Romo.
Setelah semua Misdinar kembali, Misdinar memberi hormat lalu masuk ke dalam Sakristi untuk menaruh wiruk dan lilin.Urutan posisi saat keluar: pembawa wirug, pembawa dupa, pembawa lilin, pembawa lilin.
Romo :
Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus
Umat :
Amin
Misdinar berdiri
Romo :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Misdinar berdiri
Romo menyampaikan pengantar Misa
Misdinar berdiri
Romo :
Saya mengaku ...
Umat :
Kepada Allah yang maha kuasa
Misdinar berdiri
Romo :
Tuhan Kasihanilah Kami
Umat :
Tuhan Kasihanilah Kami
Misdinar berdiri
Romo :
Kemuliaan bagi Allah di Surga
Umat :
Dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya
Misdinar berdiri
Romo :
Marilah berdoa
....
Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami yang bersatu dengan Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.
Umat :
Amin.
Misdinar berdiri.
Pada saat Umat menjawab Amin, Misdinar mundur ke kursi, tunggu Romo duduk dulu baru Misdinar duduk.
Misdinar duduk
Misdinar duduk
Misdinar pembawa Wirug, Dupa, dan Lilin masuk ke dalam Sakristi untuk mengambil alat-alat.
Petugas Mazmur menyanyikan Alleluya
Misdinar yang berada di dalam Sakristi keluar (dengan urutan: lilin, dupa, wirug, lilin) dan menuju depan Altar, lalu memberi hormat. Setelah itu Misdinar pembawa Wiruk dan Dupa bergerak ke arah Romo untuk pengisian dupa.
Setelah Dupa selesai diisi, Misdinar ke depan Altar lagi.
Saat Bait penantar Injil selesai, Misdinar bergerak ke arah Mimbar. Pembawa wirug dan dupa ke belakang Mimbar, pembawa lilin ke depan Mimbar.
Misdinar yang di kursi berdiri di tempat.
Romo :
Tuhan bersamamu
Umat :
Dan bersama Rohmu
Romo :
Inilah injil Yesus Kristus menurut ...
Umat :
Dimuliakanlah Tuhan
***
Romo mengambil Wirug dari Misdinar untuk mendupai Injil
***
Romo :
Demikianlah Sabda Tuhan
Umat :
Terpujilah Kristus
Setelah Romo selesai membacakan Injil, Misdinar yang di kursi duduk seperti umat lainnya, sedangkan Misdinar yang berada di sekitar Mimbar bergerak ke depan Altar, memberi hormat, lalu masuk ke dalam Sakristi untuk mengembalikan alat-alat.
Kemudian Misdinar keluar lagi lewat pintu kanan.
Misdinar duduk
Misdinar berdiri maju ke arah bantal
Misdinar berdiri
Liturgi Ekaristi terdiri dari tiga bagian besar, yaitu Persiapan Persembahan, Doa Syukur Agung, dan Ritus Komuni.
Berikut adalah urutan aktivitas Romo dalam prosesi persiapan persembahan:
Menerima Piala (dan mungkin Sibori) dari Misdinar dari Kreden.
Menerima Anggur dan Air dari Misdinar dari Kreden.
Menerima persembahan dari Umat
Mendupai Persembahan.
Membasuh tangan sebelum Doa Atas Persembahan
No 2 dan 3 bisa bertukar posisi, Misdinar harap selalu fokus.
Setelah Doa Umat selesai, semua Misdinar jengkeng, lalu secara bersama-sama melakukan gerakan berikut:
Dua Misdinar pembawa wiruk dan dupa masuk ke Sakristi untuk mengambil Wiruk dan dupa, dan langsung keluar lewat pintu kanan.
Dua Misdinar paling tengah bergerak ke arah Kreden.
Dua Misdinar pembawa lilin bergerak menjemput persembahan.
Romo menerima Piala dan Sibori kosong
Setelah sampai di Kreden, satu Misdinar langsung mengambil Piala (tangan kiri memegang bagian tengah, dan tangan kanan memegang bagian atas) dan jika ada, Misdinar lainnya mengambil Sibori. Setelah kedua Misdinar siap, bisa langsung menuju Altar tanpa harus menunggu Romo memberi kode.
Sebisa mungkin berjalan beriringan, dan memberi hormat sesampainya di Altar, lalu memberikannya kepada Romo.
Sebelum kembali ke Kreden, Misdinar memberi hormat kepada Romo, memutar ke arah dalam, lalu berjalan ke Kreden.
Romo menerima Air dan Anggur
Misdinar harap fokus ke Romo, jika Romo mengambil Piala maka Misdinar pembawa Ampul maju ke arah Romo untuk mengantarkan Ampul berisi Air dan Anggur.
