Indonesia mempunyai total luas areal perkebunan kelapa terbesar di dunia. Namun, produk yang dihasilkan masih terbatas produk primer sehingga tidak kompetitif. Untuk itu diperlukan pengolahan lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah ini. Misalnya untuk emulgator, sabun mandi, kosmetik, nata de coco, arang tempurung, arang aktif, dan lain-lain. Produk lainnya yang dikembangkan dari industi kelapa adalah minyak kelapa murni yang dapat dioperasikan secara minimal dan tanpa proses permurnian kimiawi yang bermanfaat untuk perawatan tubuh, meningkatkan metabolisme, dan menanggulangi berbagai penyakit. Minyak ini memiliki kandungan asam laurat yang sangat tinggi (45 -55%). Asam laurat merupakan asam lemak jenuh dengan rantai sedang (jumlah karbonnya 12).
Lemak Dan Minyak
Lemak dan minyak merupakan bagian dari lipid, lipid dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu:
1. Lipid terhidrolisis
2. Lipid tidak terhidrolisis
lipid terhidrolisis merupakan ester dari gliserol yang mengandung suatu asam lemak, asam fosfat, etanolamina, ataupun serina. lipid yang tidak terhidrolisis terdiri dari steroid dan terpena
Lemak atau minyak merupakan ester dari asam lemak dan gliserol. struktur lemak memiliki gugus alkil (R1, R2, R3), yang merupakan gugus non polar dengan jumlah atom karbon antara 11 sampai 23. adapun struktur umum lemak adalah sebagai berikut :
R1, R2, dan R3 adalah rantai hidrokarbon dengan jumlah atom karbon dari 3 sampai 23. tetapi yang paling umum dijumpai adalah 15 sampai 17.
Lemak yang terbentuk dari asam karboksilat (R1, R2, R3) disebut lemak sederhana. Jika terbentuk dari dua atau tiga jenis asam karboksilat disebut lemak campuran. Umunya lemak terbentuk dari dua atau lebih asam karboksilat. Penamaan lemak dimulai dari kata gliseril yang diikuti oleh nama asam lemaknya. Contoh :
2. Perbedaan Lemak dan Minyak
wujud lemak atau minyak sebenarnya bergantung pada asam lemak penyusunnya. lemak berbentuk padat dan pada dasarnya (gajih) kecuali lemak coklat. lemak berwujud padat karna banyak mengandung asam lemah jenuh. adapun minyak berbentuk cair pada suhu ruangan dan pada dasarnya berasal dari tumbuhan, seperti minyak kelapa, minyak kedelai dan minyak jagung. minyak berwujud cair karna banyak mengandung asam lemak tak jenuh. penggolongan lemak berdasarkan kejenuhan ikatan ada 2 macam, yaitu :
a. Asam Lemak Jenuh
asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap.
b. Asam Lemak Tak Jenuh
merupakan asam lemak yang memiliki ikatan rangkap. asam lemak ini dibagi menjadi 2 lagi, yaitu asam lemak tak jenuh tunggal dan asam lemak tak jenuh ganda. asam lemak tak jenuh tunggal disebut omega-9 karna ikatan rangkapnya terletak pada karbon no 9, contohnya asam oleat. asam lemak jenuh ganda disebut juga omega-3 dan omega-6 karna ikatan rangkapnya terletak pada atom ke 3 dan 6.
lemak dan minyak bersifat nonpolar atau mudah larut dalam pelarut organik/ atau pelarut nonpolar (seperti klorofrom dam eter) dan sukar larut dalam pelarut polar.
3. Reaksi Reaksi Lemak dan Minyak
Lemak dan Minyak mengalami reaksi hidrolisis, penyabunan, dan hidrogenasi.
a. Hidrolisis
Reaksi Hidrolisis terjadi pada lemak dan minyak karena pengaruh dari asam kuat atau enzim lipase dengan membentuk gliserol atau asam lemak. contoh reaksi hidrolisis sebagai berikut:
b. Penyabunan
Lemak atau minyak jika bereaksi dengan suatu basa kuat seperti NaOH dan KOH akan menghasilkan sabun. reaksinya disebut dengan reaksi penyabunan (saponifikasi). jika menggunakan NaOH maka sabun yang dihasilkan keras dan dapat dibentuk sesuai kehendak kita. akan tetapi, jika menggunakan KOH maka sabun yangbdihasilkan lebih lunak atau sabun cair. hasil sampingnya adalah gliserol.
c. Halogenasi Minyak
Titik leleh minyak relatif rendah karena mengandung asam tak jenuh. asam lemak tak jenuh memiliki ikatan rangkap. jika ingin memadatkan minyak, maka cara yang perlu dilakukan adalah dengan menjenuhkan ikatan rangkapnya atau memutuskan ikatan rangkapnya. caranya dengan menggunakan reaksi hodrogenasi. reaksi ini digunakan dalam pembuatan margarin dari minyak kelapa sawit.
4. Fungsi Dan Sumber Lemak
Lemak digunakan sebagai sumber cadangan makanan atau sumber energi yang disimpan pada jaringan adiposer dalam tubuh. hal ini karena lemak kaya energi. pembakaran 1 gram lemak jenuh menghasilkan sekitar 9 kilo kalori. seseorang yang banyak mengkonsumsi asam lemak jenuh berpeluang menderita penyakit jantung dan pembuluh darah. jadi, lebih baikmengkonsumsi lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh daripada asam lemak jenuh.
Minyak digunakan untuk mengolah makanan (misal menggoreng). didalam industri, minyak digunakan sebagai bahan baku margarin. minyak dan lemak juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun dan gliserol. gliserol adalah hasil samping dari pembuatan sabun yag diperoleh dengan cara mereaksikan minyak atau lemak dengan suatu basa kuat, (NaOH dan KOH).
Lemak dapat di uji kejenuhannya melalui percobaan kimia. Agar lebih memahami silahkan klik Uji kejenuhan lemak dan lipid
Tahukah Kamu?
Minyak goreng bekas atau yang biasa disebut dengan minyak jelantah adalah minyak limbah yang berasal dari jenis-jenis minyak goreng, seperti minyak jagung, minyak sayur, dan minyak kelapa sawit (Naomi dkk., 2013). Proses pemanasan selama minyak digunakan merubah sifat fisika- kimia minyak. Pemanasan dapat mempercepat hidrolisis trigliserida dan meningkatkan kandungan asam lemak bebas (FFA) di dalam minyak. Kandungan FFA dan air di dalam minyak bekas berdampak negatif terhadap reaksi transesterifikasi, karena metil ester dan gliserol menjadi susah untuk dipisahkan. Minyak goreng bekas lebih kental dibandingkan dengan minyak segar disebabkan oleh pembentukan dimer dan polimer asam dan gliserid di dalam minyak goreng bekas karena pemanasan sewaktu digunakan.
Berdasarkan teks di atas, carilah informasi mengenai:
Dampak-dampak minyak jelantah bagi kehidupan sehari-hari (bagi kesehatan dan bagi lingkungan)
Berbagai cara pengolahan atau daur ulang minyak jelantah
Pilihlah salah satu cara daur ulang minyak jelantah jelaskan prosedur atau metode nya
Tuliskanlah jawaban tersebut disini