Tahukah kalian zat apa yang terkandung dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari seperti telur, susu, daging dan lain-lain? Salah satu zat tersebut adalah protein. Protein merupakan senyawa penting penyusun sel hidup yang kompleks berbobot molekul tinggi berupa polimer dari monomer – monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida (terbentuk dari gabungan-gabungan asam amino)
1. Struktur dan Tata Nama Protein
Protein merupakan senyawa makromolekul yang terbentuk dari hasil polimerisasi kondensasi berbagai asam amino. Asam amino adalah turunan asam karboksilat yang mengandung gugus amina. Seperti halnya polisakarida, protein juga merupakan polimer. Protein monomer adalah asam a-amino. Rumus umum asam amino yaitu:
Protein yang terbentuk dari dua molekul asam amino disebut dipeptida, dari tiga molekul asam amino disebut tripeptida, sedangkan lebih dari tiga asam amino disebut polipeptida. Contoh reaksi kondensasi dua molekul asam amino membentuk dipeptida seperti berikut:
2. Penggolongan Protein
Protein dapat digolongkan berdasarkan bentuk, asal, dan jenis monomernya
a. Berdasarkan Bentuknya
1.Protein Serat
Berupa susunan rantai polipeptida dalam suatu lembaran yang panjang. Berfungsi untuk pertahanan luar, contoh pada lapisan kulit luar, rambut, bulu, kuku, dan tanduk. Fungsi yang lain adalah untuk memberi dukungan dan pemberi bentuk, contohnya pada tulang, urat, dan lapisan kulit sebelah dalam.
2. Protein Globular
Berupa rantai polipeptida yang berlipat dengan rapat, sehingga menjadi bentuk bulat atau bulat yang kompak. Contohnya adalah enzim, protein, dalam darah, antibodi, hormon, komponen membran, dan ribosom.
b. Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya, protein dapat dikelompokkan menjadi enzim, transpor protein, protein nutrisi dan penyimpan makanan, protein kontraktil (motil), protein struktural, pertahanan protein, dan protein pengatur.
Enzim
Berfungsi sebagai katalisator berbagai reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh. Enzim berfungsi untuk mendukung terjadinya reaksi kimia di dalam tubuh.
Contohnya di dalam tubuh semua sumber zat gizi mulai dari karbohidrat, protein, dan lemak harus diubah menjadi bentuk yang lebih sederhana agar bisa diserap. Nah, untuk mengubah itu semua diperlukan beberapa reaksi kimia yang rumit di dalam tubuh. Reaksi kimia tersebut akan berjalan lancar jika ada enzim di dalam tubuh. contoh lain yaitu enzil maltase yaitu mengubah maltosa menjadi glukosa.
Transpor protein
Protein di dalam tubuh juga berfungsi ibaratnya sebagai pengantar molekul dan zat-zat gizi di dalam tubuh keluar dan masuk ke dalam sel, dalam arti lain protein ini mengikat dan memindahkan molekul ion spesifik.
Contohnya adalah hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pembentuk sel darah merah. Hemoglobin akan mengikat oksigen dan mengantarkannya ke jaringan yang membutuhkan oksigen dari paru-paru. Contoh protein transport lainnya adalah serum albumin yang bertugas mengantarkan lemak ke aliran darah.protein nutrisi
Protein nutrisi
Berfungsi sebagai penyimpanan cadangan makanan. Contoh protein seperti biji-bijian seperti gandum dan jagung.
Protein kontraktil (motil)
Berperan dalam proses gerak karena memberi kemampuan pada sel untuk berkontraksi. Contoh aktin dan miosin yang berperan pada otot rangka.
Protein struktural
Jenis protein paling besar adalah protein struktural. Protein struktural berfungsi sebagai komponen penting yang membangun konstruksi tubuh dari tingkat sel.
