Selayang Pandang
Kata Kunci : Jagratara, Pelestarian, Potensi, Kebudayaan, Desa Klungkung
Jagratara merupakan nama pembaharuan dari Komunitas Peduli Kebudayaan Desa Klungkung yang dibentuk oleh Pemerintah Desa Klungkung. Pembaharuan nama dan logo komunitas menjadi Komunitas Kebudayaan Klungkung “Jagratara” bertujuan untuk menciptakan nuansa dan semangat baru komunitas dalam mencapai tujuan utama yakni melestarikan dan mengembangkan kebudayaan yang terdapat di Desa Klungkung. Nama "Jagratara" diambil dari bahasa sansekerta yang berarti/mengandung makna selalu waspada, artinya berawal dari kewaspadaan para pemuda akan tergerusnya kebudayaan Desa Klungkung di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi pada zaman digitalisasi. Nama "Jagratara" juga melambangkan keinginan yang membaja, dengan maksud tak henti-hentinya berupaya untuk meraih apa yang diinginkan yakni lestari dan berkembangannya semua kebudayaan Desa Klungkung.
Desa Klungkung memiliki kekayaan potensi yang sangat baik meliputi keindahan bentang alam, seni kebudayaan, dan warisan budaya. Desa Klungkung terdiri dari 3 dusun yang meliputi Dusun Krajan, Dusun Gendir dan Dusun Mujan. Berdasarkan hasil temu kenali teridentifikasi bahwa ketiga dusun tersebut memiliki keunikan seni budaya dan potensi alam masing-masing.
Dusun Krajan merupakan dusun yang menjadi pusat pemerintahan desa Klungkung. Potensi yang tampak di Dusun Krajan yakni bentang alam yang indah, sebagian besar berupa perkebunan kopi dan wisata air terjun Anugerah Tunjung Angin. Potensi lain yang terdapat di dusun Krajan diantaranya ukir-ukiran, kerajinan tangan, rumah rajut, kesenian ludruk hasib budaya dan sumber mawar, pencak silat 5 bersaudara, patrol remika, ukiran dan rumah merpati.
Wilayah bagian barat desa Klungkung terdapat dusun Gendir. Penamaan Dusun Gendir berasal dari kepercayaan masyarakat setempat bahwa Patih Logender pernah singgah di dusun ini, Potensi yang dimiliki dusun Gendir ialah seni kebudayaan dan bentang alam. Tempat wisata di dusun gendir berupa wisata batu ampar. Batu ampar merupakan hamparan batu besar yang dihimpit oleh dua tebing tinggi disertai aliran air sungai jernih. Di dusun Gendir juga terdapat kesenian samman, hadroh dan drum blek gempa. Dusun Mujan berasal dari kata “Pemujaan”. Di dusun Mujan terdapat suatu ritus bernama Sandorellang yang merupakan pujian-pujian disertai dengan tari-tarian membentuk lingkaran yang mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ritual kegiatan Sandor dilaksanakan setiap satu tahun sekali tepatnya pada tanggal 1 Suro/Muharrom dalam kalender Hijriyah. Selain itu, di dusun Mujan juga terdapat potensi alam, kebudayaan dan kesenian lainnya meliputi sumber tiga, pencak silat (mawar tunggal, putra harapan, sinar putra), tape mujan, madu dan pengrajin bambu.