Dirangkum dari laman Kementerian PUPR, pembangunan infrastruktur SDA di WS Bengawan Solo telah dimulai pada abad ke-18 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Pada saat itu, pemerintah Belanda membangun kanal Solo Vallei Werken dan sudetan Bengawan Solo dari Plangwot – Sidayu Lawas, namun terhenti karena alasan biaya. Pada 1880 guna menghindari sedimentasi di Pelabuhan Tanjung Perak, muara Sungai Bengawan Solo dialihkan dari Selat Madura ke Ujung Pangkah. Sebelum dibelokkan ke Ujung Pangkah, muara Bengawan Solo terletak di Tanjung Widoro/Mengare, Gresik. Buktinya adalah peta yang dapat dilihat pada gambar 1.
Gambar 1. Peta muara Bengawan Solo dari masa ke masa.
Sumber : quora