Romo Menerima Persembahan Umat
Setelah para pengantar persembahan sampai di depan Altar, Misdinar yang berada di Kreden harus memperhatikan berapa jumlah persembahan yang dihantar.
Jika persembahan lebih dari dua, maka misdinar yang di kreden bersiap membantu menyambut sesuai jumlah hantaran. Persembahan berupa Sibori ditaruh di Altar.
Setelah menaruh persembahan, Misdinar pembawa lilin jangan langsung masuk ke dalam Sakristi tetapi menunggu di kreden untuk menerima hantaran persembahan berupa Peti Kolekte.
Jika hantaran datang, Misdinar bergerak ke depan untuk menerima peti kolekte dan membawanya ke samping meja kreden.
Jika hantaran peti kolekte tidak datang, Misdinar bisa masuk ke dalam Sakristi bersamaan dengan petugas Wirug dan Dupa.
Misdinar keluar saat lagu Kudus
Romo Mendupai Persembahan
Misdinar pembawa Wirug dan Dupa bergerak mendekati Romo untuk pengisian Dupa, Romo kemudian akan mendupai persembahan dan Altar, selesai mendupai, giliran Misdinar yang mendupai Romo dengan ayunan 3x3.
Selesai mendupai Romo, Misdinar bergerak ke depan Altar, memberi hormat, dan berbalik ke arah umat untuk mendupai umat dengan ayunan 3x3.
Setelah selesai, Misdinar kemudian kembali ke depan Altar, memberi hormat dan masuk ke dalam Sakristi (keluar lagi saat lagu kudus)
Romo Membasuh Tangan
Saat Romo sedang didupai oleh Misdinar, Misdinar yang di kreden maju membawa Cawan Air dan Kain Lavabo untuk prosesi pembasuhan tangan.
Jangan lupa untuk hormat dan memutar badan ke arah dalam. Setelah meletakkan Cawan dan melipat kembali kain Lavabo, Misdinar kembali ke posisinya dan tetap berdiri.
Jika hantaran peti kolekte telat dibawa ke depan, sedangkan Misdinar pembawa Lilin sudah masuk ke Sakristi, maka Misdinar yang berada di luar harap membawa peti kolekte ke samping meja Kreden.
Setelah pembasuhan, Romo menuju ke tengah-tengah altar dan umat berdiri. Lalu, Romo mengucapkan seruan beserta tanggapan dari umat sebagai berikut.
Romo :
Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang Mahakuasa.
Umat :
Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang Kudus.
***
Romo kemudian mengucapkan doa untuk persiapan persembahan tersebut (disebut "Doa Atas Persembahan"), yang ditutup dengan pengucapan "Amin" oleh umat.
Misdinar berdiri di depan bantal
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.
Umat :
Sudah kami arahkan.
Romo :
Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
Umat :
Sudah layak dan sepantasnya.
Romo :
Sungguh layak dan sepantasnya ...
Misdinar Berdiri
Lagu Kudus dinyanyikan
Misdinar petugas Gong memberi hormat lalu bergerak ke arah Gong.
Misdinar pembawa lilin, wirug, Dupa, dan Lilin keluar dari pintu kanan, hormat di depan Altar, lalu bergerak ke posisi masing-masing (wirug dan dupa di tangga panti imam, pembawa lilin di kanan dan kiri Altar.
Selesai lagu Kudus, semua Misdinar berlutut (kecuali pembawa lilin)
Pembawa wiruk bersiap mengisi dupa sambil berlutut.
Petugas lonceng juga harus mulai bersiap-siap.
Ini adalah saat paling sakral dalam Perayaan Ekaristi, maka Misdinar harus konsentrasi penuh. pada bagian ini tugas Misdinar akan diterangkan dalam tiga bagian.
Lonceng pertama
Romo :
Sungguh kuduslah Engkau, Tuhan, sumber segala kekudusan. Maka kami mohon: kuduskanlah persembahan ini dengan pencurahan Roh- Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Lonceng dibunyikan pada saat Romo membuat Tanda Salib di atas persembahan, perhatikan [†] pada kalimat agar bagi kami menjadi Tubuh dan [†] Darah Tuhan kami, Yesus Kristus.
Saat membunyikan lonceng, tangan kiri ditaruh di dada.
Setelah lonceng dibunyikan, petugas lilin berlutut.
Gong dan Lonceng
Romo :
Ketika Dia diserahkan untuk menanggung sengsara dengan rela, Dia mengambil roti, dan sambil mengucap syukur, Dia memecah-mecahkan lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MAKANLAH, KAMU SEMUA: INILAH TUBUH-KU, YANG DISERAHKAN BAGIMU.Â
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Roti, Misdinar mengayunkan Wirug sebanyak tiga ayunan lalu diikuti Gong. Prosesi ini dilakukan sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Romo :
Demikian pula, sesudah perjamuan, Dia mengambil piala, sekali lagi Dia mengucap syukur kepada-Mu, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:Â
TERIMALAH DAN MINUMLAH, KAMU SEMUA: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI SEBAGAI KENANGAN AKAN DAKU.
