Kantor eks-Karesidenan Besuki tampak dari samping
Kantor eks-Karesidenan tampak dari belakang
Kantor administrasi yang menjadi SMAN 1 Besuki
Pada masa kolonial, Karesidenan Besuki di Jawa Timur menjadi pusat produksi komoditas pertanian penting, seperti tembakau, kopi, karet, dan tebu. Tembakau ditanam secara luas dan dikenal berkualitas tinggi, menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah kolonial. Kopi, terutama kopi Arabika, mulai dikembangkan di daerah pegunungan dan diekspor ke Eropa, memperkuat posisi Belanda di pasar kopi global. Karet diperkenalkan pada akhir abad ke-19, dengan banyak lahan dialokasikan untuk penanaman pohon karet, menciptakan lapangan kerja meskipun sering dalam kondisi sulit. Tebu juga penting untuk produksi gula, dengan perkebunan yang memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor. Secara keseluruhan, komoditas ini memberikan keuntungan ekonomi bagi Belanda, tetapi juga menciptakan ketimpangan sosial dan penderitaan bagi masyarakat lokal, dampak yang masih terasa hingga kini.