Salah satu destinasi ziarah yang penting bagi umat Islam di Indonesia. Makam ini bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir salah satu Walisongo, melainkan sebuah kompleks yang kaya akan sejarah, spiritualitas, dan nilai-nilai sosial yang diajarkan oleh Sunan Drajat sendiriĀ
Memasuki area makam, peziarah akan merasakan ketenangan dan kekhidmatan. Makam Sunan Drajat sendiri terletak di dalam sebuah cungkup yang terjaga dengan baik. Nisan beliau terbuat dari batu nisan kuno yang menunjukkan ciri khas makam-makam wali pada masa lampau. Di sekeliling makam utama, terdapat pula makam-makam para kerabat dan pengikut setia Sunan Drajat, menambah dimensi sejarah kompleks ini.
Selain makam, di kompleks ini juga terdapat beberapa bangunan penting lainnya:
Masjid Sunan Drajat: Sebuah masjid yang telah mengalami beberapa kali renovasi namun tetap mempertahankan arsitektur dan nuansa tradisional. Masjid ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan tempat salat bagi para peziarah
Museum Sunan Drajat: Museum ini menjadi daya tarik utama bagi mereka yang ingin mendalami sejarah dan ajaran Sunan Drajat. Di dalamnya tersimpan berbagai peninggalan bersejarah, seperti gamelan singa mengkok (alat musik yang digunakan Sunan Drajat dalam berdakwah), alat-alat rumah tangga kuno, keramik, naskah kuno, dan benda-benda lain yang menggambarkan kehidupan dan perjuangan beliau. Museum ini sangat informatif dan memberikan gambaran utuh tentang kontribusi Sunan Drajat dalam penyebaran Islam
Sumur Tua: Di area kompleks, juga terdapat sumur tua yang diyakini sebagai peninggalan Sunan Drajat. Air sumur ini sering diambil oleh peziarah dengan keyakinan memiliki berkah.
Kunjungan ke Makam Sunan Drajat adalah sebuah perjalanan yang melampaui sekadar ziarah. Ini adalah kesempatan untuk menelusuri jejak seorang wali agung, meresapi ajaran-ajaran luhur, dan merasakan kedekatan dengan sejarah panjang penyebaran Islam di Indonesia. Makam Sunan Drajat bukan hanya sebuah situs, tetapi sebuah living heritage yang terus menginspirasi dan memberikan pencerahanĀ
Area Parkir: Tersedia area parkir yang cukup luas untuk menampung kendaraan roda dua dan roda empat pengunjung.
Toilet: Terdapat fasilitas toilet yang memadai dan bersih untuk digunakan oleh peziarah.
Mushola: Mushola disediakan bagi peziarah yang ingin melaksanakan shalat.
Tempat Istirahat: Tersedia tempat istirahat seperti gazebo atau bangku-bangku untuk para peziarah beristirahat sejenak.
Museum Sunan Drajat: Museum ini menyimpan berbagai peninggalan Sunan Drajat, seperti gamelan Singo Mengkok, batik, dan naskah kuno. Museum ini juga menjadi tempat untuk mempelajari sejarah dan ajaran Sunan Drajat.
Area Pertokoan dan Pedagang Kaki Lima: Di sekitar area makam terdapat banyak pedagang yang menjual makanan, minuman, oleh-oleh, dan berbagai souvenir khas Lamongan.