***
Romo kemudian akan mengangkat Hosti, dan setelah gong dibunyikan tiga kali Romo akan berlutut.
Saat Romo mengangkat Piala, Misdinar mengayunkan Wirug sebanyak tiga ayunan lalu diikuti Gong. Prosesi ini dilakukan sebanyak tiga kali.
Kemudian Romo akan berlutut, dan Misdinar membunyikan Lonceng.
Lonceng Terakhir
Romo :
Sambil mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus, kami mempersembahkan kepada-Mu, Bapa, roti kehidupan dan piala keselamatan. Kami bersyukur, sebab kami Engkau anggap layak menghadap Engkau dan berbakti kepada-Mu. Dan kami mohon semoga kami yang menerima Tubuh dan Darah Kristus dihimpun menjadi satu umat oleh Roh Kudus.Â
Ingatlah, Tuhan, akan Gereja-Mu yang tersebar di seluruh bumi, agar Engkau menyempurnakannya dalam cinta kasih, dalam persatuan dengan Paus kami, Fransiskus, dan Uskup kami, Vincensius, serta semua rohaniwan.Â
Ingatlah juga akan saudara-saudari kami, yang telah meninggal dengan harapan akan bangkit, dan akan semua orang yang telah berpulang dalam kerahiman-Mu, dan terimalah mereka dalam cahaya wajah-Mu.Â
Kami mohon, kasihanilah kami semua, agar kami Engkau terima dalam kebahagiaan abadi bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah (Biasanya saat Santa Perawan Maria disebut, misdinar harus mulai siap-siap), Santo Yosef, mempelainya, para Rasul dan semua Orang Kudus, sepanjang masa, yang hidupnya berkenan pada-Mu.Â
Semoga kami pun Engkau perkenankan turut serta memuji dan memuliakan Dikau, dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu.Â
***
Romo kemudian mengangkat Roti dan Anggur dan berdoa
Romo :
Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia dan dalam Dia, bagi-Mu, Allah Bapa yang Mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan, sepanjang segala masa.Â
Umat:
Amin, Amin...., Amin.....
Lonceng dibunyikan dan wirug diayunkan sepanjang doa yang terakhir (Saat Romo mengangkat Roti dan Anggur atau doa yang dicetak tebal di atas) sampai umat menjawab Amin
Romo :
Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa.
Umat :
Bapa Kami yang ada di Surga ...
Semua Misdinar berdiri.
Misdinar petugas Gong kembali ke posisinya lalu memberi hormat.
Misdinar pembawa Wirug, Dupa, dan Lilin bergerak ke depan Altar, memberi hormat, lalu masuk ke dalam Sakristi untuk mengembalikan alat-alat, lalu keluar saat Anak Domba Allah lewat pintu kanan.
Romo :
Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bersabda kepada para Rasul-Mu: Damai-Ku Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu: janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu; dan berilah kami damai dan kesatuan sesuai dengan kehendak-Mu. Engkau yang hidup dan meraja sepanjang segala masa.
Umat :
Amin.
Romo :
Semoga damai Tuhan selalu bersamamu.
***
Kemudian umat saling memberikan Salam Damai
Setelah saling memberikan Salam Damai, Misdinar berlutut
Romo mengambil hosti dari patena, memecahkannya, dan memasukkan pecahan kecil ke dalam piala berisi anggur.
Sembari Romo memecahkan hosti, umat mengiringi dengan seruan atau nyanyian Anak Domba Allah.
Misdinar berlutut
Kemudian Romo mengangkat tinggi hosti yang telah dipecah dan piala berisi anggur.
Romo :
Lihatlah, Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.
Umat :
Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
Misdinar berlutut (berdoa sebelum komuni)
Romo Membagikan Komuni
Setelah semua misdinar selesai berdoa, secara bersama-sama bangkit berdiri, mundur, dan kemudian bergerak ke barisan tengah untuk menyambut komuni, diawali dari Misdinar yang paling luar.
Bagi yang belum menerima komuni, silangkan tangan di dada saat berbaris.
***
Selesai menerima Komuni, petugas beres-beres Altar dan petugas penjemput berkat anak mulai bersiap-siap.
Petugas penjemput berkat anak bisa bergerak setelah Romo selesai membagikan Komuni, sedangkan petugas beres-beres Altar bisa bergerak saat Prodiakon terakhir menyelesaikan tugasnya.
Jika yang memimpin lebih dari satu Romo, maka petugas beres-beres juga bergerak bersamaan dengan petugas penjemput anak-anak.
