1. Pengantar
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal istilah janji. Setiap orang bahkan pernah mengungkapkan sebuah janji. Janji adalah suatu kesanggupan untuk melakukan atau mewujudkan sesuatu sesuai dengan yang diucapkan. Janji biasanya juga dilakukan dalam usaha untuk mendapat kepercayaan yang dapat disampaikan secara lisan maupun tertulis sebagai suatu kontrak. Allah juga pernah menyampaikan janji. Salah satunya adalah janji Allah akan datangnya Sang Juru Selamat. Janji itu telah ditepati oleh Allah. Pada kegiatan belajar subtema pertama dalam bab I ini, kalian akan diajak untuk memahami bahwa Yesus Kristus adalah Juru Selamat yang dijanjikan oleh Allah dan Ia hadir dalam wujud manusia sehingga Ia disebut sebagai sungguh manusia dan sungguh Allah.
2. Menggali pengalaman hidup tentang janji
A. Anak-anak yang terkasih, masih ingatkah kalian materi terakhir yang kalian pelajari di kelas VII? Ya, mengenai Sabda Bahagia yang diajarkan oleh Yesus. Ingatkah kalian akan aspek iman Sabda Bahagia? Aspek sosial Sabda Bahagia? Hari ini kalian akan belajar bab baru dengan subtema Yesus pemenuhan janji Allah. Dengan mempelajari subbab ini, iman kalian akanYesus Kristus semakin teguh dan kuat dan pada akhirnya diwujudkan dalam perilaku hidup sehari-hari.
B. Anak-anak yang terkasih, hal apakah yang selama ini kalian ketahui mengenai janji? Siapa di antara kalian yang pernah mengungkapkan sebuah janji? Menurut kalian, apa artinya janji?
C. Kini cobalah membaca dengan saksama cerita kehidupan tentang janji di bawah ini:
Konsekuensi dari sebuah janji
Fabian dan Thomas adalah kakak beradik yang hidup dalam suatu keluarga yang
cukup mampu. Keduanya mendapat fasilitas yang cukup dari orang tua mereka.
Setiap anak telah diberikan handphone (HP) terbaru yang canggih.
Sayangnya, mereka kurang dapat memanfaatkan sarana tersebut secara
bertanggung jawab. Mereka lebih sering dan asyik bermain game online dengan
menggunakan HP tersebut. Alhasil, nilai ulangan harian mereka menjadi jelek,
melorot jauh di bawah KKM.
Ayah dan ibunya kecewa dan berniat menyita HP keduanya. Fabian dan
Thomas memohon kepada orang tuanya agar mereka tidak menyita HP tersebut.
“Ayah, tolong jangan disita HP Fabian. Fabian berjanji tidak akan banyak main
game dan fokus dengan belajar. Janji Ayah!” Begitu kata Fabian kepada Ayahnya.
“Iya Ayah, Adek juga janji tidak akan main game terus. Adek janji akan lebih
rajin belajar, Ayah.” Demikianlah kedua anak tersebut berjanji kepada ayah
mereka.
Akhirnya sang ayah tergerak hatinya oleh belas kasihan dan menyetujui janji
mereka. “Baik, ayah beri kesempatan sekali lagi ya, dan penuhi janji kalian. Jika
tidak dipenuhi, HP kalian akan ayah sita!” Tegas Ayah. “Ya Ayah. Terimakasih.”
Begitu teriak Fabian dan Thomas bersamaan.
Selang beberapa hari, Fabian dan Thomas sedang di ruang belajar. Thomas
sedang serius mengerjakan PR, tiba-tiba telinganya mendengar secara samar-
samar suara musik dari game online yang biasa dimainkan bersama kakaknya,
Fabian. Thomas menengok pada kakaknya dan ternyata kakaknya sedang asyik
bermain game online.
Thomas menegur kakaknya katanya, “Eh Kak, ingat janji kita pada ayah,
harus rajin belajar dan tidak banyak main game.”
Fabian berkata, “Ah, tenang saja, kan ayah lagi tidak ada di rumah. Santai
sajalah. Lagi seru nih! Lagian, saat janji kemarin kan agar ayah senang saja dan
tidak marah-marah ke kita.” .
