Di sudut selatan Kabupaten Lamongan, tepatnya di Desa Sendangagung, Kecamatan Ngimbang, terdapat sebuah situs yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat bagi masyarakat setempat: Makam Nyai Andong Sari. Beliau dikenal sebagai tokoh yang sangat dihormati, diyakini sebagai cikal bakal atau pendiri desa, serta sosok yang berperan besar dalam menjaga kesejahteraan dan tradisi masyarakat Sendangagung dan sekitarnya.
Makam Nyai Andong Sari menjadi pusat dari berbagai ritual dan tradisi tahunan yang terus dilestarikan oleh masyarakat Desa Sendangagung. Salah satu ritual yang paling penting adalah "Sedekah Bumi" atau "Bersih Desa". Acara ini biasanya diadakan setahun sekali, sebagai wujud syukur atas hasil panen yang melimpah dan memohon perlindungan untuk tahun-tahun mendatang. Dalam upacara ini, masyarakat membawa aneka sesaji, hasil bumi, dan makanan tradisional ke kompleks makam, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan pertunjukan seni budaya lokal.
Selain ritual tahunan, makam ini juga sering dikunjungi oleh peziarah individu yang datang untuk mendoakan Nyai Andong Sari, mencari berkah, atau sekadar merenungkan sejarah. Suasana di sekitar makam selalu terasa sakral dan tenang, mencerminkan penghormatan mendalam masyarakat terhadap leluhur mereka.
Simbol Identitas Desa: Makam Nyai Andong Sari adalah inti dari identitas Desa Sendangagung. Keberadaannya mengikat masyarakat dengan sejarah dan leluhur mereka, membentuk rasa memiliki dan kebersamaan.
Pusat Ritual Adat: Sebagai pusat ritual "Sedekah Bumi", makam ini menjaga kelestarian tradisi lokal yang kaya nilai. Ini bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga tentang pelestarian budaya, gotong royong, dan rasa syukur.
Wisata Religi dan Budaya: Makam ini berpotensi menjadi destinasi wisata religi dan budaya, menarik pengunjung yang tertarik dengan sejarah lokal, tradisi unik, dan situs-situs spiritual.
Jalur Tangga: Untuk mencapai makam di puncak, peziarah harus menaiki ratusan anak tangga. Jalur ini sudah diperbaiki dan menjadi akses utama menuju makam.
Mushola: Pemerintah setempat telah membangun musala yang cukup besar untuk memfasilitasi peziarah yang ingin beribadah.
Sumur Bor: Sebagai upaya mencukupi kebutuhan air, telah dibuat sumur bor yang dapat digunakan oleh pengunjung.
Bangunan Makam: Makam Nyai Andong Sari sendiri berada di dalam sebuah bangunan yang telah direvitalisasi menjadi lebih luas dan terbuka, tidak lagi berdinding.
Toilet: Fasilitas toilet umum tersedia untuk pengunjung.