Pengertian Musik Patrol
Musik Patrol merupakan ensembel musik perkusi berbentuk kentongan yang terbuat dari kayu atau bambu. Kesenian ini memiliki keterkaitan dengan kesenian perkusi yang berkembang di Madura yakni tongtong atau dhungdhung. Patrol merupakan warisan budaya asli Kabupaten Jember. Di Jember, ensembel kentongan ini mayoritas menggunakan kayu sebagai bahan alat musiknya. Pada zaman dahulu musik patrol digunakan oleh masyarakat desa untuk ronda malam. Kala itu suaranya masih monoton. Kemudian musik patrol dikembangkan dengan suara yang lebih indah dan enak didengar.
Seiring kemajuan musik patrol bisa digunakan untuk menjadi pengiring suara dari lagu-lagu tradisional. Musik patrol dirancang untuk meciptakan irama dan instrumen yang dinamik untuk mengiringi lagu-lagu tradisional dari Jawa, Madura, atau Banyuwangi. harmonisasi suara yang dihasilkan dalam musik patrol itu merupakan perpaduan dari berbagai alat musik. Mulai dari kenong, kentongan dari kayu nangka, remo, ting-tung, bas besar, kleter, selingan, sampai tamborin, serta tidak boleh ketinggalan harus ada seruling bambu.
Kesenian musik patrol yang terdapat di Desa Klungkung yakni Musik Patrol Remeka yang dipelopori oleh Bapak Abu Bakar sejak tahun 1980 M. Alat musik yang digunakan musik Patrol Remeka hampir sama dengan alat musik patrol pada umumnya, namun yang menjadi pembeda dan menjadi ciri khas tersendiri musik Patrol Remeka adalah adanya alat musik tambahan berupa gendang dan rebana.