Memahami makna kebangkitan dalam hidup sehari-hari
Anak-anak yang terkasih, Kebangkitan Yesus merupakan salah satu puncak dari iman Katolik. Kebangkitan Yesus membangun keyakinan yang teguh bahwa Allah menyelamatkan manusia. Penderitaan karena setia melaksanakan kehendak Tuhan mendapat ganjaran penuh dan kematian tidaklah menjadi sebuah kesia-siaan.
Yesus bangkit menjadi yang sulung dari antara manusia dan kita pun turut mengikuti jalan keselamatan yang telah dirintis Yesus. Marilah kita coba memahami makna kebangkitan dalam hidup sehari-hari.
Untuk Dipahami
1. Kematian Yesus di kayu salib bagi kebanyakan orang Yahudi adalah kegagalan misi Yesus. Seluruh karya-Nya seolah-olah musnah seiring dengan kematian-Nya. Namun, dengan kebangkitan-Nya, Yesus membalikkan semua pendapat orang Yahudi ini.
2. Kebangkitan Yesus memberi harapan baru bagi umat manusia bahwa setelah kematian di dunia ini, ada harapan kehidupan yang lebih baik.
3. Kitab Suci menunjukkan suatu tanda yang diyakini sebagai bukti kebangkitan Yesus, yaitu batu penutup kubur Yesus yang terguling, kesaksian para murid yang mendapati kubur Yesus kosong, jenasah Yesus tidak ada di situ, kain kafan yang tergeletak di tanah, dan berita dari malaikat yang mengatakan bahwa Yesus sudah bangkit. Selain itu, bukti lain adalah peristiwa Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.
4. Makna dari kebangkitan Yesus adalah :
Kebangkitan Yesus merupakan pemenuhan janji keselamatan dari Allah, pemenuhan sabda dan karya Yesus tentang keselamatan, dan pembuktian bahwa Dia adalah mesias, sang penyelamat manusia.
Kebangkitan Yesus adalah permulaan dari kehidupan baru, kelahiran baru sebagai anak-anak Allah yang dimeterai oleh darah Kristus. Yesus mengalahkan dosa dan maut sehingga kita memperoleh kehidupan kekal berkat penebusan Kristus.
5. Sebagai murid Kristus, kita diajak untuk mewujudkan semangat kebangkitan dalam hidup sehari-hari melalui perbuatan-perbuatan sederhana untuk membangkitkan semangat sesama terlebih yang menderita.
6. Kebangkitan tidak hanya dipahami dalam arti sempit, tetapi juga dalam arti yang lebih luas, yaitu kebangkitan dari kemalasan, bangkit dari kelesuan, dan bangkit dari situasi “jatuh” atau terpuruk.