Rumus Molekul: C2H5OH
Etanol merupakan senyawa organik yang biasanya ditulis dnegan EtOH (Et: Etil). Etanol adalah cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tidak berwarna dengan bau khas seperti anggur dan rasa menyengat.
Karakteristik/Sifat/Wujud
Etanol adalah senyawa organik yang juga dikenal sebagai alkohol dengan karakteristik mudah terbakar dan memiliki bau yang khas. Sifat fisik senyawa ini adalah berbentuk cairan bening tidak berwarna dengan bau yang khas. Selain, itu ia juga dapat larut dalam air dan mudah larut dalam pelarut organik seperti eter dan kloroform. Terakhir, senyawa ini memiliki titik leleh -114,1°C dan titik didih 78,4°C. Etanol adalah senyawa polar yang mudah bereaksi dengan senyawa non polar seperti minyak dan lemak. Etanol juga dapat bereaksi dengan asam membentuk ester.
Potensi Hazard
Etanol berbahaya jika tertelan, terhirup, atau terserap kulit. Menghirup uap etanol dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan, yang mengakibatkan batuk atau iritasi pada sistem pernapasan. Etanol mungkin bersifat karsinogenik, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikannya. Etanol yang tertelan dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, dan keadaan mabuk. Etanol dalam bentuk murni dapat mematikan atau menyebabkan koma.
Karakteristik Sesuai Simbol Laboratorium
Teknik Penyimpanan
Simpan di lemari asam khusus dan jauh dari sumber air apa pun dan berventilasi baik; jika lemari asam tidak tersedia, simpan di Flinn Saf-Cube™;
Hindari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas lainnya;
Simpan pada suhu ruang, karena pada suhu tinggi etanol akan mempercepat penguapan;
Hindari menyimpan etanol dekat dengan bahan makanan yang berbau kuat atau bahan kimia lainnya, karena dapat mempengaruhi rasa etanol.
Mitigasi
Memakai APD (Alat pelindung diri) laboratorium yakni terkait jaslab, sepatu tertutup, rubber gloves, dan kacamata pelindung serta memastikan ventilasi memadai agar terjadinya pertukaran udara;
Menjauhkan dari sumber api dan memastikan tersedianya alat pemadam kebakaran;
Segera membersihkan tumpahan dengan bahan penyerap dan buang dengan aman serta bilas area tersebut dengan air dan sabun serta jangan membuang tumpahan tersebut ke saluran pembuangan;
Hindari kontak langsung dari kulit dan mata serta hindari untuk menghirup uap etanol secara langsung;
Limbah dibuang sesuai dengan peraturan lingkungan yang berlaku, karena limbah etanol jika dibuang sembarangan akan menyebabkan pencemaran akuatik dan lingkungan.