Centrifuge
Alat laboratorium yang berfungsi memisahkan partikel dari cairan atau memisahkan cairan dengan densitas berbeda untuk mendapatkan serum, supernatan, dan endapan dari suatu spesimen cair dengan pemutaran pada kecepatan tertentu. Prinsip kerjanya adalah dengan memutar tabung berisi larutan agar dapat dipisahkan berdasarkan massa jenisnya.
Cara Menggunakan:
Hubungkan centrifuge ke sumber listrik;
Tekan tombol ON pada power dan buka tutup centrifuge;
Masukkan tabung yang akan di-sentrifuge secara seimbbang disisi yang berlawanan;
Tutup cover centrifuge;
Tekan set time untuk menentukan waktu yang diinginkan (misalnya 10 menit);
Tekan set speed untuk menentukan kecepatan yang kita inginkan (misalnya 3000 rpm);
Buka tutup centrifuge dengan dan keluarkan tabung dari centrifuge;
Tutup kembai tutup centrifuge dan tekan tombol OFF pada power serta cabut aliran centrifuge dari sumber listrik.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Centrifuge:
Tata letak alat dan rotor, penempatan alat diletakkan jauh dari tembol dibelakangnya karena terdapat ventilisasi aliran udara; penempatan sampel harus dalam keadaan seimbang dan simetris (balance) untuk menjaga agar putaran tidak bergetar dan alat akan berumur lama;
Penggunaan centrifuge, gunakan tabung dengan ukuran tipe yang sesuai untuk setiap centrifuge dan memastikan bahwa penutup telah tertutup dengan baik dan rapat sebelum centrifuge dijalankan;
Menjaga kebersihan alat, yakni dengan membersihkan alat termasuk pada dinding bagian dalam menggunakan lap bersih setiap selesai kerja;
Lumasi bagian engsel dengan pelumas setiap bulan sekali.
Hotplate Stirrer
Alat laboratorium yang digunakan untuk pengadukan suatu larutan. Prinsip kerja yang digunakan adalah dengan menggunakan medan magnet atau gelombang elektromagnetik yang berputar.
Cara Menggunakan:
Hubungkan alat dengan sumber listrik ddan tekan tombol ON pada power;
Masukkan bahan yang akan dipanaskan ke dalam beaker glass dan magnetic stirrer ke dalamnya;
Letakkan beaker glass tersebut di atas piringan hotplate;
Tekan tombol set untuk mengatur suhu yang dikehendaki dan tombol time untuk mengatur waktu yang dibutuhkan;
Putar tombol speed adjust untuk mengatue kecepatan magnetic stirrer;
Setelah selesai digunakan maka atur suhu dan putar tombol speed adjust ke angka 0/ke keadaan semula sebelum digunakan;
Angkat beaker glass menggunakan sarung tangan antipanas;
Tekan tombol OFF pada power dan lepaskan stop kontak dari sumber listrik.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Hotplate Stirrer:
Pastikan tombol power sudah dalam keadaan OFF dan kabel hotplate stirrer sudah dilepaskan dari sumber listrik, tunggu hingga unit dingin sebelum disimpan kembali;
Bersihkan permukaan eksterior dengan kain lembab ringan yang mengandung larutan sabun ringan.
Mikroskop Monokuler EPS-400
Mikroskop monokuler adalah jenis mikroskop yang memiliki satu saluran penglihatan atau satu lensa okuler. Dalam mikroskop monokuler, pengguna hanya menggunakan satu mata untuk melihat gambar yang diperbesar oleh lensa obyektif.
Cara Menggunakan:
Mengatur Posisi Mikroskop, yakni dengan meletakkan mikroskop di tempat yang datar dan menghadap jendela;
Mengatur Cahaya, pemilihan sumber cahaya sebaiknya menggunakan sumber cahaya dari sinar matahari. Kemudian aturlah posisi cermin sehingga cahaya masuk ke kondensor, atur iris diafragma sampai maksimal, naikkan kondensor dan letakkan selembar kertas putih di antara lensa bagian atas kondensor sehingga bayangan pada kertas putih yang terlihat adalah bola lampu yang dikelilingi oleh lingkaran dari cahaya;
Mengatur Kondensor, yakni dengan memutar dan mengatur sekrup kondensor agar lingkaran cahaya terletak di tengah lapangan penglihatan;
Cara Mengatur Diafragma, diafragma dibuka seluruhnya, pindahkan okuler, dan lihat pada kaca objek maka akan terlihat lingkaran cahaya pada keliling lapangan penglihatan. Tutup diafragma pelan-pelan sampai lingkaran terang terlihat 2/3nya;
Cara Mengatur Lensa Okuler, Pilih lensa okuler perbesaran 5x atau 6x akan memberikan hasil perbesaran yang lebih baik;
Fokuskan objek dengan menggunakan perbesaran 10x, 40x, atau 100x.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Mikroskop Monokuler:
Gunakan mikroskop di tempat yang bersih tanpa getaran atau kemiringan;
Setelah menggunakan mikroskop, bersihkan dan mendisinfeksi tiap bagian mikroskop dengan lens tissues dan Etanol 70%;
Mikroskop bisa disimpan pada kabinet lemari kering (dry box cabinet) dan ruangan juga harus bebas kelembaban untuk menghindari jamur dan memiliki suhu yang konsisten;
Ketika mikroskop disimpan, pastikan untuk menutupinya dengan cover pelindung untuk mencegah paparan debu;
Suhu yang optimal untuk penyimpanan mikroskop yakni sekitar 30-40 C dengan kelembaban optimal < 60%. Kelembaban tinggi (80-90%) memicu pertumbuhan jamur.
