Dalam kegiatan ini, kami CGP melakukan google meet dengan fasilitator kami yaitu Ibu Henny Widyawati S,S.E.,M.Pd. Lalu dilanjutkan dengan perkenalan dengan Pengajar Praktik (PP) yaitu Ibu Tri Prasetyo H., S.E, S.Pd. Setelah itu CGP satu persatu memperkenalkan diri dari nama dan asal sekolah. Kami melanjutkan dengan membuat kesepakatan kelas 08.125 untuk menjadi panduan bagi kami dalam melakukan kegiatan virtual ini. Kami diberi 4 pertanyaan pemantik yang berhubungan dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara. Kami CGP menjawab pertanyaan melalui padlet yang disediakan. Kurang lebih 45 menit kami berdiskusi melalui padlet dan menyampaikan pendapat-pendapat kami. Berikutnya kami secara bergantian menyampaikan pendapat kami secara lisan. Kami saling memberikan umpan balik tentang pendapat yang disampaikan. Fasilitator lalu memberikan penguatan dan pembelajaran yang bermakna dari diskusi ini. Dilanjutkan untuk melakukan refleksi pembelajaran konsep modul 1.1. Fasilitator lalu memberikan agenda kegiatan berikutnya yaitu Ruang Kolaborasi 1.1.
Dalam kegiatan ini dibuka oleh fasilitator kami yaitu Ibu Henny Widyawati S,S.E.,M.Pd dengan berdoa dan disampaikan susunan agenda yang akan dilalui dalam pertemuan virtual ini. Sebelum ke materi diskusi, kami disajikan ice breaking terlebih dahulu. Dilanjutkan mengingat kembali kesepakatan kelas. Setelah itu kami mereview proses dan hasil belajar CGP pada eksplorasi konsep yang sudah dipelajari di LMS. Kami menyampaikan apa yang kamu dapatkan melalui kolom chat lalu kami sampaikan secara langsung untuk dibahas bersama-sama. Kegiatan berikutnya, kami dibagi menjadi 3 kelompok untuk mendiskusikan tentang kekuatan sosio-kultural dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Kami berdiskusi dengan pertanyaan yang diberikan dalam ruang kolaborasi yaitu:
Apa kekuatan konteks sosio-kultural (nilai-nilai luhur budaya) di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran KHD?
Bagaimana pemikiran KHD dapat dikontekstualkan sesuaikan dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligus sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda?
Sepakati satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah Anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan.
Kelompok saya yang beranggotakan 4 orang yaitu Chitra Sintarani, Wuny Surya, Istichomah, dan Ika Trihesti berdiskusi bersama tentang kekuatan sosiokultural di Kota Semarang. Kami memilih ada 2 kekuatan yang yang bisa kami terapkan di kelas kami yaitu tentang unggah-ungguh bahasa Jawa dan upacara adat Dugderan. Hasil diskusi ini kami buat dalam bentuk power point yang akan kami presentasikan pada pertemuan virtual berikutnya. Power point hasil diskusi kami bisa diakses di link berikut : https://bit.ly/RKolaborasiTugasKelompok .
Dalam kegiatan ini dibuka oleh fasilitator kami yaitu Ibu Henny Widyawati S,S.E.,M.Pd dengan berdoa dan disampaikan susunan agenda yang akan dilalui dalam pertemuan virtual ini. Dilanjutkan mengingat kembali kesepakatan kelas. Fasilitator menyampai tanggung jawab dan peran kelompok dalam presentasi ini. Presentasi dimulai dari kelompok 3 lalu kelompok 2 dan yang terakhir adalah kelompok kami yaitu kelompok 1. Kelompok kami berbagi peran. Ibu Ikha sebagai presenter dan moderator. Ibu Istichomah sebagai pemapar hasil diskusi pertanyaan nomor 1, saya Chitra sebagai pemapar hasil diskusi pertanyaan nomor 2, dan Ibu Wuny sebagai pemapar hasil diskusi pertanyaan nomor 3. Kami menyampaikan hasil diskusi kami tentang kekuatan sosiokultural di Kota Semarang. Power point hasil diskusi kami bisa diakses di link berikut : https://bit.ly/RKolaborasiTugasKelompok .
