FORUM DISKUSI - EKSPLORASI KONSEP
FORUM DISKUSI - EKSPLORASI KONSEP
Apa yang dapat saya ceritakan mengenai salah SATU dari nilai-nilai GP (berpihak pada murid, inovatif, kolaboratif, reflektif, dan mandiri) yang telah membantu saya dalam melayani murid saya dengan lebih baik?. Tuliskan dalam bentuk narasi singkat untuk berbagi dalam kelompok dalam tahap Ruang Kolaborasi.
NILAI INOVATIF: "Transformasi Pembelajaran Membaca Puisi"
Sebagai seorang guru Bahasa Indonesia, saya selalu mencari cara untuk membuat pembelajaran membaca puisi lebih menarik dan bermakna bagi siswa. Salah satu nilai Guru Penggerak yang telah sangat membantu saya dalam melayani murid dengan lebih baik adalah nilai inovatif. Pada awalnya, saya menyadari bahwa materi membaca puisi sering kali dianggap sulit dan kurang menarik bagi sebagian siswa. Untuk mengatasi ini, saya mulai mencari metode yang inovatif untuk mengubah persepsi siswa terhadap pembelajaran ini. Saya mencoba berbagai pendekatan baru, seperti memanfaatkan teknologi dengan menayangkan video pembacaan puisi oleh penulisnya sendiri, atau menggunakan aplikasi yang memungkinkan siswa merekam diri mereka sendiri membaca puisi dan berbagi dengan teman-teman.
Selain itu, saya juga menerapkan strategi inovatif dalam memilih puisi yang relevan dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa. Saya memilih puisi-puisi yang dapat memancing emosi dan refleksi, serta mengundang diskusi yang mendalam tentang tema dan makna puisi tersebut. Dengan pendekatan inovatif ini, saya melihat bahwa minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran membaca puisi meningkat secara signifikan. Mereka lebih terlibat dalam kegiatan kelas, merasa lebih termotivasi untuk memahami puisi dengan lebih dalam, dan bahkan mulai mengeksplorasi ekspresi kreatif mereka sendiri dalam membaca dan menafsirkan puisi. Nilai inovatif telah membantu saya untuk terus mengembangkan dan meningkatkan pendekatan pembelajaran saya, serta menciptakan lingkungan kelas yang mendukung eksplorasi dan pengembangan potensi siswa dalam membaca puisi.
Apa saja 10 kegiatan di sekolah yang saya anggap masuk sebagai contoh penerapan dari peran GP yang saya pahami saat ini (pemimpin pembelajaran, pendorong kolaborasi, penggerak komunitas praktisi, mewujudkan kepemimpinan murid, menjadi coach bagi rekan guru)?. Buatlah daftarnya untuk digunakan saat berbagi ide dalam kelompok dalam tahap Ruang Kolaborasi.
BERIKUT 10 KEGIATAN DI SEKOLAH YANG DIANGGAP SEBAGAI CONTOH PENERAPAN PERAN GURU PENGGERAK,antara lain:
a. Saat diposisi sebagai Guru
Mengemas pembelajaran yang tidak hanya terbatas di dalam kelas, tetapi juga melibatkan aktivitas di luar kelas untuk menambah pengalaman belajar siswa, misal saat pembelajaran materi menulis teks observasi maka mau tidak mau siswa saya ajak ke luar dan setiap siswa saya arahkan mengamati sesuatu yang berbeda dengan teman yang lainnya kemudian mereka mencatat hal-hal penting apa yang perlu ditulis guna menjadi data pendukung sehingga dalam merangkai kalimat nanti akan tidak kesulitan jika pelaksanaan pembelajaran langsung diluar kelas.
Saat pembelajaran saya menganut sistem pembentukan karakter anak secara mandiri dan kolaboratif, hal tersebut saya lakukan di pembelajaran materi tertentu, saya minta anak membentuk kelompok kemudian disitu saya akan membagi peran masing-masing anak disetiap kelompok guna menyelesaikan misi/ tugas yang diberikan. Tugas yang disajikan biasanya berupa proyek dari hasil proses yang terjadi (persiapan, pengerjaan, penyajian dan pelaporan) tanpa mereka sadari jalinan kolaborasi akan terbentuk setiap anak menjalankan perannya masing-masing. Kemudian melalui sistem kolaborasi ini tanpa mereka sadari kemampuan mandiri mereka terbentuk melalui pembelajaran dari teman sebayanya.
Kemudian agar kegiatan literasi berjalan, saya melihat karena setiap anak agak kurang minat membaca maka pada kegiatan ini saya lakukan perubahan pelaksanaan literasi yaitu dengan cara "sebelum masuk ke kelas anak-anak setidaknya kita beri sebuah diksi bahasa arab/ bahasa inggris beserta arti kemudian mereka hafalkan lalu kita kemas dalam bentuk permainan/ iyel-iyel atau bisa kita lakukan pemberian sebuah kutipan/ kata-kata mutiara/ kata-kata motivasi yang disesuaikan dengan keadaan guna memacu semangat anak menyambut pembelajaran selanjutnya.
b. Saat diposisi Wakil Kesiswaan
Saat diposisi sebagai Wakil Kesiswaan, saya melakukan pengajuan pendirian Gugus Depan di Kwacab Kota Palembang hal ini dilakukan karena sekolah tersebut tergolong sekolah baru maka agar terlaksananya kegiatan kepramukaan disekolah maka hal tersebut itu yang saya lakukan. Kemudian memfasilitasi dan mengorganisir kegiatan Gugus Depan Gerakan Pramuka untuk mengembangkan karakter kepemimpinan dan kemandirian siswa melalui penerapan PRAMUKA WAJIB dengan metode/ sistem Blok selama satu bulan dan di akhir pertemuan diadakan PERSAMI sekaligus melihat hasil belajar anak mengenai pramuka dasar selama satu bulan.