Melihat aksi kakaknya yang asyik bermain game online tersebut, timbul juga
keinginan Thomas untuk bermain game. Namun, dalam hati kecilnya, Thomas
berkata, “Tidak! Aku sudah berjanji pada ayah untuk rajin belajar. Aku juga
berjanji pada diriku sendiri untuk rajin belajar agar nilaiku tidak memalukan!”
Thomas pun mengurungkan keinginannya untuk bermain game online.
Peristiwa seperti itu sering terjadi pada saatjam belajar tanpa diketahui orang tua
mereka.
Saat penerimaan rapor semester ganjil, betapa kaget dan kecewanya sang ayah
karena nilai rapor Fabian banyak yang kurang. Lebih kecewa lagi, ketika guru
kelas menyampaikan informasi bahwa Fabian sering bermain game dan malas
belajar.
Ayah memutuskan menyita HP Fabian. Setiap jam belajar, Fabian diawasi
ketat oleh ayah. Ayah menegaskan, “Ayah tidak percaya lagi padamu, Fabian.
Mulai hari ini, tidak ada HP, dan Ayah akan selalu mengawasimu setiap jam
belajar!” Demikianlah akhirnya HP Fabian disita, sedangkan Thomas tetap diberi
kesempatan untuk menggunakan HP karena nilai rapornya bagus.
D. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini.
a. Berdasarkan cerita di atas, mengapa Fabian dan Thomas berjanji?
b. Menurut kalian, apakah alasan lainnya sehingga orang mau berjanji?
c. Apa konsekuensi dari janji itu?
d. Menurut kalian, apa yang terjadi jika tidak menepati janji?
e. Menurut kalian, apa yang terjadi jika dapat memenuhi janji?
3. Menggali Inspirasi Dalam Kitab Suci Tentang Makna Janji
a. Bacalah 4 (empat) teks Kitab Suci berikut ini.
Kejadian 3:8-15
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan
dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu
terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN
Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku
menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Firman-Nya:
“Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah
engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia
itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi
dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang
telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku,
maka kumakan.” Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena
engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di
antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu
tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan
antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya;
keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan
tumitnya.
Yesaya 7:10-14
TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: “Mintalah suatu
pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang
paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas
menjawab: “Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.”
Lalu berkatalah nabi Yesaya: “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum
cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:
Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan
seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Lukas 2:1-20
Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh
mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama
kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah
semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian
juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang
mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia
melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya
dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat
bagi mereka di rumah penginapan Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh
bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota
Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi
dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba
tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga
yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi
dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga,
gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke
Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan
Tuhan kepada kita.” Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai
Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan
ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan
kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran
tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi Maria
menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah
karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai
dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
Yohanes 10:24-30
Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa
lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau
Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka:
“Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-
pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan
kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk
domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku
mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang
kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya
dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang
memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang
pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.
b. Buatlah kelompok diskusi dengan jumlah dua orang atau lebih untuk mendalami bacaan Kitab Suci dengan bantuan pertanyaan sebagai berikut:
1. Ayat manakah yang menunjukkan bahwa Allah pernah berjanji?
2. Bagaimana Allah memenuhi janji-Nya?
3. Berdasarkan bacaan Kitab Suci di atas, hal apa sajakah yang menunjukkan ciri kemanusiaan Yesus?
4. Hal apa saja yang menunjukkan ke-Allahan Yesus?
5. Tuliskanlah hal lain yang menunjukkan ke-Allahan dan kemanusiaan Yesus dengan melengkapi kolom berikut ini
6. Berdasarkan topik tentang kemanusiaan dan ke-Allahan Yesus, rumuskanlah suatu kesimpulan atas pembahasan kalian ini!
c. Laporkan hasil diskusinya dengan mempresentasikan di hadapan teman-teman kalian
Untuk Dipahami
1. Akibat dosa yang dilakukannya, Adam dan Hawa diusir dari taman Firdaus. Dalam perjalanan selanjutnya, Allah prihatin atas kedosaan Adam dan Hawa serta keturunannya sehingga Allah menjanjikan juru selamat.
2. Pernyataan dalam kitab Suci yang menunjukkan janji Allah akan hadirnya juru selamat antara lain:
a. Yes 7:14, “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”
3. Janji Allah telah terpenuhi dalam diri Yesus Kristus yang turun ke dunia dalam wujud manusia untuk menebus dosa-dosa manusia.
