Bunsen
Alat laboratorium yang menghasilkan nyala api gas tunggal yang terbuka. Alat ini digunakan untuk pemanasan, sterilisasi, dan pembakaran pada pngujian di laboratorium. Gas yang digunakan bisa berupa gas alam atau gas minyak cair. Bentuknya seperti labu ukur namun bagian bawahnya lebih lebar daripada labu ukur dan dibagian atas terdapat bagian mulut.
Fungsi Bunsen:
Digunakan untuk memanaskan larutan dan mengubah fasa zat;
Uji nyala dan mensterilkan bibir tabung reaksi;
Membentuk area steril saat proses isolasi maupun inokulasi;
Digunakan untuk sterilisasi jarum ose ppada saat kultivasi mikrobia;
Mematikan sopra atau bakteri.
Cara menggunakan:
Masukkan corong dalam bagian mulut bunsen;
Tuangkan spiritus hingga 3/4 bagian dari bunsen (jangan diisi terlalu penuh untuk menghindari ledakan keatas);
Masukkan sumbu kedalam bunsen dan biarkan hingga terendam oleh cairan dari spiritus;
Untuk menyalakan sumbu, gunakan korek api gas atau korek api kayu;
Selanjutnya, nyalakan api dan perlu diingat bunsen diletakkan di ruangan yang terhindar dari angin dan udara agar menjaga apinya tetap menyala;
Bila sudah selesai menggunakan bunsen hindari mematikan api dengan cara meniup karena terlalu beresiko tinggi, matikan dengan menggunakan tutup bunsen;
Setelah selesai, letakkan bunsen dengan posisi tegak pada lemari/rak laboratorium.
Cawan Petri
Alat laboratorium yang digunkaan untuk menumbuhkan atau mengisolasi mikroorganisme. Cawan petri b terbuat dari kaca yang tembus pandang dan berbentuk seperti cawan kecil dengan tutup. Cawan petri biasanya memiliki diameter sekitar 9 cm dan tinggi sekitar 2 cm.
Fungsi Cawan Petri:
Sebagai tempat untuk menumbuhkan dan mengisolasi mikroorganisme;
Sebagai tempat untuk menguji respons terhadap berbagai macam zat kimia atau obat;
Sebagai tempat untuk menguji daya tahan mikroorganisme terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti suhu tinggi atau rendah, kekeringan, atau kelembaban;
Sebagai tempat untuk menimbang sampel atau bahan.
Cara menggunakan:
Pastikan tangan dalam keadaan bersihkan yakni cuci tangan dengan sabun dan air atau dengan menggunakan alkohol. Hal ini sangat penting untuk mencegah kontaminasi mikroorganisme yang tidak diinginkan;
Siapkan Cawan petri yang bersih dan kering. Jika menggunakan Cawan petri baru, pastikan sudah dalam keadaan steril;
Siapkan media yang dibutuhkan untuk menumbuhkan mikroorganisme. Media ini biasanya terdiri dari campuran bahan-bahan yang dapat memberikan nutrisi kepada mikroorganisme dan memungkinkan tumbuhnya mikroorganisme;
Tuangkan media ke dalam Cawan petri, lalu ratakan dengan cara mengocok Cawan petri perlahan-lahan. Pastikan bahwa media tersebar merata di seluruh permukaan Cawan petri;
Bersihkan lagi tangan dengan sabun dan air atau dengan menggunakan alkohol untuk mencegan terjadinya kontaminasi;
Siapkan sampel yang akan ditambahkan ke Cawan petri;
Semprotkan atau oleskan sampel pada permukaan media di dalam Cawan petri rata dengan permukaan;
Tutup Cawan petri dengan rapat, lalu simpan Cawan petri dalam suhu yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tumbuhnya mikroorganisme yang akan ditumbuhkan;
Setelah beberapa waktu, mikroorganisme akan tumbuh pada Cawan petri dan dapat diidentifikasi dengan cara yang telah ditentukan.
Cawan Porselen
Cawan porselen attau cawan penguap adalah sebuah instrumen peralatan laboratorium yang digunakan sebagai wadah atau tempat penguapan bahan yang tidak mudah menguap seperti garam dapur, gula, dan sejenisnya. Cawan ini terbuat dari keramik atau porselen yang tahan panas dan biasanya digunakan dalam proses pemisahan campuran atau kristalisasi.
Fungsi Cawan Porselen:
Mereaksikan zat kimia pada suhu tinggi;
Memisahkan campuran atau kristalisasi;
Menguraikan, memanaskan, dan menguapkan bahan/sampel dengan cara dipanaskan baik dengan pemanasan langsung maupun tidak langsung.