Setelah memaparkan hasil diskusi kelompok kami, moderator lalu membuka sesi tanya jawab tentang diskusi yang kami sampaikan. Ada 3 pertanyaan dari rekan sekelas kami yaitu :
Bagaimana menanamkan Bahasa Jawa bagi peserta didik yang berasal dari daerah lain? Bagimana cara menanamkan atau memberi pemahaman Bahasa Jawa kepada orang tua murid?
Bagaimana cara kemampuan berbahasa Jawa mampu dipahami oleh anak?
Bagaimana cara mengimplementasikan Bahasa Jawa kepada peserta didik?
Pertanyaan yang diajukan rekan-rekan kami jawab secara bergantian sesuai dengan kemampuan kami. Kegiatan dilanjutkan mengupload hasil diskusi di LMS.
Kegiatan ini diadakan di SMP Negeri 5 Kota Semarang. Kegiatan diawali dengan acara pembukaan lokakarya orientasi oleh BBGP Jawa Tengah. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan di kelas yang sudah ditentukan kelas-kelasnya. Kepala sekolah juga mendampingi kami untuk menyamakan persepsi. Kegiatan di dalam kelas di awal dengan perkenalan dari Pengajar Praktik (PP) di kelas F yaitu Bapak Sugeng, Bapak Sam, dan Ibu Daniek. Setelah itu Ibu Daniek meminta kami (CGP dan KS) untuk menggambar sesuaitu yang mencerminkan diri kami. Saya menggambar leptop dengan berbagai media sosial. Mengapa saya menggambar ini untuk mencerminkan diri saya? Karena saya suka belajar teknologi dan suka membuat media-media pembelajaran yang saya upload di media sosial untuk menjadi inspirasi banyak orang. Ibu Daniek membuat game untuk perkenalan dengan menggunakan gambar yang sudah kami buat tadi. Dari game ini, kami saling mengenal satu dengan yang lain. Setelah berkenalan, kami membuat kesepakatan kelas dengan menuliskan masing-masing di kertas yang disiapkan dan ditempel di dinding. Kesepakatan kelas yang sudah ditulis lalu diringkas dan disepakati bersama.
Pak Sam berikutnya menyampaikan tentang kekhawatiran dan harapan baik untuk CGP dan Kepala Sekolah. Peserta CGP dan Kepala Sekolah menuliskan harapan dan kekhawatiran di kertas yang disediakan lalu ditempel di karton yang sudah di tempel di papan tulis. Setelah itu kami mengelompokkan kekhawatiran dan harapan dan membahasnya bersama-sama. Kami membuat kesepakatan dengan kepala sekolah.
Setelah itu, Pak Sugeng menyampaikan tentang pengisian Lembar Kerja. Dilanjutkan dengan pengisian Lembar Kerja 1 - 4 yaitu:
LK 1 : Kesepakatan Peran CGP dan Kepala Sekolah.
LK 2 : Asesmen Mandiri Kompetensi GP.
LK 3 : Evaluasi Diri Guru Penggerak.
LK 4 : Rencana Pengembangan Kompetensi Diri.
Kegiatan dilanjutkan dengan mengenalkan portofolio digital melalui google sites. Kami belajar membuat profil dan riwayat kami dengan menggunakan google sites. Diharapkan google sites yang dibuat ini menjadi portofolio kami dalam mengikuti CGP. Kegiatan ditutup dengan berdoa.
Pada kegiatan ini kami sebagai CGP awalnya diminta untuk membuat pertanyaan di LMS yang akan dibahas oleh instruktur saat pertemuan virtual. Pertanyaan yang saya buat adalah :
Bagaimana cara mengimplementasikan Asas Tricon dalam pembelajaran?
Bagaimana cara kita sebagai guru bisa memahami karakter masing-masing murid yang berbeda-beda supaya bisa bersinergi dalam pembelajaran?
Kegiatan elaborasi pemahaman ini dilakukan dengan google meet yang menjadi narasumber adalah Bapak Instruktur: Bapak Suhada dari Dinas Pendidikan Kab. Ciamis. Tahapan yang akan kami lalui sebagai berikut:
Presentasi Materi (25’)
Instruktur mempresentasikan materi Pemikiran Filosofis Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD) selama 25 menit untuk memberikan penguatan pemahaman peserta terhadap pemikiran-pemikiran KHD.
Diskusi (20’)
Instruktur memberi penguatan terhadap pertanyaan-pertanyaan CGP.
Berbagi & Tanya Jawab (25’)
CGP berbagi pengalaman praktik baik proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran filosofis Pendidikan KHD,
CGP bertanya dan berdiskusi kepada Instruktur terkait pembelajaran yang diperoleh dalam ruang diskusi.
