Proses sedimentasi ini dimulai ketika partikel tanah tererosi dari permukaan asalnya oleh kekuatan alam seperti hujan, aliran sungai, atau angin kencang. Partikel-partikel tersebut kemudian diangkut oleh media pengangkut, bergerak mengikuti aliran air, tiupan angin, atau aliran gletser. Ketika energi agen pengangkut menurun, seperti ketika air sungai melambat atau angin berkurang kecepatannya, partikel-partikel tanah mulai mengendap. Proses pengendapan ini terjadi di berbagai tempat seperti dasar sungai, danau, delta, atau lembah, tergantung pada jenis dan ukuran partikel serta kondisi lingkungan setempat. Sedimentasi memainkan peran penting dalam pembentukan tanah baru, pembentukan bentang alam, dan mempengaruhi kesuburan tanah di daerah pengendapan.
Pada skala kecil, dapat dilihat di gambar 6. Ketika bagian atas mengalami degradasi lahan dan tererosi, maka bagian bawah pasti terdapat sedimentasi. Sedangkan pada skala besar, bentuk lanjut proses sedimentasi dapat dilihat pada gambar 7. Dapat dilihat bahwa hasil erosi di gunung seminung dan sekitarnya mengendap ke bawah dan membentuk dataran banjir yang dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian dan pemukiman.
Gambar 6. Sedimentasi di Pinggir Jalan Wisata Ranau
Sumber : dokumentasi pribadi
Gambar 7. Sedimentasi di Danau Ranau
Sumber : dokumentasi pribadi