Menggali pengalaman hidup tentang menjadi saksi
1. Mengingat materi pelajaran yang lalu dengan cara melakukan tanya jawab bersama guru atau teman dengan pokok pertanyaan di bawah ini:
a. Bagaimana peristiwa Yesus naik ke surga?
b. Apa yang dijanjikan Yesus sebelum ia naik ke surga?
Untuk Dipahami
1. Banyak orang yang tidak berani untuk menjadi saksi atau menyatakan kebenaran. Biasanya hal ini terjadi karena mereka merasa takut dan juga tidak mau berkorban demi menegakkan kebenaran.
2. Kesaksian yang tidak jujur dapat menyebabkan orang yang bersalah menjadi dibenarkan.
3. Kesaksian yang tidak jujur dapat menyebabkan seseorang yang tidak bersalah menjadi korban.
4. Bagaimana dengan kalian? Apakah berani untuk menjadi saksi dengan jujur?
Untuk Dipahami
1. Setelah peristiwa sengsara dan wafat Yesus, para rasul mengalami kesedihan dan ketakutan yang luar biasa. Mereka mengalami kesedihan karena merasa ditinggalkan oleh gurunya yang selama ini selalu mereka ikuti. Mereka pun merasa takut untuk memberikan kesaksian tentang Yesus. Dalam ketakutan itu, mereka berharap dan menantikan terpenuhinya janji Yesus untuk mengutus Roh Penghibur.
2. Roh Penghibur yang dijanjikan Yesus itu adalah Roh kudus sendiri, yang adalah Roh Kebenaran. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya.
3. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Yoh 16: 13). Berkat bimbingan Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran itulah kita juga diberi keberanian untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus dan karya-karya-Nya yang kita imani.
4. Kerinduan para rasul itu akhirnya terpenuhi pada peristiwa Pentakosta, yaitu peristiwa turunnya Roh Kudus atas para Rasul. Pada waktu itu, tiba-tiba terjadi tiupan angin yang keras memenuhi seluruh rumah dan lidah-lidah api bertebaran hinggap pada mereka masing-masing, lalu mereka dipenuhi Roh Kudus (Kis.2: 1-11).
5. Peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul ini membuktikan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan murid-murid-Nya, Ia senantiasa menyertai mereka sampai akhir zaman.
6. Roh Kudus dilambangkan dengan angin, maka hendaknya kita menyadari bahwa Roh Kudus senantiasa berkarya dalam setiap langkah hidup kita, menggerakkan kita ke mana Roh itu mau, yaitu menuju kepada kebaikan. Roh Kudus juga dilambangkan dengan api, maka kita menyadari bahwa Roh Kuduslah yang menyemangati hidup kita, yang selalu mengobarkan semangat kita untuk mewartakan karya keselamatan Kristus.