مَا مِنْ عَبْدٍ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ رَفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَتِهَا شَاءَ.
Tidaklah seorang hamba berwudu dan membaguskan wudunya, lalu menengadahkan pandangannya ke langit, seraya membaca, "Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah," kecuali akan dibukakan ba ginya sejumlah pintu surga. Dia bisa masuk dari pintu mana saja sesuai kehendaknya.