Sakramen Penguatan adalah sakramen kedewasaan, pemantapan. Orang yang menerima sakramen ini diharapkan memiliki kedewasaan dalam hal iman. Melalui Sakramen Penguatan, kita menerima Roh kudus agar kita lebih kuat dalam bertindak sebagai sebagai anak-anak Allah, menggabungkan kita lebih erat dengan Kristus, memperkuat hubungan kita dengan Gereja, mendorong kita mengambil bagian lebih aktif dalam perutusan, dan membantu kita supaya memberi kesaksian iman kristen dengan perkataan dan perbuatan. (Katekismus Gereja Katolik no 1316). Dengan menerima sakramen penguatan, kita menjadi dewasa dalam iman sehingga kita menjadi lebih bertanggung jawab atas iman, mampu membedakan yang baik dan jahat, mandiri, mampu mengambil keputusan dengan bijak, mampu mengendalikan diri, tidak mudah terbawa arus atau terombang-ambing imannya. Ada beberapa tanda kedewasaan iman dalam Kristus yang diharapkan dimiliki seseorang setelah menerima Sakramen Penguatan, yaitu:
Kita dapat memusatkan perhatian kepada Kristus dan bukan kepada diri sendiri,
Kesediaan untuk memberikan diri kita untuk pekerjaan-pekerjaan Allah di dunia,
Tidak mudah bertengkar dengan sesama, terutama dengan sesama umat,
Mau dengan hati lapang memikul salib yang Tuhan izinkan terjadi di dalam kehidupan kita, dengan harapan akan kebangkitan bersama Kristus,
Mau mengikuti seluruh ajaran dan kehendak Tuhan dan tidak memilih-milih dan menyesuaikan dengan kehendak kita sendiri.
Seseorang dapat menerima Sakramen Penguatan apabila telah memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:
Sudah menerima Sakramen Baptis dan Ekaristi,
Telah berusia minimal 12 tahun,
Telah mengikuti pelajaran persiapan penerimaan penguatan. Ritus pokok
dalam penerimaan Sakramen Penguatan adalah pengurapan minyak suci (minyak Krisma) yang diberikan oleh Uskup dan penumpangan tangan oleh petugas Gereja (Uskup dan wakilnya).
Rahmat atau buah-buah dari Sakramen Penguatan, antara lain:
Curahan Roh Kudus dalam kelimpahan, seperti yang dialami oleh para rasul pada hari Pentakosta,
Pertumbuhan dan pendalaman rahmat Pembaptisan, yaitu menjadikan kita anak-anak Allah dengan lebih sungguh, meneguhkan persatuan kita dengan Kristus, menambah karunia Roh Kudus, mengikat kita lebih sempurna dengan Gereja,
Mengukir suatu tanda rohani yang tak terhapuskan sebagai suatu karakter dalam jiwa,
Menyempurnakan imamat bersama yang diterima dalam Pembaptisan.
Sakramen ini diterima satu kali seumur hidup. Sakramen Penguatan membawa konsekuensi bagi penerimanya, yaitu bertanggung jawab menjadi saksi Kristus baik dalam Gereja , dalam keluarga, dan di lingkungan masyarakat yang lebih luas.