Cara menggunakan:
Pastikan cawan sudah dalam keadaan bersih dan steril;
Masukkan sampel yang akan anda lakukan pemanasan ke dalam cawan dengan berhati-hati;
Pemanasan dapat dilakukan di nyala api biru bunsen ataupun dengan waterbath;
Jika sudah selesai melakukan pemanasan, sebaiknya anda tak langsung mengambil cawan dengan tangan kosong. Pastikan gunakan lap ataupun penjepit kayu agar tangan anda tidak terkena panas dari cawan;
Jika sudah selesai melakukan penelitian/percobaan maka cawan porselen dicuci dengan menggunakan detergen yang sesuai (tidak menggunakan bahan yang bersifat abrasif) dan air hangat secara lembut.
Corong Kaca
Alat laboratorium yang digunakan untuk memasukkan/menuangkan cairan ke dalam wadah atau alat gelas lain di laboratorium dengan mudah. Corong kaca terbuat dari porselen, namun juga ada yang terbuat dari kaca atau plastik yang mempunyai bentuk seperti kerucut dengan bagian bawah seperti pipa memanjang.
Fungsi Corong Kaca:
Sebagai alat bantu untuk memindahkan/memasukkan larutan ke wadah/tempat lain;
Alat bantu dalam melakukan proses penyaringan cairan, memisahkan padatan dengan larutan dilengkapi dengan kertas saring.
Cara Menggunakan:
Pastikan corong gelas sudah bersih, bila kotor dapat dibersihkan terlebih dahulu untuk menghindari cairan bahan kimia/sampel yang akan di saring terkontaminasi;
Letakkan corong kaca pada mulut wadah yang baru dengan hati-hati;
Tuangkan cairan bahan kimia/sampel yang akan digunakan melalui corong gelas dengan hati-hati dan pastikan untuk tidak tumpah dan meluber;
Bila sudah selesai corong gelas dapat diangkat dan dibersihkan bila akan dipakai dalam jeda yang cukup lama.
Corong Pisah
Alat laboratorium yang digunakan dalam ekstraksi cair-cair untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dalam suatu campuran antara dua fase pelarut dengan densitas berbeda yang tak bercampur. Corong kaca berbentuk kerucut yang ditutupi setengah bola yang dilengkapi dengan tutup di bagian atas dan keran di bagian bawahnya. Corong pisah yang digunakan di laboratirium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya terbuat dari kaca atau teflon. Prinsip kerja corong pisah yakni memisahkan zat/senyawa tertentu berdasarkan pada kelarutan dalam pelarut tertentu yang memiliki perbedaan fase.
Fungsi Corong Pisah:
Terdapat 2 fungsi utama dalam penggunaan corong pisah. pertama, yakni sebagai generator reaksi untuk pencampuran padat dan cair atau berbagai jenis cairan. Kedua yakni sebagai alat bantu untuk pemisahan dan pemurnian bahan yang dapat dibentuk setelah ekstraksi dua cairan yang tidak larut untuk pemisahan cairan. untuk pemisahan dan pemurnian bahan yang dapat dibentuk setelah ekstraksi dua cairan yang tidak larut untuk pemisahan cairan.
Pelaksanaan Penggunaan & Penyimpanan Corong Pisah:
Cara menggunakan corong pisah:
Campuran dan dua fase pelarut dimasukkan ke dalam corong dari atas dengan corong keran ditutup dengan rapat untuk menghindari kebocoran;
Campuran dilakukan pengocokan yakni dengan memegang bagian atas berikut dengan tutupnya menggunakan tangan kanan dan tangan kiri memegang bagian tangkai corong berikut dengan kerannya;
Setelah posisi tangan untuk memegang corong pisah sudah tepat, maka dikocok dengan cara memutar corong pisah ke satu arah dalam posisi horizontal dengan sesekali membuka kran corong untuk mengeluarkan tekanan udara di dalam corong pisah agar tidak terjadi tekanan yang kuat dan dapat melemparkan tutup corong beserta dengan isinya (dapat dilakukan beberapa kali);
Selah proses pengocokan, maka corong pisah diberdirikan menggunakan statif ring dan didiamkan agar pemisahan antara dua fase berlangsung;
Jika jenis larutan mudah menguap, maka tempatkan cawan penguap pada bagian bawah corong pisah dan buka kran corong pisah dengan perlahan agar larutan yang bagian bawah dapat turun (pastikan larutan dibagian atas tidak ikut turun), jika larutan tidak mudah menguap dapat menggunakan gelas kimia atau labu erlenmeyer;
Lakukan hal yang sama untuk larutan yang berada di bagian atasnya.
