T U L I S A N : P U I S I
T U L I S A N : P U I S I
sebuah tanya yang bertanda tanya
pertanyaan bertanya menanyai tanya
tanya-lah
tanya-pun
tanya-kah
tanya-kan
nah…tanya-tanya menanya
apakah tanya selamanya bertanya???
(Januari 2012)
*Catatan Seorang Tukang Bingung | BARA
aku rasa tak perlu apa-apa dan ada apa
apalagi sampai harus ada
karna apa?
jikalau ada akan ada apa-apa
yang selalu ada dibalik ada apa
… aku takut apa ada apa
bahkan timbul mengapa ada
kenapa ada saat apa
apa ada?
ada…apa?
apa!!! ada!!!
bosan dengan yang ada
apalagi kalau apanya mengada-ada
malah kadang adanya mengapa ada
biarlah ini mengalir apa adanya
bukan ada karna apa
ya…jikalau apa-apa ada
biarlah…itu juga kan ada
bukan muncul ada apanya
apalagi kalau adanya diada-ada
padahal tak ada…
kemarin ada
sekarang apa
kok…jadi ada-ada apa
......
-patah!_terbesit-rapuh
::: hinanya kutelanjangi keberadaanku
kupertontonkan segala tawa-sedih hingga gamangnya keangkuhanku!
bukan sekedar mengelak
apalagi memutar balik-kan fakta,
namun saya rasa inilah sebuah curhat-an
yang benar-benar secara sesungguhnya.
entah...apakah aku, kau atau kita
yang memang sudah membuat kesepakatan
untuk sengaja tidak 'ber-saling' mengerti akan arti eloknya ketidak-jelasan yang begitu congak
nan aduhai ini.
apa mungkin ini sudah tradisi-kebiasaan kita?
kenapa, ada sebuah ber-saling menyentuh, menuduh, menindih, meludahi,
gaul-meng-gauli satu sama-lain....
jelas ter-jawab akan oleh "karna"
trus, jika IYA!
maka untuk beralasan untuk bagaimana,
seharusnya tak mesti sungkan-segan-ber-malu
untuk katakan: Ya, bahwasanya "menjilat"
sempat-sudah kita lakukan pada saat rembulan bermandikan kabut senja diufuk kegetiran pekat.
sudah!
ya ya…ya… dan ya
ya kalau iya, kenapa harus tidak ya
ya tidak???
iya ya, bener juga ya…
eits…tapi, tunggu dulu ya, kan tau sendiri
ya… iya itu bukan sekedar meng-iya ya kan saja
karna iya tak mau yang ya ya-an
ya…apalagi yang iya tau ya hanya ya
karna…
ya..itu kan memang hak nya
kalau pun tidak ya
ya sudah…
ya sudahlah…
ya tak apalah…
ya…bagaimana lagi…
itukan tak bisa dipaksakan?
iya gak???
yang jelas ya saya sudah se-iya iya nya
tak kurang dari ya
tak lebih dari ya
tak keluar dari ya dan ya
ya apalah daya
kalau iya, tak ada ya…
ya…bagaimana ya?
ya..ya..ya…
memang semuanya tak ter-iyakan begitu saja
bahkan sampai adanya per-iyaan yang iya nya tak tau
ya atau tidak benarnya meng-iya
kadang-kadang iya nya bisa jadi
iyalah…
iyakah…
iyapun…
iyakan…
iya toh…
iya juga ya…!!!
bahkan, bisa jadi ya
ya ampun ya!
........
::: Mari kembali, sejenak luangkan waktu
untuk bergumam dalam perdengkuran tiada batas di akhir pekan ini!
-Tanyakan pada lampu yang sedang meredup-muram,
meremang malam ketika pada lolongan sayup mendesir debu jalanan-
Masih ter-ngiangkah?
Ketika itu, 'KITA' bukan sekedar lagi disapu, namun diterjang oleh sepertiga kebisuan lugu
dalam meng-kandaskan segala perjuangan
demi meniti senyum dan penunaian akan ketenangan batin ber-sama.
Pertikaian begitu pedap yang menerjang pekatnya senja waktu itu, mencarut-marutkan kegelisaan sepoi hingga mengurungkan petang berpayungkan hujan.
Dalam lantunan gores berpadu ujar terungkap janji
- satu pada niat kesepakatan sakti -
Ternyata....hilang!
terbujuk-rayu pada suatu hidangan yang belum tentu pasti.
Kini, lihat-dengarlah
sehelai helaan dahaga tanpa berkesudahan yang bisa dinikmat!
-"PUAH"-
19 Oktober 2013