Pernahkah anda memperhatikan berita gunung meletus? Luar biasa bukan? Gunung meletus tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada proses endogenik yang terjadi di dalamnya. Bagaimana gunung api bisa meletus? Simak video 4 untuk mengetahui bagaimana proses dan beda letusan pada gunung api.
Video 4. Proses Letusan Gunung Api
Sumber : Youtube - Kok Bisa
Secara umum ada dua jenis gunung berapi, yaitu gunung api strato dan gunung berapi perisai. Gunung api strato biasa terbentuk di zona konvergen, sedangkan gunung api perisai biasa terbentuk di zona divergen. Meskipun begitu, ada banyak fitur gunung berapi berbeda yang dapat terbentuk dari magma yang meletus (seperti kerucut cinder atau kubah lava dan kaldera) serta proses yang membentuk gunung api. Pada bagian ini Anda dapat mengetahui perbedaan antara gunung api strato dan gunung berapi perisai, kubah lava, dan kaldera.
Viskositas penting dalam vulkanologi. Letusan magma yang sangat kental (sangat lengket) cenderung menghasilkan gunung berapi bersisi curam dengan kemiringan sekitar 30–35°. Hal ini dikarenakan material vulkanik yang kental tidak mengalir terlalu jauh dari tempat letusannya, sehingga menumpuk berlapis-lapis membentuk gunung berapi berbentuk kerucut yang disebut stratovolcano. Sebaliknya, gunung berapi perisai memiliki kemiringan landai kurang dari 10° dan mengeluarkan lebih banyak lava cair yang disebut basalt. Ketika gunung berapi perisai meletus, basalt dapat mengalir jauh dari lubang angin untuk menghasilkan lereng yang lebar dan landai.
Gambar 9. Gunung Seminung
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gunung Api Strato
Gunung api strato memiliki sisi yang relatif curam dan lebih berbentuk kerucut dibandingkan gunung berapi perisai. Terbentuk dari lava kental dan lengket yang tidak mudah mengalir. Oleh karena itu, lava menumpuk di sekitar lubang angin dan membentuk gunung berapi dengan sisi yang curam. Gunung berapi strato lebih mungkin menghasilkan letusan eksplosif karena penumpukan gas di magma kental.
Andesit merupakan jenis batuan stratovolkano yang paling umum, namun stratovolkano juga meletuskan berbagai jenis batuan dalam kondisi tektonik yang berbeda. Contoh gunung dengan morfologi ini adalah Gunung Seminung, Sumatra Selatan, Indonesia.
Gambar 10. Mauna Loa
Sumber : Smitshonian Institutuion
Gunung Api Perisai
Jika gunung berapi menghasilkan lava encer dengan viskositas rendah, ia menyebar jauh dari sumbernya dan membentuk gunung berapi dengan lereng landai, yaitu gunung berapi perisai. Kebanyakan gunung berapi perisai terbentuk dari aliran lava basaltik cair. Mauna Kea dan Mauna Loa merupakan gunung berapi perisai. Ini adalah gunung berapi aktif terbesar di dunia, yang tingginya lebih dari 9 km di atas dasar laut di sekitar pulau Hawai'i.
Gambar 11. Kelud
Sumber : Wikimedia
Kubah Lava
Pada tahun 2007 lalu Gunung kelud pernah dinyatakan AWAS sampai mengkhawatirkan namun ternyata letusannya tidak seperti letusan tahun 1990. Letusan 2007 menghasilkan sumbatan hitam yang dinamakan kubah lava. Kemudian pada letusan 2014, sumbatan tersebut pecah meledak ke angkasa, debunya bertebaran se-pulau Jawa. Akses informasi selengkapnya di sini.
Lava yang keluar dari kepundan gunung keluar ke permukaan dalam kawah, mendingin sebagian atau seluruhnya dan membeku sehingga membentuk gundukan yang disebut kubah lava. Karakteristik lava kental tidak terlalu cair, ia tidak dapat mengalir keluar dari lubang dengan mudah saat diekstrusi. Maka, material tersebut menumpuk di atas ventilasi dan membentuk material besar berbentuk kubah.
Gambar 12. Kaldera Toba
Sumber : Brilio.net
Kaldera
Magma disimpan di bawah gunung berapi di dapur magma. Ketika terjadi letusan eksplosif yang sangat besar yang mengosongkan dapur magma, maka atap ruang magma dapat runtuh membentuk cekungan atau mangkuk dengan dinding yang sangat curam di permukaannya. Ini adalah kaldera dan lebarnya bisa puluhan mil.
Kaldera juga dapat terbentuk selama letusan yang menghilangkan puncak sebuah stratovolcano. Letusan yang membentuk kaldera dapat menghilangkan sebagian besar dari satu gunung berapi strato. Bagian atasnya benar-benar bisa meledak!
Contoh kaldera di Sumatra, sekaligus kaldera terbesar di dunia adalah Danau Toba.