Pengertian Samman       

  Tari Samman di Indonesia menurut sejarahnya berasal dari Timur Tengah. Tari Samman ini awalnya bukanlah sebuah tarian, namun aktifitas sebuah kelompok tarekat Sammaniyah yang diperkenalkan oleh Abu Hasan Ali Asy-Syazali di Mesir.  Tarekat Sammaniyah dinisbatkan kepada pendiri awalnya yakni Syekh Muhammad bin Abd Karim Al Sammani. Tarekat ini merupakan olah rohani yang bersifat individu sehingga berkembang menjadi semacam organisasi yang kegiatannya tidak hanya terbatas pada wirid dan dzikir saja akan tetapi juga masuk kedalam ranah duniawi. Tarekat Sammaniyah merupakan tarekat pertama yang banyak memperoleh pengikut dalam jumlah besar di Nusantara. Tarekat ini sangat merakyat terutama di daerah Sumatera Selatan dan Kalimantan. Tari Samman ini mulai masuk ke Jawa sekitar akhir abad ke-18 dan juga awal abad ke-19. Bahkan di daerah Madura terdapat suatu tradisi yang menghibur masyarakat yang disebut Ratep Samman. Madura menyebutnya dengan nama Samman Ratep.  

    Kesenian Samman Namli di Desa Klungkung dibawa oleh penyebar agama Islam dari Pulau madura. Makna simbol ritual Samman merupakan akulturasi antara nilai-nilai religius dan nilai-nilai budaya yang ditunjukan dengan: Pertama, simbol mendeskripsikan hubungan manusia dengan Tuhan. Kedua, simbol ritual Samman memaknakan etika hubungan manusia dengan sesama manusia seperti sikap hormat kepada orang lain, ajaran moral untuk saling membantu dan gotong-royong, ajaran moral tentang pendidikan dan ajaran moral perihal kematian. Ketiga, mengandung makna etis tentang hubungan manusia dengan lingkungannya. Maksud keseluruhan dari makna etis ritual Samman adalah agar setiap anggota masyarakat khususnya peserta ritual dapat mewujudkan kehidupan yang baik dan benar sehingga memperoleh kehidupan bahagia.