Contoh protein struktural yang paling umum adalah kolagen dan keratin. Protein jenis keratin adalah protein yang kuat dan berserat sehingga dapat membentuk struktur kulit, kuku, rambut, dan juga gigi. Sementara, protein struktural berbentuk kolagen berfungsi sebagai pembentuk tendon, tulang, otot, tulang rawan, dan juga kulit.
c. Berdasarkan Asalnya
Berdasarkan asalnya, protein dikelompokkan menjadi dua, yaitu protein hewani (berasal dari hewan) dan protein nabati (berasal dari tumbuh-tumbuhan).
d. Berdasarkan Jenis Monomernya
Berdasarkan jenis monomernya, protein dikelompokkan menjadi dua, yaitu protein sederhana dan proten konjugasi. Protein sederhana antara lain albumin, globulin, glutelin, prolamin, skleroprotein, histon, dan protamin. Protein konjugasi antara lain fosfoprotein, lipoprotein, nukleoprotein, glikoprotein, dan kromoprotein.
3. Sifat Protein
Protein memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Sukar larut dalam udara karena memiliki ukuran molekul yang sangat besar.
b. Mengalami koagulasi ulang, penambahan asam, atau penambahan basa.
c. Bersifat amfoter karena dapat membentuk zwitterions. Pada titik isoelektriknya, protein mengalami koagulasi sehingga dapat diakses dari pelarutnya.
d. Dapat mengalami kerusakan (terdenaturasi). Pada denaturasi protein, kerusakan dimulai dari kerusakan struktur struktur tersiernya sampai kerusakan primernya.
4. Kegunaan Protein
Protein sangat berguna dalam membantu proses metabolisme tubuh, terutama dalam pemesanan sel-sel baru untuk menggantikan sel-sel yang rusak. Selain itu protein juga berguna sebagai:
a. Cadangan energi, contoh kasein pada susu untuk cadangan makanan bagi bayi / individu yang baru lahir.
b. Zat pembangun jaringan, contoh elastin merupakan protein utama yang menyusun jaringan ligamen, kolagen merupakan protein utama yang menyusun jaringan ikat pada kulit.
c. Katalisator reaksi biokimia (enzim) berupa apoenzim yang merupakan penyusun utama enzim.
d. Antibodi zat, contohnya adalah mieloma protein.
e. Alat angkut, contoh sel darah merah yang mengangkut oksigen dan karbon dioksida.
f. Pengatur reaksi, contohnya insulin yang berperan dalam mengubah gula menjadi glikogen.
g. Pengendali pertumbuhan.
5. Protein UJI
Uji protein ada yang bersifat kualitatif (kuantitatif) dan kuantitatif (pengukuran konsentrasi). Ada juga yang bersifat spesifik (hanya bertujuan untuk asam amino tertentu) dan tidak spesifik (untuk banyak jenis asam amino).
a. Uji Biuret
Uji ini memberikan hasil positif, yaitu terbentuk warna ungu pada senyawa-senyawa yang memiliki ikatan peptida. Uji sering digunakan untuk menunjukkan adanya senyawa protein. Caranya dengan meneteskan NaOH pada protein, kemudian ditambahkan beberapa tetes CuSO4, encer.
Untuk lebih memahami, dapat melakukan percobaan dengan langkah-langkah yang sudah tersedia. Silahkan klik Uji Biuret (Protein dalam Makanan)
b. Uji Xantoprotein
Uji ini memberikan hasil positif terhadap protein dengan asam amino yang mengandung cincin benzena, seperti fenilalanin, tiroksin, dan triptofan. Caranya dengan meneteskan asam nitrat pekat pada protein. Hasil positif akan ditunjukkan dengan terbentuknya endapan putih sebagai akibat proses nitrasi terhadap cincin benzena. Jika endapan tersebut dipanaskan akan berubah menjadi kuning.
Untuk dapat melakukan kegiatan percobaan. Silahkan klik Uji Xantoprotein
c. Uji Millon
Uji protein dengan pereaksi ini memberikan hasil positif terhadap protein dengan asam amino yang mengandung gugus fenol,
d. Uji Belerang
Uji ini memberikan hasil positif terhadap protein dengan asam amino yang mengandung gugus belerang. seperti sistein, sistin, dan metionin. Caranya dengan memanaskan larutan protein dan larutan NaOH pekat, kemudian ditambahkan larutan timbal asetat. Hasil positif ini ditunjukkan dengan timbulnya endapan hitam timbal sulfida (PbS) -