Refleksi dan Umpan Balik (15’)
Instruktur memberi umpan balik penguatan terhadap pemahaman CGP
Refleksi pembelajaran dituliskan pada aplikasi yang disediakan oleh Instruktur (mentimeter/padlet/jamboard)
Penutup (05’)
Instruktur menutup kegiatan pembelajaran Eksplorasi Konsep Refleksi Kritis Pemikiran KHD
Memulai Eksplorasi Konsep melalui forum diskusi di ruang ‘virtual’, kami diberikan pertanyaan reflektif terkait pemahaman kami mengenai pemikiran filosofis KHD. Pertanyaan pemantik sebagai berikut:
Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? Perubahan konkret apa yang dapat saya lakukan untuk mewujudkannya?
Mengapa Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?
Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak” dengan peran saya sebagai pendidik?
Bagaimana gambaran proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?
Kami diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat kami secara gantian baik secara langsung atau pada kolom chat. Instruktur juga menyampaikan solusi saat kami mengalami hambatan ketika menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Kegiatan ditutup dengan berdoa.
Dalam kegiatan ini dibuka oleh fasilitator kami yaitu Ibu Henny Widyawati S,S.E.,M.Pd dengan berdoa dan disampaikan susunan agenda yang akan dilalui dalam pertemuan virtual ini. Sebelum ke materi diskusi, kami disajikan pantun untuk menumbuhkan semangat kami terlebih dahulu. Dilanjutkan mengingat kembali kesepakatan kelas. Setelah itu kami mereview proses dan hasil belajar CGP pada eksplorasi konsep yang sudah dipelajari di LMS. Kami menyampaikan apa yang kami dapatkan saat mempelajari peran dan nilai guru penggerak dengan pertanyaan pemantik yang disajikan oleh fasilitator. Kegiatan berikutnya, kami dibagi menjadi 3 kelompok untuk mendiskusikan tentang kekuatan masing-masing CGP yang sesuai dengan peran dan nilai guru penggerak. Kami berdiskusi bersama untuk :
Membuat karya poster/power point/video tentang rancangan satu kegiatan sebagai upaya mengkolaborasikan kekuatan nilai yang dimiliki tiap rekan dalam kelompok.
Kelompok saya yang beranggotakan 4 orang yaitu Chitra Sintarani, Wuny Surya, Istichomah, dan Ika Trihesti berdiskusi bersama tentang kekuatan nilai masing-masing yang CGP miliki lalu kami memilih salah satu nilai Guru Penggerak yang kami sepakati bersama yaitu "Berpihak Pada Murid". Setelah itu kami merancang kegiatan yang "Berpihak Pada Murid" yang kami spekatai adalah "Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Tema P5 yang kami ambil adalah "Gaya Hidup Berkelanjutan" dengan Sub Tema: " Serunya Mengolah Sampah Menjadi Barang Bernilai". Setelah menentukan tema, kami menyusun rincian kegiatan tersebut yang bisa dilakukan untuk siswa di fase A dan B. Pembelajaran berdiferensiasi yang diambil adalah diferensiasi proses dan produk. Hasil diskusi ini kami buat dalam bentuk power point yang akan kami presentasikan pada pertemuan virtual berikutnya. Hasil diskusi kelompok kami bisa diakses melalui link berikut ini:
Dalam kegiatan ini dibuka oleh fasilitator kami yaitu Ibu Henny Widyawati S,S.E.,M.Pd dengan berdoa dan disampaikan susunan agenda yang akan dilalui dalam pertemuan virtual ini. Fasilitator mengajak ice breaking bersama. Dilanjutkan mengingat kembali kesepakatan kelas. Fasilitator menyampaikan tanggung jawab dan peran kelompok dalam presentasi ini. Presentasi dimulai dari kelompok 1 lalu kelompok 2 dan yang terakhir adalah kelompok 3. Kelompok kami berbagi peran.
Ibu Istichomah sebagai presenter dan moderator.
Ibu Wuni sebagai pemapar materi "Kekuatan Nilai dan Peran Guru Penggerak Pada Masing-Masing Calon Guru Penggerak Di Kelompok 1"
Ibu Ika sebagai pemapar materi "Nilai Dan Peran Guru Penggerak Yang Dipilih Dan Tema Kegiatan Yang Dirancang".
