Ini merupakan foto lama tahun 2019 lalu, ketika mengunjungi lokasi mata air panas yang ada di dalam area pabrik semen PT. Indocement Tunggal Perkasa, Tbk di sekitar Gempol, Palimanan, Jawa Barat, dalam rangka membandingkan beberapa data mata air panas di beberapa lokasi antara Gunung Slamet dan Ciremei https://bit.ly/3Ya9M3U, https://bit.ly/3HIePTO, dan https://bit.ly/3jkjxhd. Tidak banyak waktu untuk melakukan observasi, tapi dari pengamatan sekilas terlihat bahwa debit mata air panas cukup besar sehingga membentuk kolam, kemudian air kolam mengalir membentuk sungai. Dari informasi papan pengumuman yang ada diketahui kedalaman kolam sekitar 2 meter dengan suhu air panas mencapai 60 derajat Celcius. Lokasi mata air panas tidak jauh dari Gunung Kromong, sekitar 5 kilometer. Semakin ke selatan dari mata air panas terdapat Gunungapi Ciremai. Ada beberapa mata air panas selain yang ada di foto ini, paling tidak ada empat mata air panas yang membentuk kelurusan yang merupakan zona lemah (sesar), sehingga memungkinkan fluida panas bumi dari bawah permukaan mencapai permukaan. Ada tiga litologi di sekitar mata air panas tersebut yang berumur tersier yaitu Batugamping Kompleks Kromong (Miosen), Formasi Kaliwangu (Pliosen bawah) yang tersusun atas batulempung karbonatan, melimpah fosil moluska, berselingan dengan batupasir, dan terakhir batuan beku terobosan yang berumur lebih tua lagi yaitu Oligosen (Djuri, 1973).
Keberadaan pabrik semen PT. Indocement itu sendiri tidak bisa dilepaskan dari keberadaan litologi batugamping dan batuan karbonatan yang merupakan bahan baku semen, yang banyak terdapat disekitar. Aliran air panas dari kolam air panas membentuk sungai yang banyak mengendapkan material karbonat yang berwarna putih. Saat masih di bawah permukaan air panas memiliki kelarutan yang tinggi sehingga bisa melarutkan karbonat dalam jumlah besar kemudian semakin ke atas mendekati permukaan temperatur semakin turun, tingkat kelarutan juga semakin turun sehingga pada akhirnya akan mengendapkan karbonat di permukaan seperti yang terlihat di foto. Diperkirakan sumber panas yang membentuk sistem panas bumi di Gunung Kromong ini merupakan batuan intrusif yang berumur oligosen yang berbeda dengan sistem panas bumi Gunungapi Ciremai yang berumur Kuarter. Tetapi interpretasi ini tetap harus di buktikan lagi melalui beberapa penelitian lanjutan. Cmiiw.