***
Petugas beres-beres Altar: Misdinar yang tidak membawa apa-apa + salah satu dari pembawa wirug atau dupa (Bergerak ke kiri)
Petugas penjemput berkat anak: Misdinar pembawa lilin dan satu misdinar pembawa lilin (Kanan) bergerak ke kanan
Setelah pembagian komuni selesai, Romo akan melakukan pembersihan bejana, yaitu membersihkan patena, piala, dan perlengkapan-perlengkapan Ekaristi.
Ini adalah urutan kegiatan Romo pada prosesi ini:
Manaruh sisa Hosti Kudus ke dalam Sibori, Sibori akan dimasukkan ke Tabernakel oleh Prodiakon.
Menumpulkan remah-remah Hosti Kudus dari Sibori dan Patena (Piring tempat Hosti) dan memasukkannya ke dalam Piala (masih ada Darah Kristus di dalam Piala)
Sibori yang sudah dibersihkan akan diletakkan di tepi Altar.
Jika remah-remah Hosti Kudus sudah berada di dalam Piala, maka Romo akan meminumnya
Romo membersihkan sisa-sisa Darah Kristus di Piala dengan Air yang diantar oleh Misdinar.
Piala kemudian diberiskan oleh Romo, dan disusun dengan alat-alat lainnya
Saat Prodiakon terakhir kembali ke Altar setelah selesai membagikan Komuni, Misdinar bagian kiri langsung maju, berlutut dua kaki, bangkit lagi, hormat, dan berjalan ke arah Kreden.
Mengantar Ampul
Romo mengumpulkan remah-remah hosti kudus dari Sibori dan Patena, dan dimasukkan ke dalam Piala.
Perhatikan berapa sibori yang sudah dibersihkan oleh Romo (sudah ditaruh di pinggir) dan belum dibersihkan (ada di depan Romo).
Misdinar bisa maju membawa ampul ke Romo saat Romo membersihkan Sibori terakhir, Artinya yang ada di Altar di depan Romo hanya tinggal Piala saja.
Jangan sampai Misdinar maju disaat Romo minum anggur, itu terlalu lambat. Lebih baik Misdinarnya yang lebih cepat dari pada terlambat.
Membersihkan Altar
Kemudian Romo akan membersihkan Piala menggunakan Kain Piala (Purificatorium), menyusun piala dengan alat-alat lainnya, dan terakhir Romo akan melipat kain Korporal lalu menumpuknya di atas Piala.
Saat Romo melipat Korporal, dua Misdinar yang di Kreden maju ke depan untuk mengambil alat-alat dari Romo.
Harap saat memegang Piala, tangan kiri di bawah/tengah dan tangan kanan harus di atas (menghindari alat-alat di atas piala jatuh).
Jika alat tidak mampu dibawa dalam sekali jalan, Misdinar kembali lagi ke Altar untuk mengambil alat-alat yang ada. Jika romo sudah bergerak untuk memberikan berkat anak, Misdinar bisa mengambil sendiri alat-alat yang ada di Altar.
Kemudian Misdinar kembali ke posisinya, lalu jengkeng dan dudk di kursi.
Setelah alat-alat Ekaristi sudah dibersihkan dan dikembalikan ke Kreden, Romo akan memberikan berkat anak.
Saat Romo selesai menerimakan Komuni, Misdinar petugas penjemput anak-anak (dua misdinar yang duduk di tengah) bangkit, menunduk, dan bergerak ke arah belakang (lewat samping jangan lewat tengah) untuk menjemput anak-anak.
Saat Romo mulai menumpuk alat-alat ke atas Piala (setelah minum anggur), Misdinar sudah bisa mulai berjalan ke depan (Paling lambat saat Romo melipat kain Korporal).
Misdinar Berlutut
Romo :
Marilah Berdoa...
Misdinar Berdiri
Misdinar duduk
Romo merentangkan tangan dan mengucapkan salam
Romo :
Tuhan bersamamu.
Umat :
Dan bersama rohmu.
Romo :
Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati saudara sekalian, Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Umat :
Amin.
Misdinar berdiri
Romo :
Saudara-Saudari, pergilah, misa sudah selesai.
Umat :
Syukur kepada Allah.
Saat pengutusan selesai, Misdinar pembawa salib maju ke depan untuk mengambil salib dan misdinar yang lain sedikit bergeser ke tengah, menyisakan ruang untuk Romo
Romo mencium altar, lalu setelah berbaris, sesuai dengan posisi ketika perarakan masuk, Romo bersama para petugas liturgi berlutut. Setelah itu, berarak keluar gereja.
Setelah Romo datang dan jengkeng bersama-sama, Misdinar pembawa salib memulai perarakan diikiti yang lainnya, jangan jalan terlalu cepat, namun juga jangan terlalu lambat.