E K S P L O R A S I K O N S E P
E K S P L O R A S I K O N S E P
MENGELOLA PERUBAHAN POSITIF
Gambar tersebut berupaya menggambarkan proses BAGJA, yang harus dimulai dengan filosofi dan visi yang berpusat pada kepentingan murid. Dari sana kemudian diturunkan menjadi tujuan-tujuan rinci berupa prakarsa perubahan. Boleh jadi, karena telah memiliki visi yang kuat maka prakarsa perubahan muncul dari keresahan. Dari sana kemudian pertanyaan-pertanyaan dan rencana-tindakan yang perlu-dilakukan disusun. Tahap demi tahapnya kemudian direalisasikan, rencana-tindakan yang perlu-dilakukan dijalankan, pertanyaan-pertanyaan yang ada digali bersama tim dan anggota komunitas sekolah hingga membuahkan temuan (data, cerita, fakta). Temuan itulah yang kemudian menjadi dasar untuk menelaah kembali rancangan pertanyaan dan tindakan yang telah dibuat. Barulah kemudian, rencana (sebagai dokumen resmi) dapat dibuat hingga akhirnya di-eksekusi, di-monitoring, serta di-evaluasi keselarasannya dengan visi.
Proses Inkuiri dalam BAGJA
Mungkin banyak yang akan berpendapat bahwa BAGJA hanyalah satu dari sekian banyak manajemen perubahan yang ada di luar sana. Hal itu benar adanya. Dalam Program Guru Penggerak ini, BAGJA dipilih karena dapat berfungsi sebagai wahana yang menguatkan hubungan antar manusia di sekolah. Pertanyaan-pertanyaan yang dibuat dalam tahap demi tahap memungkinkan Guru Penggerak sebagai pemrakarsa (pemimpin dan pengelola) perubahan untuk menguatkan hubungan antar manusia dan gotong-royong.
Hal itu selaras dengan apa yang dinyatakan oleh Lewis (2016), dimana maksud dari Inkuiri Apresiatif adalah untuk memungkinkan anggota komunitas sekolah melakukan ko-kreasi langkah maju bersama yang berangkat dari kedalaman pemahaman akan makna/inti kesuksesan dan sumber-daya mereka sendiri; sehingga ko-kreasi kesuksesan masa depan mereka kontekstual. BAGJA pun menuntut Guru Penggerak beranjak dari cara berpikir defisit ke cara berpikir aset, menjadi tangguh-pantang menyerah, dan terus meningkatkan efikasi diri dalam memimpin dan mengelola perubahan.
Kekuatan BAGJA ada pada proses penggalian jawaban pertanyaan yang didasari oleh rasa ingin tahu, kebaikan, dan kebersamaan. BAGJA mewujud menjadi pengalaman kolaboratif yang apresiatif dan bermakna bagi peningkatan kualitas belajar murid di sekolah. Pertanyaan itu akan membawa komunitas sekolah untuk berefleksi, menggali lebih dalam hal-hal yang bermakna, untuk kemudian diinternalisasi dan dijadikan sebagai bahan perbaikan-peningkatan dalam menjalankan perubahan demi perubahan.
REFLEKSI MANDIRI
Berdasarkan penjelasan mengenai Inkuiri Apresiatif dan video-video BAGJA sebelumnya, Bapak/Ibu CGP diajak untuk mengaplikasikan BAGJA ke dalam konteks pengalaman pribadi. Bayangkan impian, cita-cita, tujuan yang telah Bapak/Ibu raih, yang telah tercapai. Ingat kembali proses yang telah Bapak/Ibu lalui sejak mulai menetapkan hati untuk memiliki impian, cita-cita, tujuan tersebut, berproses untuk mencapai dan mewujudkannya, hingga akhirnya impian, cita-cita, tujuan tersebut tercapai. Pengalaman pribadi tersebut mungkin terjadi bertahun-tahun yang lalu. Pengalaman tersebut bisa saja terjadi di masa bersekolah dahulu. Sesederhana bermimpi mendapatkan prestasi yang bagus pada mata pelajaran yang disukai saat bersekolah dulu.
Tugas Bapak/Ibu adalah menceritakannya tahap demi tahap menggunakan kanvas B-A-G-J-A
JAWABAN
Berikut pengalaman pribadi mengenai mencapai impian dan mengaitkannya dengan konsep BAGJA (Berpikir, Berjiwa, dan Bertindak Gemilang Jitu Akseleratif) adalah sebagai berikut:
Berpikir (Think): Pada saat bersekolah dulu, impian untuk mencapai prestasi yang bagus dalam mata pelajaran yang disukai tentu dimulai dari sebuah pemikiran atau impian. Pemikiran ini mungkin muncul karena ketertarikan yang mendalam terhadap pelajaran tersebut atau ambisi untuk menguasai sesuatu yang spesifik.
Berjiwa (Spirit): Semangat dan motivasi untuk mencapai tujuan tersebut sangat penting. Mungkin ada dorongan dari dalam diri untuk belajar lebih keras, menyelesaikan tugas-tugas dengan tekun, dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul dalam proses belajar.
Bertindak (Act): Proses mencapai impian tersebut melibatkan tindakan konkret, seperti mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh, bertanya kepada guru atau teman tentang hal-hal yang tidak dipahami, dan mungkin melakukan ekstra latihan atau studi mandiri untuk memperdalam pemahaman.
Gemilang (Brilliance): Ketika tujuan itu akhirnya tercapai, ada perasaan gemilang atau kebanggaan dalam diri. Prestasi yang diperoleh tidak hanya menjadi pencapaian pribadi tetapi juga memberikan rasa percaya diri dan kepuasan yang mendalam.
Jitu (Precise): Kecerdasan dan ketepatan dalam memilih jalur belajar dan strategi juga berperan penting dalam mencapai tujuan. Memilih fokus pada mata pelajaran yang disukai, menggunakan waktu dengan efisien, dan terlibat dalam aktivitas yang mendukung belajar adalah hal-hal yang berkontribusi pada kesuksesan tersebut.
Akseleratif (Accelerative): Proses belajar tersebut mungkin terjadi lebih cepat atau lebih efektif karena motivasi yang tinggi dan konsistensi dalam upaya-upaya yang dilakukan.
Melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif, pengalaman ini bisa direfleksikan dengan cara mengenang kembali proses yang telah dialami mulai dari awal munculnya impian untuk mencapai prestasi, hingga perencanaan dan usaha yang dilakukan untuk meraihnya, dan akhirnya, perasaan keberhasilan dan kebanggaan yang dirasakan setelah mencapai tujuan tersebut. Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip BAGJA, kita dapat menghargai dan memperkuat aspek-aspek positif dari pengalaman ini, serta memanfaatkannya sebagai inspirasi untuk mencapai tujuan masa depan yang lebih besar lagi.