Saya senduri Chitra sebagai pemapar materi "Rencana Dan Rincian Kegiatan Sesuai Dengan Nilai Dan Peran Guru Penggerak Yang Diterapkan Di Sekolah:.
Setelah memaparkan hasil diskusi kelompok kami, moderator lalu membuka sesi tanya jawab tentang diskusi yang kami sampaikan. Ada 3 pertanyaan dari rekan sekelas kami yaitu :
Bagaimana menyusun modul ajar untuk mencerinkan pembelajaran berdiferensiasi?
Belajar langsung ke TPA tentang membuat magot untuk makan ternak apakah juga bisa diterapkan?
Bentuk asesmen/penilaian dalam pembelajaran berdiferensiasi? Apa kendala menerapkan pembelajaran berdiferensiasi?
Pertanyaan yang diajukan rekan-rekan kami jawab secara bergantian sesuai dengan kemampuan kami. Kegiatan dilanjutkan mengupload hasil diskusi dan presentasi di LMS.
Pada kegiatan ini kami sebagai CGP awalnya diminta untuk membuat pertanyaan di LMS yang akan dibahas oleh instruktur saat pertemuan virtual. Pertanyaan yang saya buat adalah :Bagaimana cara untuk membangun kolaborasi dengan teman² dilingkungan sekolah jika ada beberapa pribadi yang tidak mendukung atau bahkan tidak mau berkolaborasi?
Kegiatan elaborasi pemahaman ini dilakukan dengan google meet yang menjadi narasumber adalah Bapak Anang Purwito dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember. Kegiatan elaborasi ini sangat menarik karena Bapak Anak memberikan video-video tentang contoh gerak cepat dan lambat otak. Kami diminta untuk menuliskan pendapat kami di chat. Saya juga mendapatkan gambaran jelas tentang nilai dan peran guru penggerak. Dalam elaborasi ini, saya juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat saya secara langsung tentang nilai dan peran guru penggerak. Kegiatan ini menambah pengetahuan bagi saya untuk bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Setelah kegiatan elaborasi ini saya menyusun koneksi antar materi modul 1.2. Menelaah kembali rangkaian pembelajaran mulai dari Modul 1.1 hingga akhir Modul 1.2 ini dengan melakukan refleksi Model 4 P dalam bentuk tulisan – naratif/poster/peta-pikiran/PPT/video/audio sederhana (Koneksi Antar Materi).
Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak pada sesi pembelajaran ketiga! Mari kita mengingat kembali visi yang telah dilukiskan dan dirumuskan mengenai murid Bapak/Ibu di masa depan pada Pembelajaran 1. Untuk mencapai visi ini, tentu Bapak/Ibu tidak dapat begitu saja turun menjadi tindakan-tindakan. Karena visi sifatnya jangka panjang, maka Bapak/Ibu perlu memutuskan prakarsa-prakarsa yang perlu dilakukan sebagai tujuan-tujuan antara. Pada bagian ini, Bapak/Ibu akan bekerja secara kolaboratif bersama rekan sekelompok. Di bagian sebelumnya, tiap anggota kelompok telah berbagi mengenai visinya masing-masing. Kini, dalam kelompok, putuskan satu visi yang dapat menjadi visi untuk kelompok Bapak/Ibu. Boleh jadi, visi tersebut dipilih satu dari yang telah dibuat anggota kelompok, atau boleh juga visi tersebut merupakan olahan bersama yang terinspirasi dari visi yang telah dibuat anggota kelompok. Yang pasti, kelompok harus menyepakati SATU visi terlebih dahulu.
Setelah satu visi disepakati bersama, langkah berikutnya adalah membuat pernyataan “prakarsa perubahan” -nya. Buka dialog bersama di kelompok untuk ideasi, curah ide. Gunakan kerangka berpikir strategis sekaligus taktis. Eksplorasi kemungkinankemungkinan. Buatlah pertanyaan-pertanyaan untuk memandu diskusi kelompok terlebih dahulu. Berikut adalah contoh pertanyaan-pertanyaan pemandu yang mungkin dapat digunakan dengan penyesuaian. ● Jika visi kelompok seperti demikian, apa prakarsa perubahan atau upaya yang perlu dilakukan pertama kali? ● Dari aset yang telah dimiliki (baik sosial-politik, ekonomi, lingkungan, maupun SDM) mana yang dapat dimanfaatkan, bagaimana caranya? ● Dari program atau pembiasaan yang telah ada di sekolah, mana yang dapat menguatkan atau dijadikan sebagai prakarsa perubahan sehingga berdaya ungkit bagi pencapaian visi? ● Dari elemen-elemen dalam 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila, elemen mana yang dapat kita turunkan menjadi prakarsa perubahan?
