Setiap manusia pasti memiliki keterbatasan baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, bisa saja kita mengalami sakit. Berbagai sikap danperasaan dapat muncul pada saat kita mengalami sakit, seperti merasa bersalah, takut, sendirian, orang yang terbuang, menyalahkan orang lain, merasa ditinggalkan keluarga, dan sebagainya. Ada pula yang menyikapi dengan sikap yang lain, seperti menyesali perbuatan-perbuatannya yang keliru, banyak berdoa, dan berserah diri kepada Tuhan. Apa pun sikap yang mereka tampakkan pada saat mengalami sakit, dalam ketidakberdayaan seperti itu, mereka sangat membutuhkan pendampingan, penghiburan, dan kekuatan baik dari sesama maupun dari Tuhan. Semasa hidup-Nya, Yesus sangat memperhatikan orang yang sakit dan terpinggirkan. Karya ini dilanjutkan oleh Gereja dengan memberikan pendampingan dan melalui Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Sakramen ini adalah salah satu dari tujuh sakramen yang umumnya diberikan Gereja kepada orang yang dalam keadaan bahaya kematian atau orang yang dalam kondisi sakit berat. Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini dapat diterima lebih dari satu kali. Sakramen Pengurapan Orang Sakit dapat dilakukan di gereja, di rumah, atau di rumah sakit. Simbol utama yang harus kelihatan dalam sakramen ini adalah:
Penumpangan tangan (tanda perlindungan, penghiburan, dan penguatan),
Pengurapan dengan minyak (tanda kedekatan yang meringankan, tanda Roh
Kudus yang mengurapi). Jika si penderita sakit masih kuat, sangat baik jika pemberian sakramen ini didahului dengan penerimaan Sakramen Tobat, dan jika memungkinkan juga dapat dilanjutkan dengan penerimaan komuni Beberapa kutipan Kitab Suci yang menjadi dasar biblis dari sakramen ini antara lain:
“Dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka”(Mrk 6: 13).
“Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”(Mrk 16: 18).
“Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan...” (Yak 5: 14-16).
Mereka yang terlibat dalam penerimaan Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini antara lain:
Imam sebagai pemimpin upacara yang memberi Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Imam tidak boleh diwakilkan pada orang yang tidak tertahbis,
Orang sakit yang menderita sakit berat dan sudah dibaptis,
Jemaat yang hadir, yaitu keluarga si sakit beserta umat lingkungan setempat, yang menjadi mendukung si sakit untuk menerima rahmat Tuhan.
Makna dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit ini antara lain:
Menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang menjadikan si penderita mempunyai kekuatan, ketenangan, dan kebesaran hati untuk mengatasi kesulitan akibat sakitnya,
Mengajak si sakit untuk mempersatukan penderitaan yang dialaminya dengan penderitaan Yesus Kristus,
Menganugerahkan rahmat gerejani, yaitu keikutsertaan dalam penderitaan dan sengsara Kristus yang menyucikan dirinya,
Menyiapkan orang sakit agar bila akhirnya meninggal, ia layak menghadap Bapa.
Dari makna dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit tersebut, dapatlah kita simpulkan buah-buah dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit, yaitu:
Mendapatkan kekuatan, ketenangan, dan kebesaran hati,
Membarui iman, harapan kepada Allah, dan menguatkan si sakit melawan segala godaan,
Bantuan Tuhan dalam kesembuhan dari penyakit yang diderita,
Dosanya telah terampuni ( Yak 5: 15 ).
Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan memahami makna Sakramen Pengurapan Orang Sakit sehingga semakin mengimani bahwa Allah adalah sumber kehidupan, kekuatan, dan keselamatan yang tak pernah meninggalkan manusia yang dikasihi-Nya dalam situasi apa pun.