Sebuah situs bersejarah dan religius yang memukau. Berada tidak jauh dari pesisir utara Jawa, kompleks makam ini menjadi saksi bisu penyebaran Islam di Nusantara, dengan daya tarik utamanya berupa arsitektur masjid dan makam yang unik, memadukan corak Hindu-Buddha dengan sentuhan Islam.
Daya tarik utama Makam Sendang Duwur terletak pada arsitektur kompleksnya yang sangat khas dan berbeda. Masjid dan makam di sini menunjukkan perpaduan gaya yang harmonis antara unsur pra-Islam (Hindu-Buddha) dengan sentuhan Islam, yang mencerminkan kebijaksanaan dakwah pada masa itu:
Gapura Masjid dan Makam: Gerbang masuk kompleks makam ini adalah sebuah gapura paduraksa yang megah, mengingatkan pada candi-candi di Jawa. Ukiran-ukiran pada gapura menampilkan motif flora, fauna, dan makhluk mitologi yang sering ditemui pada bangunan Hindu-Buddha, namun telah disisipi dengan kaligrafi Arab yang indah. Ini adalah contoh nyata akulturasi budaya yang brilian dalam penyebaran Islam
Masjid Sendang Duwur: Masjid ini memiliki bentuk yang unik dengan atap bertingkat tiga, menyerupai pagoda atau meru pada arsitektur Hindu-Buddha, namun dengan ciri khas masjid seperti kubah kecil di puncaknya (meskipun tidak seperti kubah masjid modern). Dinding masjid terbuat dari susunan bata merah kuno, memberikan kesan kokoh dan berusia. Keberadaan tiang-tiang penyangga (soko guru) yang besar juga menjadi ciri khas bangunan kuno
Makam Sunan Sendang Duwur: Nisan makam Sunan Sendang Duwur berada di dalam cungkup yang dilindungi. Batu nisan yang digunakan memiliki bentuk yang khas, dengan ukiran-ukiran kaligrafi dan ornamen floral yang halus. Desain makam secara keseluruhan mencerminkan keagungan tokoh yang dimakamkan di dalamnya
Ukiran dan Relief: Hampir di seluruh kompleks, terutama pada gapura dan dinding masjid, kita dapat menemukan berbagai ukiran dan relief yang artistik. Ukiran ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga mengandung makna filosofis dan pesan dakwah yang tersembunyi.
Berkunjung ke Makam Sendang Duwur adalah sebuah pengalaman yang kaya. Ini adalah kesempatan untuk menyelami sejarah, mengagumi keindahan seni arsitektur Islam klasik, dan merenungkan hikmah dari perjalanan dakwah para ulama di masa lampau. Situs ini menjadi pengingat akan toleransi, kearifan lokal, dan strategi dakwah yang efektif dalam menyebarkan agama di Nusantara
Area Parkir : Tersedia lahan parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua maupun roda empat.
Toilet : Fasilitas toilet umum bersih dan terawat tersedia untuk kenyamanan peziarah.
Tempat Wudhu : Terdapat tempat wudhu yang memadai untuk bersuci sebelum melaksanakan sholat.
Mushola : Mushola atau ruang sholat juga disediakan agar peziarah dapat menunaikan ibadah sholat dengan tenang.
Warung Makan : Warung-warung makan berjajar di sekitar area makam, menjual berbagai macam makanan dan minuman untuk mengisi perut.
Penjual Oleh-oleh : Berbagai macam oleh-oleh khas Lamongan, seperti makanan tradisional dan kerajinan, dapat ditemukan di sekitar makam.