Pada masa Hindia Belanda antara 1817 hingga 1942, wilayah Bondowoso-Jember di Karesidenan Besuki dikenal sebagai lahan pertanian dan perkebunan yang subur. Pemerintah kolonial Belanda mengembangkan penanaman kopi di Besuki, dimulai pada tahun 1832 setelah Johannes van den Bosch memperkenalkan budidaya kopi dalam Sistem Tanam Paksa. Pada tahun 1831, terdapat 753.497 pohon kopi di Residensi Besuki, yang meningkat menjadi 3.098.304 pada tahun 1833, dan terus bertambah hingga mencapai 10.832.763 pohon pada tahun 1858. Meskipun Jember berkontribusi pada produksi kopi, perannya masih kurang signifikan dibandingkan dengan daerah lain seperti Bondowoso, Sukokerto, dan Penanggungan. Pada tahun 1859, produksi kopi di Jember hanya 375 pikul, sementara Bondowoso menghasilkan 13.385 pikul.
Tangki fermentasi kopi di perusahaan Blawan
Perusahaan pertanian Bandhoe Roto di Tlogosari
Penjemuran di pabrik kopi baru milik perusahaan Pantjoer
Para pekerja wanita di kebun kopi Jawa Timur
Perkebunan Kopi
Jenis kopi yang dibudiyakan
Pengolahan kopi di Mrawan, Gumitir
Pekerja wanita sebagai pemetik kopi