Pengertian Tradisi Lisan
Tradisi Lisan adalah tuturan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat, seperti sejarah lisan, dongeng, rapalan, pantun, cerita rakyat, atau ekspresi lisan lainnya. Tradisi lisan merupakan bagian kekuatan kultural suatu bangsa. Tradisi lisan sangat beraneka ragam bentuknya, tidak hanya berupa dongeng, mitos, dan legenda atau pantun dan syair. Setiap daerah bahkan setiap suku memiliki tradisi lisan masing-masing. Misalnya, kuntulan (tradisi lisan Jember, Jawa Timur), kentrung (tradisi lisan Jawa Timur), macapatan/macopat (tradisi lisan Madura), jemblung (tradisi lisan Banyumas, Jawa Tengah), wayang garing dan ubruk (tradisi lisan Banten), sintren (tradisi lisan Cirebon, Jawa Barat), rancag (tradisi lisan Betawi), warahan (tradisi lisan Lampung), tale (tradisi lisan Kerinci), serambeak (tradisi lisan Suku Rejang, Bengkulu), guritan (tradisi lisan Suku Besemah, Sumatra Selatan), didong (tradisi lisan Gayo, Aceh), lamut (tradisi lisan Banjar, Kalimantan Selatan), moronene (tradisi lisan Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara), kabhanti (tradisi lisan Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara), iko-iko (tradisi lisan Suku Bajo, Sulawesi Utara), sinrilik (tradisi lisan Sulawesi Selatan), tanggomo (tradisi lisan Gorontalo), lohia sapalewa (tradisi lisan Seram Barat, Maluku), dan sosondah (tradisi lisan Rote, Nusa Tenggara Timur).
Di dalam tradisi lisan-tradisi lisan itu terkandung berbagai hal yang menyangkut hidup dan kehidupan masyarakat pendukungnya pada masa itu, seperti kearifan lokal, sistem nilai, sejarah, hukum, adat, dan pengobatan. Cara penyajian tradisi lisan beragam mulai dari pementasan, permainan, upacara hingga ritual. Berdasarkan isi, tradisi lisan biasanya berisikan petunjuk, petuah, sindiran, kritik, bahkan mantra. Tembang macopat merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang sangat terkenal dan disenandungkan tanpa menggunakan iringan apa pun.