Cara menyimpan corong pisah:
Corong pemisah tidak dapat dipanaskan dan harus dibersihkan setelah digunakan setiap selesai penelitian/percobaan;
Hindari pendidinginan dibawah -20 C;
Hindari penempatan corong pisah dekat dengan panas yang berlebihan dan nyala api.
Erlenmeyer
Erlenmeyer atau labu kerucut adalah alat laboratorium yang berbentuk kerucut dengan leher silinder yang membentuk seperti gelas dan dasar datar. Alat ini terbuat dari jenis gelas borosilikat sehingga mampu bertahan dalam kondisi pemanasan pada suhu tinggi. Perlu diingat walaupun erlenmeyer memiliki volume, namun alat ini tidak dirancang untuk mengukur volume sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur volume dari suatu larutan.
Fungsi Erlenmeyer:
Untuk mengukur dengan ketelitian rendah dan menampung bahan cair kimia untuk sementara;
Untuk mencampur berbagai bahan komposisi media secara homogen;
Untuk menampung zat kimia dalam bentuk cair hingga padat;
Menjadi tempat untuk melakukan titrasi bahan;
Menjadi tempat kultivasi mikroba dalam kultur cair.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Erlenmeyer:
Hindari perubahan suhu yang drastis hal ini dikarenakan pemanasan atau pendinginan yang cepat dapat menyebabkan tekanan termal pada kaca dan mengakibatkan pecah atau retak;
Hindari terjadinya tekanan eksternal yang berlebihan: Tekanan eksternal yang berlebihan, seperti tekanan vakum yang kuat atau tekanan yang dihasilkan oleh reaksi kimia yang hebat, dapat merusak labu Erlenmeyer dan menyebabkannya pecah;
Hindari penggunaan yang kasar, atau paparan bahan kimia yang keras dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan kaca, bahkan menyebabkan retak atau pecah;
Bersihkan erlenmeyer setiap selesai penelitian dengan menggunakan air hangat untuk menghilangkan sisa bahan kimia serta menggunakan detergen yang sesuai dan spons yang lembut serta tidak abrasif untuk menggosok bagian dalam dan luar erelenmeyer;
Pastikan erlenmeyer dalam keadaan kering sebelum dimasukkan ke rak peralatan gelas untuk menghindari kontaminasi atau keretakan akibat penumpukan kelembapan;
Erlenmeyer harus disimpan di rak yang stabil dan tidak terlalu penuh, untuk mencegah benturan antara satu dengan yang lainnya. Gunakan rak yang dirancang khusus untuk alat gelas, yang memiliki bantalan untuk melindungi kaca dari goresan dan retakan.
Gelas Kimia
Alat laboratorium yang sangat penting, karena berfungsi sebagai untuk mengaduk, mencampur, dan memanaskan cairan pada laboratorium . Gelas kimia (beaker glass) terbuat dari kaca sehingga tidak mempengaruhi larutan sampel dan tahan sebagian besar reaksi kimia. Gelas ini umumnya berbentuk silinder dengan dasar yang rata dan punya corong kecil untuk membantu menuangkan cairan agar tidak tumpah kemana-mana.
Fungsi Erlenmeyer:
Mengukur volume larutan kimia yang membutuhkan ketelitian rendah;
Digunakan sebagai tempat untuk membuat atau mencampur dan menyimpan berbagai larutan kimia;
Untuk memanaskan larutan kimia, hanya untuk gelas kimia yang terbuat dari kaca borosilikat;
Digunakan untuk percobaan titrasi, mencampur larutan untuk menghasilkan hasil larutan;
Analisis spektral gamma dan eksperimen, khusus gelas jenis plastik.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Gelas kimia:
Bersihkan gelas kimia setiap setelah digunakan untuk menghindari penumpukan residu yang akan menyebabkan kontaminasi jika gelas kimia digunakan kembali;
Dalam pencucian gelas kimia gunakan deterjen khusus peralatan laboratorium dan dapat dibilas dnegan menggunakan pelarut yang tepat serta menggunakan air suling. Berikut cara membersihkan gelas kimia berdasarkan jenis larutannya:
Larutan air, dapat dibilas dengan 3 sampai 4 kali dengan air deionisasi;
Larutan tidak larut air, dapat dibilas dengan 2 sampai 3 kali dengan etanol atau aseton. Setelah itu, bilas lagi 3 sampai 4 kali dengan air deionisasi, lalu simpan;
Asam Kuat, dapat dibilas dengan air yang banyak. Setelah itu, bilas 3 sampai 4 kali dengan air deionisasi, setelah itu simpan dengan baik (hal yang sama juga dilakukan untuk jenis asam lemah);
Basa Kuat, dapat dibilas dengan bilas dengan air yang banyak. Setelah itu, bilas dengan air deionisasi sebanyak 3 sampai 4 kali (hal yang sama juga dilakukan untuk jenis basa lemah)
Pastikan untuk tidak mengeringan gelas kimia menggunakan tissue atau tekanan udara tinggi (hair dryer) karena dapat meninggalkan residu.