Mikroskop Binokuler Yazumi
Mikroskop binokuler merupakan jenis mikroskop yang dilengkapi dengan dua saluran penglihatan atau dua lensa okuler. Dalam mikroskop binokuler, pengguna dapat menggunakan kedua mata mereka untuk melihat gambar yang diperbesar dengan lensa obyektif, sehingga memungkinkan untuk pengamatan steteoskopik yang akan menciptakan persepsi tiga dimensi yang lebih jelas.
Cara Menggunakan:
Hubungkan kabel mikroskop dengan sumber listrik;
Tekan tombol ON untuk menyalakan lampu. Intensitas cahaya lampu dapat diatur yakni dengan cara menggeser pengatur besar kecil cahaya lampu pada mikroskop;
Geser tuas diafragma dari posisi MIN ke MAX, sehingga akan memperoleh cahaya yang terang dan objek penelitian akan terlihat lebih jelas;
Pasang preparat pada meja objek;
Lakukan perbesaran lemah, yakni 4x10 pada objek mikroskop yakni dengan cara memutar sekrup kasar mikroskop;
Atur perbesaran dan kejelasan objek dengan penambahan ukuran pada lensa okuler dengan cara menggeser revolver;
Lensa okuler yang bertambah ukurannya akan mengakibatkan objek tampak kabur pada perbesaran lemah. Sehingga atur kembali dengan menggeser sekrup halus.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Mikroskop Binokuler:
Gunakan mikroskop di tempat yang bersih tanpa getaran atau kemiringan. Ketika penelitian sudah selesai maka segera kembalikan lensa okuler pada perbesaran 4x10 dan menurunkan meja preparat dengan cara menggeser makrometer pada mikroskop serta lepaskan preparat dari meja objek;
Ubah tuas diafragma ke posisi MIN dan matikan lampu mikroskop dengan menekan tombol OFF, lalu turunkan kondensor dan lepaskan kabel dari sumber listrik;
Setelah menggunakan mikroskop, bersihkan dan mendisinfeksi tiap bagian mikroskop dengan lens tissues dan Etanol 70%;
Mikroskop bisa disimpan pada kabinet lemari kering (dry box cabinet) dan ruangan juga harus bebas kelembaban untuk menghindari jamur dan memiliki suhu yang konsisten;
Ketika mikroskop disimpan, pastikan untuk menutupinya dengan cover pelindung untuk mencegah paparan debu;
Suhu yang optimal untuk penyimpanan mikroskop yakni sekitar 30-40 C dengan kelembaban optimal < 60%. Kelembaban tinggi (80-90%) memicu pertumbuhan jamur.
Mikroskop Stereo Trinokuler AMSCOPE
Jenis mikroskop cahaya yang memiliki tiga saluran untuk eyepiece dan kamera. Berbeda dengan mikroskop binokuler yang hanya bisa diamati oleh dua mata saja, mikroskop trinokuler memiliki satu lagi eyetube yang dapat disambungkan dengan monitor kumputer atau proyektor dengan memasang kamera di salah satu eyetube-nya.
Cara Menggunakan:
Mikroskop stereo trinokuler dapat melakukan pengamatan dari tiga posisi;
Kamera yang terpasang bisa dihubungkan dengan monitor atau proyektor;
Untuk fotografi brightfield, mikroskop trinokuler dapat diatur dengan 20% untuk foto dan 80% untuk visual.