Diskusi tatap muka virtual ini dilakukan secara langsung (sinkronus) dengan panduan dari fasilitator. Bapak/Ibu dalam kelompok harus meramu hasil diskusinya menjadi: SATU visi, SATU kalimat pernyataan prakarsa perubahan, dan SATU rencana BAGJA lengkap dari tahap ke tahap menggunakan kanvas BAGJA berikut. Tiap kelompok perlu melengkapi pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan tiap tahapan berikut daftar tindakan/penyelidikan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan di tiap tahap tersebut.
Diskusi tatap muka virtual ini dilakukan secara langsung (sinkronus) dengan panduan dari fasilitator. Bapak/Ibu dalam kelompok harus meramu hasil diskusinya menjadi: SATU visi, SATU kalimat pernyataan prakarsa perubahan, dan SATU rencana BAGJA lengkap dari tahap ke tahap menggunakan kanvas BAGJA berikut. Tiap kelompok perlu melengkapi pertanyaan-pertanyaan yang diperlukan tiap tahapan berikut daftar tindakan/penyelidikan yang perlu dilakukan untuk menjawab pertanyaan di tiap tahap tersebut. Pada tahap berikutnya, dengan panduan fasilitator, Bapak/Ibu akan mempresentasikan serta saling memberikan umpan balik atas visi, pernyataan prakarsa perubahan, dan rencana BAGJA yang dihasilkan kelompok Bapak/Ibu kepada kelompok yang lain. Diskusi ini dilakukan secara sinkronus. Agar dapat memberikan umpan balik yang efektif, Bapak/Ibu dipersilahkan untuk membaca terlebih dahulu Bacaan 1 di bawah ini, tentang umpan balik.
Kegiatan ini diadakan di SMP Negeri 5 Kota Semarang. Kegiatan di kelas yang sudah ditentukan dimulai dengan permainan mencari bola degan mata tertutup. Setelah itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi tentang nilai dan peran guru penggerak. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di sekolah dan saling memberikan solusi terhadap masalah tersebut.
Kami juga belajar bagaimana menganalisis peran kami pada komunitas praktisi. Setelah itu kami belajar tentang 3 pos komunitas praktisi yaitu merintis, menumbuhkan, dan merawat keberlanjutan. Disini kami diberi ilmu dan motivasi untuk bisa mendirikan komunitas praktisi. Setelah itu kami mengisi LK.
Pada kegiatan ini kami sebagai CGP awalnya diminta untuk membuat pertanyaan di LMS yang akan dibahas oleh instruktur saat pertemuan virtual. Pertanyaan yang saya buat adalah : Bagaimana cara supaya rakan sejawat bisa berkolaborasi untuk mengimplementasikan prakarsa perubahan melalui tahapan BAGJA?
Kegiatan elaborasi pemahaman ini dilakukan dengan google meet yang menjadi narasumber adalah Bapak Instruktur: BapakI Ketut Latri dari Dinas Pendidikan Kab. Karangasem, Bali.. Tahapan yang akan kami lalui sebagai berikut:
Visi: Teks, makna, harapan (20’)
Instruktur mempresentasikan materi Visi adalah representasi kognitif mengenai gambaran masa depan. Jika kita ingin melangkah jauh, maka visi harus bersifat menyemangati, menguatkan, menggerakkan hati dan kolaborasi, sehingga mampu membuat kita terus melangkah maju.
Inkuiri Apresiatif: Prakarsa Perubahan (20’)
Instruktur memberi Inkuiri Apresiatif merupakan upaya perubahan positif yang melibatkan proses penyelidikan sistematis tentang apa yang membuat sebuah sistem "hidup/berjalan" efektif dan cakap dalam terminologi ekonomi, ekologi dan kemanusiaan.
ATAP: Rumusan Prakarsa Perubahan (Mandiri) (25’)
BAGJA: Big Picture - ATM (20’)
Penutup dan Refleksi(5’)
Kami diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat kami secara gantian baik secara langsung atau pada kolom chat. Instruktur juga menyampaikan solusi saat kami mengalami hambatan ketika membuat visi dan prakarsa perubahan.