Gelas Ukur
Alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur volume cairan. Alat ini memiliki bentuk silinder dengan garis penanda yang melingkar untuk menunjukkan jumlah cairan yang terukur. Gelas ukur terbuat dari polipropilena karena resistansi kimia yang sangat baik atau polimetilpentena karena transparansinya, membuat gelas ukur tersebut lebih terang, tidak mudah retak dibandingkan kaca.
Penggunaan Umum Gelas Ukur
Gelas ukur sering digunakan untuk mengukur vokume cairan dengan ketelitian rendah, namun lebih akurat dan presisi jika dibandingkan dengan labu erlenmeyer atau gelas kimia. Gelas ukur semestinya tidak dapat digunakan dalam analisis volumetrik, sehingga dalam analisis volumetrik digunakan seperti labu ukur atau pipet ukur yang lebih akurat dan presisi.
Cara Melihat Hasil Pengukuran Gelas Ukur:
Untuk membaca volume dengan akurat, pengamatan harus dilakukan sejajar dengan mata dan pembacaan dilakukan pada meniskus bawah cairan. Alasan utama mengapa pembacaan volume dilakukan melalui meniskus adalah karena keadaan alami cairan yang berada di dalam ruang tertutup. Secara alami, cairan pada gelas akan tertarik ke dinding di sekitarnya akibat gaya molekular;
Pembacaan cairan pada bagian bawah cekung atau bagian atas cembung pada cairan sebanding dengan pembacaan cairan pada meniskusnya.
Dari gambar disamping, ketinggian cairan dapat dibaca pada bagian bawah meniskus, karena bentuk cairan yang cekung. Pembacaan yang paling akurat yang bisa dilakukan di sini berkurang hingga 1 mL karena pengertian pengukuran yang diberikan pada gelas ukur tersebut. Dari hal ini, kesalahan yang terbaca akan menjadi sepersepuluh dari angka terkecil. Misalnya, jika pembacaan dilakukan dan nilai yang terukur sebesar 36,5 mL. Galat juga harus diperhitungkan, maka ditambah atau dikurang dari 0,1 mL, harus disertakan pula. Oleh karena itu, nilai yang lebih tepat sama dengan 36.5 +- 0.1; 36.4 atau 36.6 mL. Karenanya, terdapat 3 angka signifikan yang dapat terbaca dari pengukuran gelas ukur tersebut.
Kondensor Allihn
Kondensor allihn merupakan salah satu jenis kondensor yang terdapat dilaboratorium berfungsi untuk mendinginan cairan panas atau uap yang dihasilkan dari reaksi kimia di dalam labu didih. Kondensor umumnya terdiri dari jalur untuk uap dan jalur terpisah untuk pendingin yang mengalir berdekatan satu sama lain, meskipun ada banyak desain berbeda untuk tujuan yang berbeda yang berfungsi untuk aliran air yang masuk dan keluar agar kondensor selalu mengalami proses pendinginan. Kondensor Allihn memiliki bentuk seperti bola pada bagian pipa pengalir uap didalamnya.
Fungsi Kondensor Allihn:
Sebagai kondensor yang digunakan dalam proses refluks, refluks adalah proses mendidihkan dan mengembunkan cairan atau larutan secara terus-menerus tanpa membiarkan uap keluar. Proses ini sering digunakan untuk reaksi yang harus berlangsung pada suhu yang sama atau mendekati titik didih pelarut. Penggunakan kondensor allihn dalam proses refleks yakni akan diposisikan secara vertikal sehingga tidak akan ada hambatan untuk zat terkondensasi saat kembali ke bagian bawah.
Kondensor jenis ini tidak cocok digunakan untuk proses destilasi, hal ini dikarenakan bentuknya yang seperti bola yang akan menghambat laju aliran zat yang telah terkondensasi pada saat destilasi karena posisi yang horizontal.
