Indonesia Islamic Art Museum (IIAM) adalah sebuah permata budaya yang berdiri megah di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Berbeda dengan lokasi sebelumnya yang mungkin pernah Anda dengar, IIAM di Paciran ini merupakan destinasi edukasi, rekreasi, dan spiritual yang tak boleh dilewatkan. Museum ini tak hanya memukau dengan arsitekturnya, tetapi juga sarat makna, menjadi jendela yang membuka cakrawala pemahaman tentang kekayaan peradaban Islam, baik di Indonesia maupun dunia.
IIAM memiliki koleksi yang luar biasa beragam, mencakup ribuan artefak yang dikumpulkan dari berbagai penjuru dunia Islam, serta peninggalan Islam di Nusantara. Setiap benda memiliki kisahnya sendiri, membawa pengunjung pada perjalanan lintas waktu dan budaya. Beberapa koleksi unggulan yang bisa Anda temui di antaranya:
Manuskrip Al-Qur'an Kuno: Salah satu daya tarik utama adalah koleksi mushaf Al-Qur'an kuno yang ditulis tangan dengan kaligrafi indah dan iluminasi (hiasan) yang rumit. Beberapa di antaranya bahkan berusia ratusan tahun, menjadi bukti keagungan tradisi penulisan dan penjagaan kalam Ilahi.
Kaligrafi Islam Berbagai Gaya: Museum ini memamerkan berbagai jenis kaligrafi Islam dari berbagai periode dan gaya, mulai dari Kufi, Naskhi, Tsuluts, hingga Diwani. Kaligrafi-kaligrafi ini tidak hanya indah secara visual tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam.
Keramik dan Logam Islam: Koleksi keramik dan benda logam menunjukkan keahlian tinggi para seniman Muslim dalam mengolah material. Dari piring-piring berhias, vas, hingga peralatan rumah tangga, semuanya dihiasi dengan motif-motif khas Islam seperti arabes, geometris, dan kaligrafi.
Tekstil dan Busana Muslim: Pameran tekstil menampilkan kain-kain tenun, bordir, dan busana dari berbagai daerah dengan motif dan teknik yang berbeda, menggambarkan kekayaan fesyen Islam sepanjang sejarah.
Koleksi Senjata Tradisional: Beberapa koleksi senjata seperti pedang, keris, dan perisai dengan ukiran Islami juga turut dipamerkan, menunjukkan perpaduan antara fungsi dan keindahan dalam perangkat pertahanan diri.
Koin dan Mata Uang Islam Kuno: Koleksi numismatika (koin) kuno memberikan gambaran tentang sistem ekonomi dan kekuasaan pada masa kekhalifahan Islam dan kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.
Benda-benda Peninggalan Wali Songo: Secara khusus, IIAM juga menyoroti peran Wali Songo dalam penyebaran Islam di Nusantara. Pengunjung bisa menemukan replika atau peninggalan yang terkait dengan perjuangan dan dakwah para ulama besar tersebut.
Senin s.d Jum'at : Rp 10.000
Sabtu dan Minggu : Rp 15.0000
Area Pameran Permanen dan Temporer: Selain koleksi permanen, IIAM juga sering mengadakan pameran temporer dengan tema-tema khusus, sehingga selalu ada hal baru untuk dijelajahi.
Audiovisual dan Multimedia Interaktif: Beberapa bagian museum dilengkapi dengan layar sentuh interaktif, proyektor, dan pemutar audio yang memberikan informasi lebih detail tentang koleksi dan sejarah Islam dengan cara yang menarik.
Pusat Informasi dan Pemandu: Staf museum yang berpengetahuan luas siap membantu dan memberikan panduan bagi pengunjung yang membutuhkan informasi lebih lanjut.
Toko Cenderamata (Gift Shop): Pengunjung dapat membeli replika seni Islam, buku-buku, atau oleh-oleh khas sebagai kenang-kenangan.
Kafe/Restoran: Untuk kenyamanan pengunjung, tersedia juga area kafe atau restoran di mana Anda bisa bersantai sambil menikmati hidangan dan minuman.
Area Parkir Luas: Akses menuju IIAM sangat mudah dan tersedia area parkir yang luas untuk kendaraan pribadi maupun bus pariwisata.