Cara penggunaan mikroskop stereo trinokuler pada dasarnya mirip dengan mikroskop binokuler, tetapi memiliki port tambahan untuk memasang kamera.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Mikroskop Stereo Trinokuler AmScope:
Simpan mikroskop di tempat yang kering, sejuk, dan berventilasi baik;
Bersihkan optik secara rutin sesuai petunjuk pembersihan;
Bersihkan bagian non optik dengan kain fanel dan lensa dengan tisu lensa yang diberi alkohol 70%;
Bersihkan sisa minyak imersi pada lensa objektif dengan xilol;
Sebelum menyimpan, pastikan mikroskop bersih, terutama dari minyak imersi.
Neraca Ohaus 4 Lengan
Neraca yang memiliki ketelitian 0.01 gram dengan kapasitas 311 gram. Neraca ini memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan neraca lainnya yang digunakan di Laboratorium. Neraca ini juga dilengkapi dengan peredam magnetik dan penyetel nol.
Cara Menggunakan:
Posisikan skala neraca pada 0 dengan menggeser pemberat pada lengan depan, lengan tengah, dan belakang ke sisi kiri lalu putar tombol kalibrasi sampai garis kesetimbangan mengarah pada angka 0;
Pastikan neraca pada posisi setimbang;
Letakkan benda yang diukur di tempat yang tersedia;
Geser ketiga pemberat diurutkan dari yang skala ratusan, puluhan, dan satuan hingga keadaan setimbang;
Bacalah massa benda dengan menjumlahkan nilai yang ditunjukkan pada skala ratusan, puluhan, dan satuan atau persepuluhan.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Neraca Ohaus 4 Lengan:
Periksa kembali keadaan neraca harus dalam keadaan seimbang
Bila neraca tidak seimbang, putar-putar skrup sampai penunjuk pas pada garis keseimbangan. Dapat juga dengan mengurangi atau menambah peluru yang ada dibagian bawah piring
Setelah digunakan, piring neraca dibersihkan
Tata rapi di lemari kaca/rak penyimpanan alat dengan posisi tegak. Disimpan pada suhu ruang dan tidak terkena cahaya langsung atau bebas debu
Periode pemeliharaan setiap 1 bulan sekali selama satu semester sesuai jadwal pemeliharaan
Neraca Digital HWH OSK-6000 1 g
Alat laboratorium yang digunakan untuk mengukur berat bahan-bahan ayng akan digunakan dalam percobaan/penelitian. Neraca digital berkerja dengan menggunakan sensor elektronik dan layar digital untuk menampilkan berat zat.
Cara Menggunakan:
Pastikan neraca dalam keadaan nyala dan berada pada skala 0;
Letakkan piringan di atas neraca dan tekan tombol "TARE" agar bobot piringan menunjukkan angka 0;
Letakkan zat yang akan diukur massanya pada piringan;
Neraca akan menunjukkan massa benda yang ditimbang dalam bentuk angka.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Neraca Digital HWH-6000 1 g:
Letakkan di tempat yang tepat, yakni tempat yang rata, stabil, sejuk, dan jauh dari paparan sinar matahari langsung, hindari penggunaan di tempat lembab;
Jaga kebersihan, yakni membersihkan neraca secara berkala dengan kain lembut atau kuas;
Kalibrasi secara berkala, berguna untuk memastikan akurasi neraca;
Ganti batrai secara teratur, ganti batrai 6 bulan sekali untuk meminimalisir hasil pengukuran yang tidak akurat;
Mematikan saat tidak digunakan, matikan neraca dengan melepas batrai dan jangan meletakkan beban yang berlebihan diluar kapasitas neraca;
Hindari menyimpan benda diatas neraca, dilarang menyimpan/menumpuk benda di atas neraca, kecuali untuk ditimbang.
Oven Memmert
Alat laboratorium yang digunakan sebagai oven pengering (mengeringkan sampel dan mengukur kadar airnya), sebagai oven pemanas (memanaskan peralatan laboratorium), dan sebagai sterilisator (digunakan untuk sterilisasi menggunakan udara kering untuk bahan medis atau peralatan laboratorium). Prinsip kerja oven adalah sterilisasi melalui konduksi panas sehingga terjadi perubahan energi listrik menjadi energi panas dimana temperatur dalam oven dijaga tetap konstan dengan alat kontrol thermometer.