Labu Alas Bulat
Alat kaboratorium yang biasanya digunakan di laboratorium kimia organik dan biokimia. Labu ini mempunyai alas bulat dan leher panjang dengan mulut sempit. Pada badan labu alas bulat bertuliskan volume yang merupakan kapasitas labu alas bulat. Labu ini tahan terhadap panas karena terbuat dari bahan kaca tahan panas yakni borosilikat. Labu alas bulat digunakan untuk memanaskan atau mendidihkan larutan dengan satu set mantel penangas atas sebagai labu destilasi yang akan disambungkan dengan kondensor.
Labu alas bulat tersedia dalam berbagai ukuran, dari 5 mL hingga 20 L, dengan ukuran biasanya tertulis di kaca. Ujung-ujung leher biasanya berupa sambungan kaca berbentuk kerucut yang dapat menerima sambungan meruncing yang berukurn serupa. Karena bentuknya yang bulat, cincin gabus diperlukan untuk menjaga labu berbentuk bulat tetap tegak. Saat digunakan, labu berbentuk bulat biasanya dijepit di bagian leher dengan penjepit pada dudukan.
Rakitan labu alas bulat sebagai alat destilasi
Proses destilasi terbagi menjadi 3 tahap, yaitu:
Mengubah substansi dalam bentuk uapnya (awalnya adalah cair, maka harus dibuar dalam bentuk uap melalui proses pemanasan);
Memindahkan uap yang telah terbentuk melalui proses pendinginan dengan menggunakan kondensor;
Mengkondensasikan uap yang terbentuk menjadi cairan kembali.
Labu Ukur
Alat laboratorium berbentuk labu terbuat dari kaca borosilikat yang memiliki mulut labu dilengkapi dengan tutup snap/sekrup plastik atau dilengkapi sambungan untuk menampung sumbat kaca, labu ukur juga disebut sebagai labu takar atau labu volumetrik. Labu ukur digunakan untuk mengukur volume cairan secara spesifik dengan ketelitian pengukuran yang sangat tinggi, mencampur dan menghomogenkan larutan serta mengencerkan larutan dengan volume sampai volume tertentu dengan ketelitian yang tinggi.
Cara Menggunakan:
Pastikan labu ukur yang digunakan sudah steril dan bebas partikel;
Siapkan larutan yang akan diencerkan ke dalam labu ukur;
Pipet larutan awal sesuai dengan volume yang sudah dihitung dan masukkan ke dalam labu ukur pastikan bahwa pemilihan ukuran labu ukur sesuai dengan volume akhir yang akan digunakan (volume larutan awal yang dimasukkan tidak akan terisi penuh dalam labu ukur);
Tambahkan pelarut hingga mendekati tanda garis pada labu ukur. (gunakan meniskus* larutan dan garis kelulusan pada labu untuk menentukan titik akhir Anda);
Setelah selesai, kocok dengan cara membalikkan labu ke atas dan kebawah agar larutan tercampur secara menyeluruh dan bersihkan labu ukur setelah sesuai digunakan.
Tabung Reaksi
Tabung rekasi juga dikenal sebaagi sebagai reaction tube/test tube yang berbentuk huruf U terbuat dari kaca borosilikat sehingga tahan terhadap panas dan tembus pandang, sehingga memungkinkan pengamatan yang akurat terhadap reaksi kimia. Panjang tabung reaksi dimulai dari 11 cm, 12 cm, 14 cm, 15 cm, 16 cm, 22 cm, dan 23 cm. Untuk ukuran diameternya dari 1 cm, 1,2 cm, 1,6 cm, 1,9 cm, hingga 2,2 cm, hal inilah yang menyebabkan tabung reaksi memiliki banyak variasi.
Fungsi Tabugn Reaksi:
Menjadi wadah untuk menampung berbagai reaksi kimia dalam skala medium;
Menjadi wadah untuk melakukan percobaan reaksi kimia dalam skala kecil;
Tabung reaksi juga bisa menjadi wadah perkembangbiakan mikroorganisme dalam media cair;
Menjadi tempat untuk mencampur, menampung, dan memanaskan bahan kimia dalam volume yang lebih kecil.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Tabung Reaksi:
Bersihkan tabung reaksi setiap setelah digunakan untuk menghindari penumpukan residu yang akan menyebabkan kontaminasi jika gelas kimia digunakan kembali;
Dalam pencucian tabung reaksi gunakan deterjen khusus peralatan laboratorium dan dapat dibilas dengan menggunakan pelarut yang tepat serta menggunakan air suling untuk mengurangi sisa-sisa residu, selain itu untuk pengeringan tabung reaksi tidak disarankan menggunakan tissue karena dapat meninggalkan residu di dalam tabung reaksi.