4. Yesus yang merupakan pemenuhan janji Allah tersebut, hadir dalam wujud manusia dengan ciri-ciri selayaknya manusia seperti:
a. Yesus memiliki silsilah dalam keluarganya, yang berarti Yesus hidup dalam sejarah manusia, nenek moyang Yesus adalah Abraham. (Mat 1:1-17)
b. Yesus dilahirkan dari rahim Ibu Maria. (Luk 2: 1-7)
c. Yesus berjenis kelamin laki-laki. (Luk 2:1-7)
d. Yesus mencari nafkah dengan ikut membantu orang tuanya yang bekerja sebagai tukang kayu. (Mrk 6:3)
e. Yesus juga mengalami pengalaman yang dirasakan oleh manusia seperti lapar dan haus ketika berpuasa (Mat 4:2), mengalami rasa sedih (Mrk 14:34), juga pernah marah (Luk 19:45) tetapi juga pernah merasa takut (Luk 22:42-44), dan bahkan mengalami sengsara dan wafat seperti manusia yang lain. (Mat 27:27-50).
5. Beberapa hal yang menunjukkan Yesus benar-benar Allah yang turun ke dunia, yaitu:
a. Injil Yohanes menyebut Yesus itu adalah Firman yang menjadi manusia (Yoh 1:1.14).
b. Pada waktu kelahiran Yesus, para malaikat menyatakan, “Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2: 10-11), para bala tentara surga juga memuji Allah, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:13-14).
c. Bukti bahwa Yesus adalah Allah juga tampak pada sabda Yesus sendiri, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30); “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” (Yoh 14:9); “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku.” (Yoh 14:11).
d. Ke-Allahan Yesus juga nampak pada peristiwa mukjizat-mukjizat-Nya, seperti mengubah air menjadi anggur (Yoh 2:8-9), menggandakan lima roti dan dua ikan (Mat 14:15-21), menyembuhkan orang buta (Mat 20: 29-34), membangkitkan orang mati (Luk 7:11-16).
e. Ke-Allahan Yesus juga dapat dilihat dari peristiwa kebangkitan-Nya dari kematian (Mat 28: 1-10) dan kenaikan-Nya ke surga (Luk 24: 50-53).
f. Ke-Allahan Yesus juga dapat kita ketahui dari pernyataan para murid Yesus sendiri, seperti ketika Yesus bertanya, “Apa katamu, siapakah Aku ini?” Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:15-16). Ketika Yesus meminta Thomas mencucukkan jarinya ke luka Yesus, Thomas berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh 20:28).
g. Ke-Allahan Yesus juga dapat kita temukan dari pernyataan roh-roh jahat yang berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” (Mrk 3:11).
h. Berdasar kenyataan tentang ciri kemanusiaan dan ke-Allahan Yesus, maka dapatlah dengan berani kita menyatakan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. Kemanusiaan Yesus tidak menghapus ke-Allahan-Nya.
i. Kalian juga dapat mengunjungi chanel youtube berikut untuk menambah wawasan tentang subbab yang pertama ini:
Refleksi dan aksi
1. Refleksi:
Silahkan kalian untuk melakukan refleksi atas kegiatan pembelajaran hari ini dengan panduan sebagai berikut.
Anak-anakku yang dikasihi Tuhan. Sungguh, Allah begitu baik kepada kita manusia. Ia menjanjikan Putera-Nya untuk keselamatan kita, dan janji itu telah Allah penuhi dalam diri Yesus Kristus, yang sungguh manusia dan sungguh Allah bagi kita. Ia yang adalah Allah, telah rela turun ke dunia dalam wujud manusia mau solider dengan hidup manusia.
Bagaimana dengan kalian?
· Apakah kalian juga selalu menepati janji kalian?
· Apakah kita mampu meneladan Yesus yang rendah hati?
· Maukah kita meneladan Yesus dengan bersolider pada sesama?
· Maukah kita bersikap solider pada teman, terlebih yang berkekurangan?
Aksi: Dalam suasana hening, rumuskanlah hasil refleksi dalam buku catatan kalian. Mintalah tanda tangan orang tua di bawah catatan refleksi yang kalian buat.