Selanjutnya, mengorganisir berbagai kegiatan perlombaan baik dilaksanakan diinternal sekolah maupun ikutserta pada ajar diluar sekolah hal ini dilakukan sebagai sarana untuk pengembangan keterampilan sosial, keberanian dan kemandirian siswa.
Membimbing siswa dalam persiapan dan pelaksanaan proses Pemilihan Pemimpin/ Struktur organisasi inti disetiap Ekskul maupun OSIS melalui pelaksanaan ko-kurikuler yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan tema Suara Demokrasi untuk mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab sosial setiap anak. Kegiatan kami kami gelar selama 3 bulan disetiap satu bulannya kami lakukan sistem blok selama 1 minggu untuk pembekalan materi dan pengarahan anak untuk melanjutkan tahapan-tahapan apa saja yang harus dilakukan pada P5.
c. Saat diposisi Wakil Kurikulum
Saya mengarahkan setiap guru untuk menyajikan materi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa guna meningkatkan keterkaitan antara pembelajaran di kelas dengan pengalaman mereka di luar sekolah jangan konsern pada teori dan tugas-tugas, pekerjaan rumah (PR) apalagi konsern pada penunaian KI-KD yang akan diajarkan. Pada pembelajaran Matematika saya menyampaikan pada guru tersebut, sebelum belajar mengenal rumus-rumus lainnya setiap anak harus diajarkan terlebih dahulu kemampuan berhitung dasarnya (penambahan, pengalian, pengurangan dan pembagian) jika hal tersebut dirasa siswa telah mumpuni barulah mengarahkan pada materi yang lain. Jika hal tersebut dirasa harus memakan waktu 1 semester tidak masalah itu dilakukan yang jelas jangan beralih pada materi yang lain.
Selain itu, mendorong setiap guru untuk menggunakan metode pembelajaran aktif yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Pada mata pelajaran IPA, saya meminta guru tersebut melaksanaan pembelajarannya jangan berkutat pada teori dan hafalan, tapi upayakan praktik nyata misal mempelajari konsep difusi osmosis melalui belajar memasak nasi dan membuat teh. Pada pelaksanaan praktik tersebut maka penyampaian teori akan mudah diterima dan tercipta sebuah pembelajaran yang aktif.
Mengadakan Ujian Unjuk Publik sebagai alternatif ujian mata pelajaran ciri khusus dan wujud pelaksanaan program pelaporan hasil belajar siswa kepada orangtua sekaligus ajang promosi sekolah. Pada ajang ini, setiap anak akan tampil satu persatu dimuka umum atau di atas panggung yang telah disediakan melakukan kemampuan yang telah disiapkan misal kemampuan bahasa arab dan bahasa inggris anak dimintak melakukan perkenalan diri dengan menggunakan bahasa asing tersebut kemudian guna melihat hasil kemampuan anak memang benar mampu dan menguasai maka disesi selanjutnya dilakukan tanya jawab berkenaan profil biodata yang telah disajikan. Pertanyaan dan Jawaban menggunakan bahasa asing tersebut.
Memfasilitasi kolaborasi antar guru disetiap bulannya untuk saling berbagi ide, sumbang saran dan pengalaman dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif. Biasanya setiap satu bulan kami lakukan pembelajaran di luar sekolah dalam hal ini misal pada hari tersebut mata pelajaran yang dipelajari yaitu Sejarah, Olahraga dan Bahasa Inggris. Pada program ini ketiga guru ini harus melakukan kerjasama dan menyusun konsep serta menentukan tempat dimana siswa akan belajar dengan terlaksananya 3 pelajaran tersebut. Misal pelaksanaan di lakukan Di area BKB-MONPERA-AMPERA. Dengan memanfaatkan pelataran BKB makajam pertama dilakukan Olahraga kemudian, mata pelajaran Sejarah dan Bahasa Inggris bisa dilakukan secara bersamaan dengan memanfaatkan Situs Monpera, Ampera dan Museum dengan mengetahui sejarah yang ada materi tersebut dapat disajikan menggunakan bahasa inggris atau membuat konsep sosio-drama dalam bahasa inggris seorang warga lokal dan wisatawan asing atau lain sebagainya.
Membimbing dan memberikan dukungan kepada setiap rekan guru dalam pengembangan profesionalisme pendidik dan meningkatkan kualitas pengajaran melalui pengadaan pelatihan/ workshop atau juga membuka ruang diskusi memanggil setiap guru untuk duduk berdiskusi bersama menanyakan perkembangan pembelajaran ataupun kendala yang dihadapi, mulai dari bagaimana penyusunan administrasi perangkat ajar sampai pada teknis mengajar di kelas agar pelaksanaan penularan ilmu kepada siswa tersalurkan sesuai harapan.