Cara Menggunakan:
Hubungkan oven dengan sumber listrik;
Tekan tombol "ON" dan tunggu beberapa saat hingga display muncul;
Atur temperatur suhu dan timer sesuai kebutuhan dan tunggu hingga suhu menyala;
Bila suhu 170 C, atur waktu 1 jam
Bila suhu 160 C, atur waktu 2 jam
Bila suhu 150 C, atur waktu 2,5 jam
Bila suhu 140 C, atur waktu 3 jam
Letakkan alat lab/sampel yang akan diproses di dalam oven;
Tunggu hingga proses pengovenan selesai;
Jika sudah selesai, matikan oven dengan menekan tombol "OFF" dan tunggu hingga display mati.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Oven Memmert:
Atur jaga jarak antara bagian atas alat dengan bagian elemen pemanas oven (sekitar 1 inchi) dan hindari pintu oven dalam keadaan terbuka karena dapat mengurangi panas oven;
Bersihkan oven secara berkala setelah digunakan;
Hindari penggunaan zat abarsif dalam membersihkan oven, serta hindari mengelap element panas pada oven dan pastikan bahwa oven telah dingin setelah digunakan dan cabut stekernya;
Kalibrasi oven dengan cara memeriksa suhu dengan termometer secara berkala dan mencocokkan hasil yang diperoleh tersebut dengan angka yang tercantum pada oven.
Spektrofotometer Uv-Vis
Alat laboratorium yang digunakan untuk melakakukan pengukuran serapan cahaya di daerah ultraviolet (200-350 nm) dan sinar tampak (350-800 nm) oleh suatu senyawa. Prinsip kerjanya yakni serapan cahaya Uv atau cahaya tampak mengakibatkan transisi elektronik, yakni promosi elektron-elektron dari orbital keadaan dasar yang berenergi rendah ke orbital keadaan tereksitasi berenergi lebih tinggi.
Cara Menggunakan:
Pilih OPTIONS, maka akan muncul parameter Setup;
Tentukan apakah akan mengukur Absorbansi atau % Transmitansi;
Tentukan panjang gelombang dengan menekan λ;
Bilas cuvette dengan aquades, lalu isikan dengan larutan blanko;
Masukkan kuvet berisi blanko ke dalam spektrofotometer;
Tekan “AUTO ZERO” untuk menolkan Absorbansi atau Transmitansi;
Keluarkan kuvet blanko dari spektrofotometer;
Bilas cuvette dengan aquades, lalu isi dengan larutan sampel yang akan diukur absorbansi atau transmitansinya;
Masukkan kuvet ke dalam spektrofotometer;
Tekan tombol “START” dan layar akan menunjukkan nilai absorbansi atau tansmitansi dan merekamnya;
Lakukan hal yang sama pada sampel lainnya;
12. Catat dan simpan data hasil pengukuran;
Bila tidak digunakan, matikan alat dengan menekan tombol OFF pada alat dan lepaskan kabel dari sumber listrik.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan Spektrofotometer Uv-Vis:
Hindari sinar matahari, Spektrofotometer sebaiknya tidak terpapar sinar matahari langsung karena dapat mengganggu pengukuran;
Simpan di ruangan yang stabil, yakni disimpan dalam ruangan dengan suhu yang stabil;
Letakkan di atas meja yang permanen;
Bersihkan secara rutin, yakni untuk menghilangkan sisa ekstrak dan kotoran lainnya menggunakan bahan lap lembut dan sedikit lembab serta menghindari penggunaan yang bersifat abrasif;
Ikuti petunjuk penggunaan, ikuti petunjuk pengguna spektrofotometer dengan teliti dan seksama.
Waterbath Elektro-Mag
Alat laboratorium yang berisi air yang digunakan untuk memanaskan sampel dengan menggunakan media air sebagai pemanas, hal ini dikarenakan alat ini dapat mempertahankan suhu air pada kondisi tertentu selama selang waktu yang ditentukan. Prinsip kerjanya yakni dengan mengubah energi listrik menjadi energi panas yang disalurkan ke air dalam wadah untuk memanaskan larutan atau objek tertentu.
Cara Menggunakan:
Pastikan area sekitar kering dan bersih;
Isi bejana dengan air suling hingga mencapai level yang diinginkan;
Hubungkan catu daya ke sumber listrik;
Atur suhu yang diinginkan dan nyalakan waterbath dengan menekan tombol power;
Tunggu hingga air mencapai suhu yang diinginkan dan masukkan sampel dengan hati-hati;
Setelah digunakan, keluarkan sampel dan matikan waterbath.
Pelaksanaan Pemeliharaan & Penyimpanan WaterBath Elektro-Mag:
Mengganti air setiap kali penggunaan (gunakan air suling, jangan menggunakan air sumur karena menyebabkan korosi);
Selesai digunakan matikan arus listrik dengan mencabut dari sumber listrik;
Bersihkan waterbath secara berkala dengan menggunakan kain lembab dan kain kering;
Box control jangan tersiram atau kemasukan air karena dapat berakibat tersengat tegangan listrik (berbahaya) dan alat menjadi rusak.