Indonesia memiliki dua musim, yaitu kemarau dan penghujan. Ketika musim penghujan, curah hujan di Sumatra Selatan pasti lebih banyak daripada musim kemarau. Anda pasti akan menjumpai genangan air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah. Pada saat itulah terjadi proses erosi.
Proses erosi terjadi ketika air hujan yang jatuh ke permukaan tanah menimbulkan adanya gaya geser dan tekanan. Air tersebut akan menghancurkan agregat tanah dan hancuran agregat tanah tersebut akan terpencar kesegala arah, jenis erosi ini tergolong dalam erosi percikan (splash erosion) lihat gambar 3.
Ketika tanah sudah dalam kondisi jenuh air, air hujan yang jatuh akan mengalir dan menyebabkan terjadinya air limpasan (run-off). Hancuran agregat tanah yang diakibatkan oleh splash erosion selanjutnya akan terbawa oleh aliran limpasan, aliran tersebut juga akan mengikis agregat tanah yang di alirinya, atau lebih dikenal dengan erosi lembar lihat gambar 4. Kemampuan suatu aliran dalam menggerus tanah tidak sama pada setiap tempat, aliran yang memiliki karakteristik trubulensi (kederasan) yang besar maka semakin besar pula potensi aliran tersebut mengikis tanah sedangkan bila turbulensinya kecil maka semakin kecil pula potensi aliran tersebut mengikis tanah.
Air limpasan yang terjadi lambat laun akan terkonsentrasi pada satu titik yang menyebabkan terbentuknya saluran-saluran kecil (channel), adanya konsentrasi aliran menyebabkan pemindahan tanah lebih banyak terjadi pada tempat tersebut atau lebih dikenal dengan erosi alur (rill erosion) lihat pada gambar 3.
Saluran-Saluran kecil yang terbentuk pada erosi alur akan mengalir dan terkonsentrasi pada satu tempat sehingga akan membuat sebuah saluran yang mana semakin berjalannya waktu akan semakin besar, hingga akhirnya membentuk parit yang permanen atau lebih dikenal dengan erosi parit (gully erosion) lihat gambar 6. Kemudian partikel tanah yang tergerus dan terangkut oleh aliran tersebut akan mengendap disuatu tempat.
Relief Ranau yang kasar dan tingginya curah hujan menyebabkan tingginya intensitas fenomena erosi. Kita sering melihat berbagai bentuk erosi dalam berbagai jenis, mulai dari percik, lembar, alur, dan parit, sehingga membentuk banyak lembah dan puncak perbukitan. Selain itu, di sana juga memiliki ancaman pergerakan tanah dan batuan yang tinggi. Mari kita lihat beberapa contoh fenomena eksogenik di Ranau.
Gambar 3. Erosi Percik
Sumber : dokumentasi pribadi
Gambar 5. Erosi Alur
Sumber : Wiktionary
Gambar 4. Erosi Lembar
Sumber : qknowbooks.gitbooks.io
Gambar 6. Erosi Parit
Sumber : dokumentasi pribadi