Di pesisir utara Kabupaten Lamongan, tepatnya di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, terdapat sebuah kompleks makam yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang sangat tinggi bagi masyarakat setempat, yaitu Makam Syekh Maulana Ishaq. Sosok Syekh Maulana Ishaq dikenal sebagai salah satu ulama penyebar agama Islam awal di tanah Jawa, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu Wali Songo meskipun tidak termasuk dalam daftar sembilan wali yang paling populer.
Kompleks Makam Syekh Maulana Ishaq di Kemantren ditata dengan rapi dan terawat. Area makam utama berada di dalam cungkup yang dilindungi bangunan permanen, memberikan suasana khusyuk bagi para peziarah. Selain makam Syekh Maulana Ishaq, di kompleks ini juga terdapat makam-makam tokoh lain yang merupakan pengikut atau kerabat beliau, menunjukkan jejak penyebaran Islam yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Setiap hari, terutama pada momen-momen tertentu seperti malam Jumat Legi atau peringatan hari besar Islam, kompleks makam ini ramai dikunjungi peziarah. Mereka datang untuk mendoakan Syekh Maulana Ishaq, mencari keberkahan, serta merenungkan jejak perjuangan dakwah beliau. Beberapa peziarah juga datang untuk tujuan spiritual, seperti memohon kelancaran rezeki, kesehatan, atau hajat lainnya.
Lokasi Makam Syekh Maulana Ishaq di Kemantren, Paciran, Lamongan, cukup mudah dijangkau. Berada di jalur pantura yang ramai, para peziarah bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Di sekitar kompleks makam, seringkali terdapat pedagang kaki lima yang menjual makanan, minuman, dan oleh-oleh khas daerah, menambah nuansa keramaian tempat ziarah.
Makam Syekh Maulana Ishaq bukan hanya sekadar tempat peristirahatan terakhir seorang ulama, melainkan juga simbol dari awal mula penyebaran Islam di Lamongan dan Jawa. Keberadaannya mengingatkan kita akan sejarah panjang dakwah Islam yang penuh perjuangan dan keteladanan. Bagi masyarakat Lamongan, makam ini adalah salah satu bukti nyata warisan spiritual yang tak ternilai harganya.
Masjid Al-Abror: Terdapat masjid megah berlantai dua di area kompleks makam. Masjid ini menjadi tempat ibadah utama bagi para peziarah.
Area Parkir: Tersedia lahan parkir yang luas untuk menampung kendaraan roda dua, mobil, hingga bus rombongan.
Toilet: Fasilitas toilet tersedia untuk kenyamanan pengunjung, termasuk toilet khusus untuk disabilitas dan lansia.
Sumur Tua: Di kompleks ini juga terdapat sumur tua yang dipercaya peninggalan Syekh Maulana Ishaq. Air dari sumur ini dikenal tawar meskipun lokasinya berada di dekat laut.
Pedagang dan Warung Makan: Di sekitar area makam, banyak pedagang yang menjual berbagai oleh-oleh dan kuliner, termasuk makanan khas pesisir.
Lokasi Strategis: Berada di bibir pantai, kompleks makam ini juga sering menjadi tempat untuk menikmati pemandangan laut dan senja.
Akses Gratis: Pengunjung tidak dipungut biaya tiket masuk untuk berziarah, tetapi dapat memberikan infaq seikhlasnya di kotak amal yang disediakan.